Agama

Kenapa umat Islam tidak dapat bersatu?

17.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:38
17 MAR 2017
Dok. AR Yusuf
Penulis
Dede Suryana
Sumber
Rimanews

PENDAHULUAN

Bila kita amati, cukup banyak ORANG-ORANG CERDIK CENDEKIAWAN telah berupaya hendak mencari pembenaran agama memakai nalar IDEA ataupun melalui DALIL AQLI dengan berbagai-bagai cara, seperti menyusun KITAB ATAU BUKU yang telah diterbitkan, bahkan telah diupayakan melalui seminar-seminar, saran maupun petunjuk, tetapi persatuan pendapat belum dapat diwujudkan secara komprehensif.

Bahkan yang terjadi, perbedaan pendapat yang tidak pernah berakhir, yang menimbulkan perpecahan, yang berakibat munculnya berbagai-bagai FIRQAH ATAU GOLONGAN-GOLONGAN yang tidak dapat dielakkan. Sebaliknya, upaya dengan niat yang baik tersebut, masih terus berlangsung guna memperoleh kebenaran yang sesungguhnya.

Tapi apa daya, PERSELISIHAN DEMI PERSELISIHAN, PERBANTAHAN DEMI PERBANTAHAN TIDAK PERNAH BERHENTI, masingg-masing golongan merasa DIRINYA-LAH YANG LEBIH BENAR DARI GOLONGAAN LAINNYA.

Tuhan telah mengingatkan melalui firmanNYa, bahwa berkelompok-kelompok tersebut tidak menghasilkan suatu yang final. Hal demikian disebabkan karena KEMAMPUAN BERPIKIR MANUSIA YANG SANGAT TERBATAS, DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR YANG TERBATAS, DENGAN NALAR YANG TERBATAS, MELALUI TEKS DAN KONTEKS YANG JUGA TERBATAS.

Kenapa demikian? MANUSIA BUKAN DIJADIKAN DARI MANUSIA. Manusia DIJADIKAN ALLAH melalui perbuatan seorang laki-laki dan perempuan; kemudian ditiupkan RUH juga datang dari Allah. jadi wajarlah kemampuan berpikir manusia melalui nalarnya TIDAK DAPAT MENYELESAIKANNYA.

Oleh karenas itu hendaklah kita KEMBALI KEPADA DUA PUSAKA ABADI QUR'AN DAN  SUNNAH (HADITS).

Lihat Firman Tuhan QS(4)59 dan QS(8)46:

QS(4)59: "Yaw ayyuhal ladziina aamanuu athii'ullaaha wa athii'ur rasuula wa ulil amri minkum fa in tanaaza'tum fii syai-in fa rudduuhu ilallaahi war rasuuli in kuntum tu'minuuna billaahi wal yaumil aakhiri dzaalika khairuw wa ahsanu ta'wiilaa."

Artinya: "Hai orang beriman IKUT oleh kamu akan ALLAH dan ikut olehmu akan RASUL dan KEPADA PEMANGKU KEKUASAAN DI ANTARA KAMU; jika kamu BERSELISIH dalam suatu urusan, kembalilah kepada Allah dan RAsulNYA, jika kamu benar-benar berriman terhadap Allah dan hari kemudian. Itulah yang lebih baik kesudahannya."

QS(8)46: "Wa athii'ullaaha wa rasuulahuu wa laa tanaaza'uu fa tafsyaluu wa tadzhaba riihukum wash biruu inndlaaha ma'ash shaabiriin."

Artinya: "IKUT OLEHMU AKAN ALLAH DAN IKUT OLEHMU AKAN RASUL. Kalau memang benar kamu mengikut Allah dan Mengikut Rasul, JANGAN KAMU BERBANTAH-BANTAHAN, NANTI KAMU MENJADI LEMAH DAN HILANG KEKUATANMU, DAN BERSABARLAH, sesungguhnya Allah beserta orang yang sabar."

Dari firman di atas, ternyata Allah TIDAK MENGHENDAKI MANUSIA-MANUSIA BIASA BERPERAN DALAM MENYELESAIKAN PERSELISIHAN-PERSELISIHAN TERSEBUT.

Hal. 2

I.

Bagaimana cara Allah menyelesaikannya?

