Agama

Lukman: hormati ulama dengan tidak mempermalukannya

3.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:00
02 FEB 2017
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Rimanews

Rimanews - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta semua pihak untuk menjaga martabat pemuka agama dengan tidak mempermalukannya di depan umum.

"Semua kita, khususnya elit negeri ini, haruslah senantiasa menjunjung tinggi ajaran agama, menjaga simbol-simbol agama, dan menghormati para pemuka agama. Di negeri mayoritas Muslim ini, kita harus benar-benar menjaga kehormatan ulama dan kiai," katanya di Jakarta, Kamis (02/02/2017), dikutip dari laman Kemenag.

Sebab, menurut Lukman, risikonya amat besar, bisa menimbulkan kegaduhan dan semakin kontraproduktif bagi persatuan dan kesatuan bangsa. “Energi pun akan terkuras ke arah yang tak semestinya sehingga pembangunan jadi terhambat,” katanya.

Ditegaskan Lukman, Indonesia memang bukan negara agama, tapi agama menempati posisi penting dalam sejarah perjalanan bangsa. Pesan agama bahkan mewarnai Pancasila dan UUD 1945 yang menjadi dasar Negara. Bhineka Tunggal Ika mengandung pesan keagamaan kuat tentang pentingnya menghargai keragaman karena itu adalah kehendak Yang Maha Kuasa. NKRI adalah ejawantah dari kesadaran bersama untuk terus menjaga persatuan bangsa dan Negara, karena cinta Tanah Air adalah bagian dari nilai keimanan dalam beragama.

Pada saat yang sama, Lukman juga mengajak umat beragama untuk menahan diri dari tindakan provokatif dan memecah belah. Semua harus bersinergi dalam usaha bersama membangun bangsa. Potensi benturan umat dengan elit negara harus dihindari karena tidak produktif bagi perjalanan negeri.

"Sekarang, saatnya elit dan umat harus bersatu. Elit negara bekerja sesuai mandat yang diamanahkan, tidak khianat, serta bisa menjadi teladan dalam bersikap. Umat memberi dukungan dan kepercayaan sambil terus melakukan pengawasan. Ulama harus dijunjung oleh umara karena ulama adalah pembimbing umat," ujarnya.

Jika ada persoalan, sebagai umat beragama sudah semestinya mengedepankan sikap saling memaafkan. Ketua Umum MUI yang juga Rois Am PBNU KH Maruf Amin telah memberikan contoh tentang pentingnya sikap saling memaafkan.

"Teladan semacam itulah yang mestinya dikedepankan dan dikembangkan. Dengan demikian, semoga ulama dan umara dapat bersinergi meningkatkan kualitas kehidupan umat dan rakyat," tandasnya.

Agama