Agama

Keulamaan Ma’ruf Amin sudah genetik

4.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
05:00
02 FEB 2017
Ketua MUI sekaligus Rais ‘Aam PBNU KH. Ma’ruf Amin (pakai jas hitam berkopiah)
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Rimanews

Rimanews – Dua hari belakangan, sidang penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali memanaskan suasana . Pasalnya, di persidangan Selasa lalu, Ahok dituding menanggalkan kesantunan dengan menyerang Ketua MUI sekaligus Rais ‘Aam PBNU KH. Ma’ruf Amin.

Ditekan banyak pihak, Ahok pun akhirnya meminta maaf dalam sebuah video pendek yang tersebar melalui media sosial.

Terkait latar belakang Ma’ruf, ternyata belum banyak orang tahu jika kyai asal Banten itu adalah cicit Imam Nawawi, satu dari tiga orang Indonesia yang menjadi imam Masjidil Haram, masjid paling suci bagi umat Islam di Mekah, Arab Saudi.

Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani Lahir di Kampung Tanara, Serang, Banten, pada tahun 1815 dan meninggal pada tahun 1897 di Mekah. Beliau keturunan Putra dari Sunan Gunung Jati, Maulana Hasanuddin, Keturunan ke-123 Sultan Banten, dan bila diteruskan nasabnya sampai pada Nabi Muhamamad saw.

Terhormatnya posisi intelektual Nawawi juga terekam dalam catatan Snouck Hurgronje. Dia menyebut Nawawi orang yang paling alim dan rendah hati dari nusantara. Karena kepintarannya, pemerintahan Ottoman Turki memberikan kesempatan dia mengajar dan menjadi imam Masjidil Haram.

Kemasyhuran Nawawi yang wafat sekitar tahun 1897 itu sampai kini masih banyak jejaknya. Hampir semua kitabnya  hingga kini masih dipelajari di pesantren, salah satunya kitab tentang aqidah (tauhid), syarah dari kar ya Syekh Ahmad Marzuqy Aqidah al-Awwam dengan judul Nuruzh-Zhalam. Nawawi menulis kitabnya dalam bahasa Arab. Tidak kurang dari lima puluh kitab yang dia tulis, 22 kitab masih beredar, dan 11 kitabnya termasuk 100 kitab yang paling banyak digunakan di pesantren.

Imam Nawawi adalah guru pendiri Muhammadiyah, KH.Ahmad Dahlan (1868–1923) dan pendiri Nahdlatul Ulama, KH. Hasyim Asy’ari (1871 –1947).

Di kampung kelahiran Imam Nawawi itu, KH. Ma’ruf Amin mendirikan pesantren yang diberi nama Pesantren An Nawawi Tanara, yang berdiri pada 2001.

Kepakaran KH. Ma’ruf Amin adalah di bidang fiqih atau hukum Islam. Maka, tak heran jika Ma’ruf cukup lama menjadi pengurus Komisi Fatwa MUI Pusat, dari tahun 2000 sampai 2007. Kini, Kyai Ma’ruf terpilih menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat masa bakti 2015-2020. Sebelumnya, dia Wakil Ketua MUI, di samping ketua pelaksana Dewan Syariah Nasional MUI, dari tahun 2005.

Kyai yang lahir di Tangerang, Banten, pada 11 Maret 1943 ini pendidikan di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, dan menyelesaikan kuliah di Universitas Ibnu Khaldun Bogor. Ia menerima penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) dalam bidang Hukum Ekonomi Syariah dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2012.

Kepakaran Ma’ruf di bidang fiqih dibuktikan dengan mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih (STIF) yang pertama kali di Indonesia. Secara resmi Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih Syeikh Nawawi Tanara (STIF SYENTRA) diluncurkan di Kampus Kompleks Pesantren Annawawi Tanara di Serang, September tahun lalu.

Dengan kepakaran, kiprah dan gen seperti itu, wajar jika Ma’ruf sangat dihormati di kalangan umat Islam, tidak hanya di internal NU, tetapi juga Muhammadiyah dan ormas-ormas Islam lainnya.

KATA KUNCI : ,