DALAM MENYELESAIKAN PERSELISIHAN tersebut, Allah telah mengutus para auliya dan ambiya 124.313 orang, yang telah habis tugasnya; mulai dari Nabi Adam sampai Nabi Isa a.s.

DALAM BAHASA KAUMNYA;

seperti bahasa Suryani, bahasa Ibrani, bahasa Kabti, bahasa Kaab, maupun bahasa ARAB.

Abu Dzar R.A berkata; "Aku masuk ke Masjid dimana Muhammad saw berada di dalamnya, maka aku bertanya kepada Nabi, 'Berapakah jumlah Nabi semuanya?" Nabi menjawab, "Semuanya ada 124.000 Nabi. Dan berapakah jumlah Rasul? beliau menjawab 313 Rasul. ( HR. Hakim, Al Baihaqi), jadi sebelum Dilahirkannya Muhammad saw, telah diutus oleh Allah 124.313 aulia dan ambiya dari mulai Adam sampai kepada Isa a.s (dan telah habis tugasnya).

QS(14)4: "Wa maa arsalnaa mir rasuulin illaa bi llisaani qaumihiii li yubayyina lahum fa yudhillullahu yasyaa-u wa yahdii may yasyaa-u wa huwall 'aziizul hakiim."

Artinya: "Kami tidak mengutus seorang RASULpun melainkan dengan BAHASA KAUMNYA, SUPAYA DIA MENERANGKAN KEPADA MEREKA. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

Kepada para nabi tersebut (auliya dan ambiya di atas), Allah mengutus dengan KITABNYA (BUKAN KITAB YANG DITULIS OLEH TANGANNYA SENDIRI).

QS(2)213: "Kaanan naasu ummataw waahidatan fa ba'atsallaahun nabiyyiina mubasysyiriina wa mundziriina wa anzala ma'ahumul kitaaba bil haqqi li yahkuma bainan naasi fii makh talafuu fiihi wa makh talafa fiihi illal ladziina uutuuhu mim ba'di maa jaa at-humul bayyinaatu baghyam bainahum fa hadallaahul Iadziina aamanuu li makh talafuu fiihi minal haqqi bi idznihii wallaahu yahdii may yasyaa-u ilaa shiraathim mustaqiim."

Artinya: "Manusia adalah UMAT YANG SATU, lalu Allah mengutus para nabi pembawa berita gembira dan pembawa peringatan. Dan ALLAH MENURUNKAN BERSAMA MEREKA KITAB DENGAN BENAR supaya dapat memberi keputusan bagi manusia DALAM PERKARA YANG MEREKA PERSELISIHKAN. Tidak-lah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata Karena dengki di antara mereka. Maka Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang beriman dalam perkara yang mereka perselisihkan itu ke jalan yang benar dengan izin-Nya. Dan Allah memberi petunjuk orang yang dikehendakiNya ke jalan yang lurus."

QS(10)19: "Wa maa kaanan naasu illaa ummataw waahidatan fakh talafuu wa lau laa kalimatun sabaqat mir rabbika la qudhiya bainahum fii maa fiihi yakhtalifuun."

Artinya: "Sungguh manusia itu dahulunya adalah SATU UMAT kemudian MEREKA BERSELISIH, dan kalau tidak karena telah terdahulu ketentuan dari Tuhanmu, niscaya diputuskan perkara dalam hal yang MEREKA PERSELISIHKAN itu."

QS(11)118-119: " Wa lau syaa-a rabbuka la ja'alan naasa ummataw waahidataw wa laa yazaaluuna mukhtalifiin. Illaa mar rahima rabbuka wa li dzaalika khalaqahum wa tammat kalimatu rabbika la amla-anna jahannama minal jinnati wan naasi ajma'iin."

Artinya: "Dan jika Tuhanmu menghendaki, niscaya DIA menjadikan MANUSIA SATU UMAT, tetapi mereka senantiasa BERSELISIH, Kecuali orang-orang yang memperoleh rahmat dari Tuhanmu dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Dan telah sempurnalah Kalimat Tuhanmu, sungguh Aku akan penuhi jahannam itu dengan Jin dan manusia."

Hal. 3

II.

Peringatan Tuhan tentang KEBERADAAN KITAB yang diturunkan oleh Allah kepada tiap-tiap manusia.

Firman Tuhan QS(2)78-79:

Ayat 78 : "Wa minhum ummiyyuuna laa ya'lamu maa yusiruuna wa mn yu'linuun."

