Agama

Lukman harap ada terobosan baru fikih zakat

4.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
20:06
15 MAR 2017
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Rimanews

Rimanews - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap Konferensi World Zakat Forum (WZF) melahirkan pemikiran-pemikiran keilmuan baru, terkait dengan fikih zakat kontemporer.

Salah satunya yang dikatakan Lukman adalah terkait kriteria golongan (asnaf) penerima zakat atau mustahik dalam konteks masa kini. Untuk itu, menurut Menag, bila perlu dilakukan redefinisi dan reinterpretasi tentang delapan asnaf penerima zakat sebagaimana ditetapkan dalam Al Quran surat At-Taubah ayat 60, bagaimana pemahaman dan interpretasinya secara dinamis dalam konteks kekinian.

"Dengan kata lain, perlu ada terobosan ijtihad atau pemikiran hukum Islam supaya dana zakat lebih dirasakan manfaat dan maslahatnya bagi kalangan masyarakat luas dalam koridor yang dapat dibenarkan dalam prinsip-prinsip syariah," ujar Menag saat membuka resmi Konferensi World Zakat Forum (WZF) di Jakarta, Rabu (15/3).

Dikutip dari laman kemenag.go.id, Lukman menaruh ekspektasi besar kepada organisasi pengelola zakat dan para pegiat zakat dunia untuk terus menggulirkan agenda-agenda kerjasama perzakatan antar-bangsa dan memaksimalkan manfaat zakat untuk tujuan kesejahteraan masyarakat.

"Pemerintah telah mengakomodasi potensi dan peran zakat dan wakaf dalam Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah yang disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Hal itu sekaligus menjadi tantangan bagi semua pemangku kepentingan perzakatan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan zakat yang memberi manfaat maksimal untuk menunjang kesejahteraan bangsa dan pengurangan kemiskinan," kata Lukman.

Selain itu, pemerintah menyambut baik disusunnya konsep Zakat Core Principles (ZCP) sejak tiga tahun lalu yang difasilitasi oleh Bank Indonesia dan melibatkan partisipasi pegiat zakat dari manca negara. Pemerintah juga mengapresiasi diluncurkannya Indeks Zakat Nasional (IZN) oleh BAZNAS. Tahun ini juga akan lahir Standarisasi Kepatuhan Syariah (Shariah Compliance) dalam Sistem Pengelolaan Zakat Nasional yang merupakan inovasi atau proyek perubahan dari Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf.

"Saya ingin menggaris-bawahi bahwa semua instrumen tersebut merupakan milestone untuk mendorong kebangkitan zakat dan meningkatkan kepercayaan publik kepada organisasi pengelola zakat," ucapnya.

Di sisi lain, Lukman mengatakan, agenda penguatan perzakatan lintas negara yang diusung oleh World Zakat Forum, BAZNAS, Forum Zakat, dan berbagai elemen pegiat zakat lainnya, diharapkan memberi daya ungkit terhadap kualitas dan profesionalitas pengelolaan zakat.

Menurutnya, kemajuan pengelolaan zakat tidak hanya sebatas formalitas dan simbolistik, tetapi patut disadari tugas dan tanggung jawab bersama adalah memaksimalkan pencapaian tujuan pengelolaan zakat yang dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat hingga ke lapisan yang paling bawah.