Agama

Lukman harap tak ada desakan minta tambahan kuota haji lagi

5.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
21:32
28 FEB 2017
Dok: situasi di Mekah saat haji
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Rimanews

Rimanews – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta masyarakat menenggang rasa terhadap negara lain dengan tidak mendesaknya meminta tambahan kuota haji.

"Jangan tambahan kuota yang diberikan Pemerintah Saudi belum kita nikmati, kita sudah minta tambahan lagi. Kita pun tentu harus menenggang negara-negara lainnya karena tidak ada satu pun negara yang mendapatkan tambahan kuota," ujar Lukman dipantau dari laman Kemenag, hari ini.

Selain kuota haji tahun ini yang kembali normal (211ribu), Indonesia sendiri telah mendapatkan tambahan kuota sebanyak 10ribu jemaah. Untuk itu, mengajak masyarakat untuk menikmati terlebih dahulu tambahan kuota yang telah diberikan.

Menurutnya, problem penyelenggaraan haji bukan terkait tambahan kuota, tapi daya tampung dua kota suci di Saudi Arabia (Makkah dan Madinah), termasuk Arafah-Mina, yang sangat terbatas. "Kita harus punya pemahaman, persoalannya bukan tambahan kuota yang harus kita tuntut. Tapi bagaimana penyiapan sarana dan prasarana, fasilitas umum di sana sehingga jumlah jamaah haji yang banyak itu justru tidak menimbulkan ancaman selama mereka di sana," ucap Menag.

Sehubungan itu, Menag mengaku akan terus mengusulkan peningkatan sarana prasarana dan fasilitas umum perhajian, khususnya di Arafah dan Mina. Kata Menag, puncak haji ada di Arafah dan juga di Mina, sementara kedua tempat tersebut wilayahnya terbatas, tidak bisa begitu saja diperluas karena ada ketentuan keagamaan.

"Inilah yang harus kita siasati dengan bagaimana fasilitas bisa ditingkatkan, tidak melebar tapi ke atas. Ini memerlukan kecermatan dan perencanaan yang matang," terangnya.

Meski demikian, bukan berarti Kementerian Agama akan menutup mata terhadap peluang adanya penambahan kuota. Menag mengatakan bahwa pihaknya sedang terus memperjuangkan agar kuota yang tidak optimal terserap di beberapa negara itu bisa dimanfaatkan Indonesia. Sebab, lazim di setiap penyelenggaraan ibadah haji, ada beberapa negara yang kuotanya tidak terpakai seluruhnya.

Terbaru
Agama