Artinya: "Dan DI ANTARA MEREKA ADA YANG BUTA HURUF TENTANG KITAB melainkan ANGAN-ANGAN SAJA; dan tiadalah mereka (mengetahui) melainkan MENGIRA-NGIRA."

Ayat 79: "Fa wailul lil ladziina yaktubuunal kitaaba bi aidiihim tsumma yaquuluuna haadzaa min 'indillaahi li yasytaruu bihii tsamanan qaliilan fa wailul lahum mim maa katabat aidiihim wa wailul lahum mim maa yaksibuun."

Artinya: "MAKA KECELAKAAN BESARLAH bagi orang-orang yang MENULIS KITAB DENGAN TANGAN MEREKA SENDIRI, lalu dikatakannya, "ini dari Allah," karena mereka hendak MEMPEROLEH KEUNTUNGAN SEDIKIT. Maka KECELAKAAN BESARLAH bagi mereka, karena apa yang ditulis oleh tangan mereka itu, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, karena apa yang mereka kerjakan."

Lalu Allah mengingatkan melalui firman-Nya QS(2)175-176, disebabkan mereka tidak mengetahui KITAB yang diturunkan Allah BERSAMAAN DITIUPKAN Ruh.

QS(2)175-176:

Ayat 175: "Ulaa-ikal ladziinasy tarawudh dhalaalata bil hudaa wal 'adzaaba bil maghfirati fa maa ashbaruhum 'alan naar."

Artinya: "MEREKA ITULAH ORANG-ORANG YANG MEMBELI SESAT DENGAN PETUNJUK, MEMBELI SIKSA DENGAN AMPUN. Alangkah ajaibnya mereka itu SABAR MASUK NERAKA."

Ayat 176: "Dzaalika i annallaaha nazzalal kitaaba bil haqqi wa innal ladziinakh talafuu fil kitaabi la fii syiqaaqim ba'iid."

Artinya: "Yang demikian itu DISEBABKAN sesungguhnya Allah telah menurunkan KITAB YANG SEBENARNYA dan bahwa orang-orang yang BERSELISIH PAHAM TENTANG KITAB itu benar-benar dalam KESESATAN YANG NYATA."

PERTIMBANGAN SELANJUTNYA:

ALLAH TIDAK PERNAH MENULIS DI ATAS KERTAS.

Firman Tuhan QS(6)7: "Wa lau nazzalna 'alaika kitaaban fii qirrthaasin fa lamaasuuhu bi aidiihim la qalal ladziina kafaruu in haadzaa illaa sihrum muubiin."

Artinya: "Dan kalau Kami TURUNKAN KEPADA MEREKA TULISAN DI ATAS KERTAS, lalu mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka, tentulah orang-orang kafir itu berkata, "Ini tidak lain ADALAH SIHIR YANG NYATA."

NABI MUHAMMAD TIDAK PERNAH MEMBACA BUKU DAN TIDAK PERNAH MENULIS DENGAN TANGAN KANANNYA. Maka BERTAMBAH TIDAK PERCAYA kita kepada Nabi Muhammad saw.

Firman Tuhan QS(29)48: "Wa maa kunta tatluu min qablihii min kitaabiw wa laa takhuththuhuu bi yamiiinika idzal lar taabal mubthiluun."

Artinya: "Dan Muhammad TIDAK PERNAH MEMBACA KITAB sebelumnya, dan Engkau TIDAK PERNAH MENULIS DENGAN TANGAN KANANNYA. Jikalau demikian niscaya makin ragulah orang yang membatalkan itu."

Sesungguhnya Allah yang menurunkan KITAB KE DALAM HATI SETIAP MANUSIA BERSAMAAN DENGAN DITIUPKANNYA RUH.

Firman Tuhan QS(42)17: "Allahul ladzii anzalal kitaaba bil haqqi wal miizaana wa maa yudriika la'allas saa'ata qariib."

Artinya: "Allah yang MENURUNKAN KITAB DENGAN KEBENARAN DAN NERACA. Dan tahukah engkau, boleh jadi kiamat itu dekat?"

Firman Tuhan QS(42)51-52:

Ayat 51: “Wa maa kaana li basyarin ay yukallimahullaahu illaa wahyan au miw waraa-I hijaabin au yursila rasuulan fa yuuhiya bi idznihii maa yasyaa-u innahu ‘aliyyun hakiim."

