Agama

Sepi peminat, jurusan agama di perguruan Islam negeri diminta berinovasi

2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
23:55
01 FEB 2017
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Rimanews

Rimanews - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk melakukan inovasi guna menjawab menurunnya minat calon mahasiswa yang ingin belajar pada program studi agama.

Menurutnya, penurunan ini menjadi tantangan PTKIN agar bisa segera diatasi. Sebab, PTKIN pada awalnya justru dibangun dengan ilmu-ilmu pokok keagamaan (ushuluddin). "Justru saat ini kita membutuhkan expertise atau ilmuwan yang ahli dalam bidang ilmu Hadith, perbandingan Madzhab dan Filsafat agama," ucap Lukman di Jakarta, seperti dikutip dari Humas Kemenag hari ini.

Diakui Lukman, minat masuk ke PTKIN terus meningkat dari tahun ke tahun. Sayangnya, peningkatan minat masuk PTKIN ini tidak ikuti dengan minat masuk prodi agama. Dia mengaku sedih mendengar informasi bahwa program studi Filsafat Agama, Ilmu Hadith dan Perbandingan Agama menjadi Prodi menempati posisi terendah.

"Ini tentu merupakan keprihatinan kita bersama karena PTKIN dulu dibangun dengan ilmu-ilmu pokok ini. Kini justru menjadi ilmu yang termarginalkan," tambah Menag.

Untuk itu, Menag menilai perlu ada inovasi bagaimana caranya agar SPAN UMPTKIN tidak saja menyuburkan banyaknya peminat ilmu-ilmu umum atau yang sedang laku di pasaran, namun juga memikirkan dan menghidupakan kajian-kajian strategis dalam bidang Islamic Studies.

"Tentu saja saya bersuyukur bahwa PTKIN semakin dikenal masyarakat luas, sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang tidak lagi kelas dua, namun sebagai pilihan utama dan membanggakan. Namun demikian identitas PTKIN dengan core competency dalam bidang keagamaan tidak boleh pudar," kata Menag.