Agama

Duo Shihab; serupa dengan segudang beda

13.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
13:34
06 JAN 2017
Penulis
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Rimanews

Rimanews – Masyarakat Muslim Indonesia pasti mengenal dua nama ini, Muhammad Rizieq Shihab dan Muhammad Quraish Shihab. Yang pertama dikenal pendakwah bersama organisasi binaannya Front Pembela Islam (FPI), sedangkan yang kedua tenar dengan lebih dari 50 karya tulis, dengan magnum opus Tafzir Alazhar.

Keduanya memiliki banyak keserupaan tetapi juga segudang perbedaan, terutama dalam kepribadian dan metode dakwah. Di antara persamaan keduanya adalah sama-sama berdarah Arab bermarga Shihab, yang berarti masih segaris keturunan Nabi Muhammad SAW. Oleh lawan, keduanya pernah digelari ulama su’ (ilmuwan buruk); Rizieq dinilai berlumur kekerasan dan Quraish dinilai terlalu liberal dalam berfatwa seperti tidak mewajibkan penutup kepala bagi Muslimah.

Di samping beberapa kesamaan tersebut, terdapat rentetan perbedaan, terutama dalam kepribadian dan pendekatan dakwah Islam. Perbedaan itu mulai dari pemakaian gelar hingga buah pemikiran.

Rizieq Shihab menikmati, atau tak melarang, orang lain menyebut dirinya Habib (gelar yang disematkan kepada keturunan Nabi yang berarti ‘kekasih’). Sementara itu, Quraish Shihab enggan bahkan cenderung melarang orang lain memanggil dirinya dengan gelar Habib. Oleh karena itu, Shihab pertama populer dengan panggilan Habib Rizieq, sementara Shihab kedua biasa disebut Pak Quraish.

Dalam berdakwa, Shihab pertama tak segan-segan mengambil jalur konfrontatif, yang biasa FPI sebut nahi munkar. Sementara itu, Shihab kedua menempuh cara dialog, akademis, sejuk dan toleran.

Rizieq Shihab tak banyak menulis buku, lebih memilih ceramah di depan masyarakat umum dari satu tempat ke tempat lain. Sementara itu, Shihab kedua menulis tak kurang dari 51 judul buku dan biasa mengahadiri kajian dari kampus ke kampus serta majelis taklim. Keduanya pun mempunyai pengikut yang khas, yang bisa dibedakan dari cara mengekspresikan ide-ide mereka soal keislaman.

Dari segi penampilan, Shihab yang pertama membalut tubuhnya dengan pakaian ala Arab, berjubah dan bersorban putih, sedangkan Shihab yang kedua tampil sebagaimana lazimnya orang Indonesia, bercelana dan berpeci hitam dengan baju koko, batik atau jas.

Jika Rizieq alumni Arab Saudi, Quraish alumni Mesir. Soal usia, keduanya terpaut cukup jauh. Quraish lahir tanggal 16 Februari 1944 (72 tahun) di Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Sementara itu, Rizieq lahir di Jakarta, 24 Agustus 1965 (51 tahun).

Kaitannya dengan pemerintah, karena lebih banyak berkiprah di lapangan dan cenderung konfrontatif, Rizieq sempat dijebloskan ke penjara oleh polisi. Namun, Quraish, justru sebaliknya, sempat menjadi rektor Institut Agama Islam Negeri Jakarta (sekarang UIN), menteri agama serta duta besar Indonesia untuk Mesir.

Yang menarik adalah kedua Shihab memiliki satu anak bernama sama, yakni Najwa. Bedanya, Najwa Rizieq Shihab tak dikenal masyarakat secara luas, akan tetapi Najwa Quraish Shihab sangat moncer sebagai pembawa acara kelas satu yang khas dengan tanyaan-tanyaannya yang tajam.

Agama