Artinya: "Dan tiadalah bagi seorang manusia bahwa Allah berkata-kata kepada manusia, melainkan dengan WAHYU atau dari BALIK DINDING, atau Dia mengirim UTUSAN, lalu Dia mewahyukan dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana."

Ayat 52 : “Waka dzaalika auhainaa ilaika ruuham min amrinaa maa kunta tadrii mal kitaabu wall al iimaanu walaakin ja’alnaahu nuuran nahdii bihii man nasyaa-u min ‘ibaadinaa wa innaka la tahdii ilaa shiraatim mustaqiim."

Artinya: "Dan demikianlah Kami WAHYUKAN KEPADA RUH dengan perintah kami. Engkau (sebelumnya) TIDAK MENGERTI APA KITAB dan APA IMAN. Tetapi, Kami menjadikan KITAB itu CAHAYA atau NUR. (jadi RUH, IMAN, KITAB itu adalah NUR atau CAHAYA). Melalui kitab itu, Kami memberikan petunjuk kepada orang-orang yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya ALLAH menunjuki kepada jalan yang lurus."

Dengan demikian, barulah kita dapat mengerti dan memahami:  BAHWA RUH itu IMAN, RUH ITU KITAB, RUH ITU NUR ATAU CAHAYA.

Hal. 4

BEGITUPUN QUR'AN:

III.

ALLAH-LAH YANG MENURUNKAN, ALLAH-LAH YANG MEMELIHARANYA, DAN DITURUNKAN KE DALAM HATI MUHAMMAD SAW DAN BAHKAN QUR'AN ITU ADALAH PERKATAAN ALLAH YANG DISAMPAIKAN OLEH NABI MUHAMMAD SAW.

FIRMAN TUHAN QS(15)9: "Inna nahnu arsalna nazzalnadz dzikra wa innaa lahuu la haafizhuun."

Artinya: "Sesungguhnya Kami MENURUNKAN QUR'AN dan KAMI yang MEMELIHARANYA."

QS(2)97: "Qul man kaana 'aduwwal li jibbriila fa innahuu nazzalahuu 'alaa qablika bi idznillahi mushaddiqal li maa baina yadaihi wa hudaw wa busyraa lil mu'miniin."

Artinya: "Katakanlah, "Siapakah udduw Jibril itu?, adakah tidak IA (ALLAH) menurunkan QUR'AN ke DALAM HATI Engkau Hai Muhammad dengan izin Allah; MEMBENARKAN KITAB terdahulu dan MENJADI PETUNJUK SERTA KABAR GEMBIRA."

QUR'AN ITU ADALAH PERKATAAN ALLAH YANG DISAMPAIKAN OLEH NABI MUHAMMAD SAW.

Firman Tuhan QS(69)40: "Innahuu la qaulu rasuulin kariim."

Artinya: "Sesungguhnya QUR'AN itu PERKATAAN PESURUHKU YANG MULIA."

Firman Tuhan QS(86)13: "Innahu laqaulun fashlun."

Artinya: "esungguhnya QUR'AN ITU BENAR-BENAR PEMISAH ANTARA YANG HAQ DAN YANG BATHIL."

Firman Tuhan QS(17)45: "Wa-idzaa qara'tal quraana ja'alnaa bainaka wabainal-ladziina laa yu'minuuna bil-aakhirati hijaaban mastuuran."

Artinya: "Dan APABILA KAMU MEMBACA QUR'AN, niscaya Kami hadirkan antara kamu dengan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; suatu DINDING PEMISAH."

NAH DISITULAH LETAK MUKJIZATNYA MUHAMMAD MELALUI QUR'AN, YANG DAPAT MENCABUT SEGALA PENYAKIT HATI.

Firman Tuhan QS(17)82: "Wa nunazzilu minal qur-aani maa huwa syifaa-uw wa rahmatul lil mu'miniina wa laa yaziiduzh zhaalimiina illaa khasaaraa."

Artinya: "Dan KAMI TURUNKAN QUR'AN UNTUK OBAT PENYAKIT HATI dan RAHMAT bagi orang MUKMIN, BAGI ORANG YANG ZALIM AKAN BERTAMBAH KERUGIANNYA."

Hal. 5

Dimana ALLAH MENCABUT SEGALA PENYAKIT HATI ITU? DI TEMPAT YANG TERTINNGGI (A'RAF, SURAT TUJUH).

