Agama

MUI: Jika diwajibkan, sertifikasi khatib akan kontraproduktif

3.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
20:45
06 FEB 2017
Ilustrasi
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Antara

Rimanews - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengatakan rencana program sertifikasi khatib Jumat oleh pemerintah jika bersifat wajib akan sulit dilaksanakan dan dikhawatirkan terkesan ada intervensi atau pembatasan oleh pemerintah.

"Jika sudah begitu, program sertifikasi justru akan menjadi kontraproduktif bagi banyak pihak," kata Zainut di Jakarta, Senin (06/02/2017).

Dia mengatakan sertifikasi itu sejatinya memiliki tujuan baik yaitu untuk meningkatkan kapasitas, kapabilitas dan kompetensi dai baik dari aspek materi maupun motodologi.

"Disadari atau tidak kondisi masyarakat kita tengah berubah seiring terjadinya perkembangan teknologi dan informasi. Jadi keharusan untuk meningkatkan kemampuan dai mutlak diperlukan agar benar-benar dapat menyampaikan pesan-pesan agama secara baik dan paham kondisi faktual serta kebutuhan masyarakat sesuai zaman," kata dia.

Akan tetapi, kata dia, program tersebut harus dilaksanakan oleh ormas Islam atau masyarakat bukan oleh pemerintah.

Pemerintah, lanjut dia, seharusnya hanya bertindak sebagai fasilitator sehingga akan mendorong partisipasi masyarakat untuk ikut bertanggungjawab dalam menyiapkan kader-kader dakwah yang mumpuni baik dari aspek materi maupun metodologi.

"MUI dapat memahami gagasan Menteri Agama tersebut sepanjang program tersebut bersifat voluntary (sukarela) bukan mandatory (keharusan atau kewajiban)," katanya

Dia mengatakan sifat sukarela harus dikedepankan daripada bersifat kewajiban yang memiliki konsekuensi hukum.

 

Agama