Firman Tuhan QS(7)43: "Wa naza'naa maa fii shuduurihim min ghillin tajrii min tahtihimul anhaaru wa qaalul hamdu lillaahil ladzii hadaanaa li haadzaa wa maa kunnaa li nahtadiya lau laa an haadaanallaahu la qad jaa-at rusulu rabiinaa bil haqqi wa nuuduu an tilkumul jannatu uuritstumuuhaa bi maa kuntum ta'maluun."

Artinya: "Dan Kami CABUT SEGALA PENYAKIT HATI dalam DADA mereka, di bawah mereka mengalir sungai-sungai dan mereka berkata, "Segala PUJI bagi Allah yang telah MENUNJUKI KAMI kepada hal ini, dan kami sekali-kali tidak akan dapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sungguh telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa kebenaran". Itulah surga yang diwariskan kepadamu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan."

AYAT-PUN DEMIKIAN (BUKAN AYAT SURAT, TETAPI ADALAH AYAT-AYAT ALLAH).

Firman Tuhan QS(29)49: "Bal huwa aayatum bayyinaatun fii shuduuril ladziina uutul 'ilma wa maa yajhadu bi aayaatinaa ilazh zhaalimuun."

Artinya: "Bahkan QUR'AN itu AYAT-AYAT YANG NYATA, YANG JELAS YANG TERANG artinya TERSIMPAN di DALAM DADA namanya ILMU (TAHU), dan tiada yang ENGKAR KEPADA AYAT itu melainkan ORANG YANG ZALIM."

Firman Tuhan QS(18)109: "Qul law kaana albahru midaadan likalimaati rabbii lanafida albahru qabla tanfada kalimaatu rabbii walau ji'naa bimitslihi madadaan."

Artinya: "Katakanlah: "sekiranya air laut menjadi tinta untuk menulis AYAT-AYAT ALLAH, niscaya laut itu KERING SEBELUM DITULIS AYAT-AYAT ALLAH, walaupun Kami datangkan tambahan sebanyak itu lagi."

SEBAGAI BENANG-MERAHnya:

Yang amat disayangkan, KITA TELAH MEMPERKATAKAN QUR'AN, AYAT, ATAUPUN KITAB dan bahkan SUDAH SALING SALAH-MENYALAH satu sama lain, padahal KITA BELUM BETEMU DENGAN QUR'AN DAN BELUM BERTEMU DENGAN AYAT DAN DENGAN KITAB; QUR'AN ADA BENDAnya, AYAT ADA BENDAnya, KITABpun ADA BENDAnya.

QUR'AN TIDAK DAPAT DISENTUH MELAINKAN BAGI ORANG YANG TELAH BERSUCI. 

BILA QUR'AN diturunkan ke dalam BAHASA AJAM (BUKAN ARAB), tentu DIA akan berBAHASA AJAM.

Firman Tuhan QS(56)75-79: "Fa laa uqsimu bi mawaaqi'in nujuum. Wa innahuu la qasamul llau ta'lamuuna 'azhiim. innahuu la qur-aanun kariim. Fii kitaabim maknuun. Laa yamassuhuu illal muthahharuun."

Artinya: "Maka Aku bersumpah dengan tempat turunnya bintang-bintang. Dan sungguh sumpah itu kalau kamu tahu adalah sumpah yang besar, sesungguhnya dia adalah Qur'an yang MULIA, dalam KITAB yang terpelihara baik, TIADALAH YANG MENYENTUHNYA MELAINKAN MEREKA YANG BERSUCI."

SIAPA ORANG YANG BERSUCI?

BERUNTUNGLAH ORANG YANG MENSUCIKAN DIRInya yaitu DENGAN MENGINGAT DAN SHOLAT.

FIRMAN TUHAN QS(87)14-15: "Qad aflaha man tazakka. Wa dzakarasma rabbihii fa shallaa."

Firman Tuhan QS(16)98: "Fa idzaa qara'tal qur-aana fas ta'idz billaahi minassy syaithaanir rajiim."

Artinya: "APABILA ENGKAU HENDAK MEMBACA QUR'AN, BERLINDUNG DENGAN ALLAH DARI GODAAN SYETAN YANG TERKUTUK."

Itulah sebabnya pemikiran-pemikiran manusia yang mengandalkan kepintarannya MELALUI NALAR IDEA ATAUPUN DALIL AQLI, TIDAK DAPAT MENYELESAIKAN PERSELISIHAN TERSEBUT, KARENA MEREKA BELUM MENGETAHUI MANA ITU QURAN, MANA ITU KITAB, MANA ITU AYAT YANG DITURUNKAN MASING-MASING KE DALAM HATI MUHAMMAD SAW, YAITU QUR'AN; KITAB DAN AYAT DITURUNKAN KE DALAM HATI SETIAP MANUSIA.

KITAB QUR'AN yang tertulis yang kita miliki hari ini, kemudian kita membacanya; BARU DISUSUN 40 TAHUN KEMUDIAN, MENJADI SATU MUSHAF.

PERSELISIHAN yang terjadi, dapat diRASAKAN BERUPA KERAGU-RAGUAN ATAU SYAK WASANGKA di dalam hati setiap manusia. Maka sebagai akibat dari syak wasangka itu dapat menimbulkan perbuatan keji dan mungkar.

Perintah Tuhan, Kita MEMBACA KITAB:

Firman Tuhan QS(17)14-15: "Iqra' kitaabaka kafaa bi nafsikal yauma 'alaika hasiibaa. Manih tadaa yahhtadii li nafsihii wa man dhalla fa yadhillu 'alaihaa wa laa taziru waaziratuw wizra ukhraa wa maa kunnaa mu'adzdzibiina hattaa nab'atsa rasuula."

Artinya: "Bacalah KITAB yang ADA PADA TUBUHMU, CUKUP ENGKAU SENDIRI YANG MEMBACANYA PADA HARI INI, MENGHITUNG AMALANMU SENDIRI. Barangsiapa yang mengikuti petunjuk, sesungguhnya petunjuk itu bagi dirinya, dan barangsiapa yang tersesat, maka sesungguhnya kesesatan itu atas dirinya. Dan tidaklah seseorang yang berdosa akan memikul dosa orang lain. Dan Kami utus Rasul."

Keragu-raguan yang terjadi dalam diri kita, dapat didengar sebagai sebuah BISIKAN SYETAN SEBANGSA JIN DAN MANUSIA. Itulah yang menimbulkan ADANYA PENYAKIT HATI TERSEBUT.

Firman Tuhan QS(2)10: "Fii quluubihim maradhun fa zaadahumullahu maradaw wa lahum 'adzaabun bi maa kaanuu yakhzibuun."

Artinya: "DALAM HATI MEREKA ADA PENYAKIT, yaitu PENYAKIT SYAK WASANGKA dan bagi mereka azab yang pedih disebabkan apa-apa yang telah mereka dustakan."

PENYAKIT HATI INILAH SEBAGAI PENYEBAB PERSELISIHAN YANG DIMULAI DARI DALAM DIRINYA SENDIRI, kemudian melebar MENIMBULKAN PERSELISIHAN MANUSIA DENGAN MANUSIA, yang tidak pernah berhenti dan tidak dapat diselesaikan dengan HANYA MELALUI PETUNJUK, SARAN DARI MANUSIA KE MANUSIA.

Hal. 5

IV.     T E L A A H A N

Yang terlupakan adalah: DIA-NYA ALLAH YANG MENJADIKAN KAMU, DI ANTARAMU ADA YANG KAFIR DAN ADA YANG MUKMIN.

Firman Tuhan QS(64)2: “Huwal ladzii khlaqakum fa minkum kaafiruw wa minkum mu’minuw wallaahu bi maa ta’maluuna bashii."

Artinya: DIA YANG MENJADIKAN KAMU DI ANTARA KAMU (BUKAN DI ANTARA KAMU-KAMU, tetapi di dalam diri kamu masing-masing), ada yang KAFIR dan ada yang MUKMIN. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."

Karena itu, TIDAK SEIMBANG DENGAN KATA-KATA YANG TERDAPAT DALAM QUR'AN; BILA KITA HENDAK MENGKAJI ORANG LAIN SEDANGKAN KITA LUPA DIRI KITA SENDIRI.

"KAJILAH dulu DIRI KITA, JANGAN MELIHAT KELUAR KEPADA ORANG LAIN, bahwa: DI ANTARAMU (TERTUJU KEPADA TUBUH SEBATANG), ADA YANG KAFIR DAN ADA YANG MUKMIN.

Inilah yang  MENYEBABKAN UMAT ISLAM ITU TIDAK SEIMBANG (TIDAK DAPAT BERSATU).

Firman Tuhan QS(2)44: "A ta'muruunan naasa bil birri wa tansauna anfusakum wan antum tatluunal kitaaba a fa laa ta'qiluun."

Artinya: "Kenapa engkau menyuruh MANUSIA berbuat kebajikan, engkau LUPA DIRI engkau sendiri, sedang engkau membaca KITAB Tuhan, adakah tidak engkau BERAKAL?"

MANA YANG KAFIR?

Firman Tuhan QS(100)6: "Innal insaana li rabbihii la kanuud", SESUNGGUHNYA MANUSIA itu KAFIR atau ENGKAR kepada Tuhannya.

TERNYATA MANUSIA ITU KAFIR BAHASA ARAB, ENGKAR BAHASA INDONESIA; SEBAB SESUNGGUHNYA KAMI JADIKAN MANUSIA KAFIR (ENGKAR KEPADA TUHANNYA) DAN BERSIFAT KELUH KESAH SUKA MENANTANG; BILA DIA MENDERITA, DIA BERPUTUS ASA, BILA DIA MENDAPAT KESENANGAN ATAU KAYA, DIA MENJADI KIKIR. QS(70)19-20: "Innal insaana khuliqa haluu'aa. Idzaa massahusy syarru jazuu'aa."

MANA  YANG MUKMIN?

ABDI FILQALBIL MU'MINIIN artinya HAMBAKU DALAM HATI MEREKA NAMANYA MUKMIN. DIA TIDAK LAKI-LAKI, TIDAK PEREMPUAN. ADA DALAM DADA LAKI-LAKI DAN ADA DALAM DADA PEREMPUAN. YANG LAKI-LAKI PEREMPUAN ITU ADALAH JASMANIAHNYA.

YANG KAFIR, ITULAH YANG SALAH (YANG BATHIL), BERASAL DARI KEDUA IBU BAPAK.

YANG MUKMIN, ITULAH YANG BENAR (YANG HAQ) BERASAL DARI TUHAN YANG SATU.

Firman Tuhan QS(49)13: “Yaa ayyuhan naasu innaa khalaqnaakum min dzakariw wa untsaa wa ja’alnaakum syu’uubaw wa qabaa-ila li ta’aarafuu inna akramakum ‘indallaahi atqaakum innallaaha ‘aliimun khabiir.”

Artinya: “Hai sekalian manusia, sesungguhnya Kami MENCIPTAKAN KAMU DARI SEORANG LAKI-LAKI DAN SEORANG PEREMPUAN, dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya SEMULIA-MULIA kamu DI SISI ALLAH ialah yang lebih TAQWA di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti."

DIMANA MANUSIA DI BINA?

Jawabnya, DI DALAM RAHIM SEORANG WANITA (IBU);

QS(3)6: Huwal ladzii yushawwirukum fil arhaami kaifa yasyaa-ulaa ilaaha illaa huwal 'aziizul hakiim."

Artinya: "Dialah yang MEMBENTUK KAMU DALAM RAHIM-RAHIM sebagaimana yang Dia kehendaki. Tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

DIMANA MUKMIN ITU?

QS(32)9: “Tsumma sawwahu wa nafakha fiihi mir ruuhihii wa ja’ala lakumus sam’a wal abshaara wal af idata qaliilam maa tasykuruun."

Artinya: “Aku SEMPURNAKAN KEJADIAN MANUSIA, AKU TIUPKAN RUH, AKU BERIKAN PENDENGARAN, PENGLIHATAN DAN HATI. NAMUN SEDIKIT SEKALI MANUSIA BERTERIMA KASIH."

BAGAIMANA KITA MENGETAHUI ADANYA YANG BENAR (MUKMIN) DALAM HATI KITA?

Firman Tuhan QS(6)73, QS(32)6, QS(13)9, QS(59)22, QS(64)18: "...'aalimul ghaibi wasy syahaadati...".

ARTINYA YANG GAIB ITU, (YANG TERSEMBUNYI ITU, ADA DALAM HATI), MENJADI SAKSI ATAS KESALAHAN MANUSIA DIRI NYA SENDIRI (BUKAN MANUSIA LAIN).

Firman Tuhan QS(2)143: "Wa kadzaalika ja'alnaakum ummatan wasathan litakuunu syuhadaa-a 'alannaasi wayakuunar rasuulu 'alaykum syahiidan wamaa ja'alnaal qiblata aallati kunta 'alaihaa lina'lama man yattabi'ur rasuula mimman yanqalibu 'alaa 'aqibayhi wa-in kaanat lakabiiratan illaa 'alaa alladziina hadaa allaahu wamaa kaana allaahu liyudhii'a iimaanakum inna allaaha bialnnaasi larauufun rahiimun."

Artinya: "Demikian Kami jadikan engkau UMAT MULIA (UMAT PERTENGAHAN), MENJADI SAKSI TENTANG KESALAHAN MANUSIA DIRI KAMU SENDIRI (BUKAN MANUSIA LAIN), dan adalah RASUL MENJADI SAKSI ATAS PERBUATAN KAMU. Dan Kami tidak menjadikan kiblat yang dahulu melainkan agar Kami mengetahui orang-orang yang mengikut RASUL daripada orang yang berpaling imannya. Dan sungguh kiblat itu amat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak menyia-nyiakan iman kamu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia."

Firman Tuhan QS(2)144: "Qad naraa taqalluba wajhika fissamaa-i fa la nuwalliyannaka qiblatan tardhaahaa fa walli wajhaka syathral masjidilharaami wa haitsu maa kuntum fa walluu wujuuhakum syathrahuu wa innal ladziina uutul kitaaba la ya'lamuuna annahulhaqqu mir rabbihim wa mallaahu bighaafilin 'am maa ya'muuun."

Artinya: "Sesungguhnya Kami melihat WAJAHMU menengadah ke langit, maka SUNGGUH KAMI PALINGKAN ENGKAU KE ARAH KIBLAT YANG ENGKAU MENYUKAINYA. Maka PALINGKANLAH WAJAHMU KE ARAH MASJIDIL HARAM. Dan dimana saja kamu berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab (Taurat dan Injil) mengetahui bahwa, (berkiblat ke Masjidil Haram) adalah benar dari Tuhan mereka, dan Allah tidak lalai dari apa yang mereka kerjakan."

AKAN TETAPI AHLI KITAB TIDAK AKAN MENGIKUTI KIBLAT KE MASJIDIL HARAM.

Firman Tuhan QS(2)145: "Wala-in ataital-ladziina uutuul kitaaba bikulli aayatin maa tabi'uu qiblataka wamaa anta bitaabi'in qiblatahum wamaa ba'dhuhum bitaabi'in qiblata ba'dhin wala-iniittaba'ta ahwaa-ahum min ba'di maa jaa-aka minal 'ilmi innaka idzan laminazh-zhaalimiin(a)."

Artinya: "Dan sesungguhnya, jika kamu memberikan keterangan kepada AHLI KITAB, MEREKA TIDAK AKAN MENGIKUTI KIBLATMU, dan kamu pun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebagian dari mereka pun, tidak mengikuti kiblat sebagian yang lain. Dan sesungguhnya, jika kamu mengikuti keinginan mereka, setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu, termasuk golongan orang-orang yang zalim."

OLEH SEBAB ITU, MUKMIN YANG DATANG DARI TUHAN, TIDAK MAU DUSTA. MAKA, YANG BENAR ITU MENJADI SAKSI ATAS KESALAHAN MANUSIA, DIRI KITA SENDIRI. ITULAH SEBABNYA KITA TIDAK DAPAT MENJADI SAKSI ATAS KESALAHAN ORANG LAIN. Dan kita TIDAK DAPAT MENDUSTAKAN DIRI KITA SENDIRI.

BAHWA OLEH SEBAB ITU, ALLAH TIDAK MELIHAT RUPAMU DAN AMALMU, HANYA ALLAH MELIHAT PADA HATIMU DAN NIAT KAMU; ARTINYA, YANG BERNIAT DALAM HATI ITU YANG DILIHAT OLEH ALLAH; KITA SENDIRI DAPAT MENDENGAR, DAPAT DIRASA DAN ITULAH YANG DILIHAT OLEH TUHAN.

Hadits Riwayat Muslim: “Innallaha la yanzuru ila suarikum wa amwalukum, wa lakin yanzuru ila qulubikum wa a’malikum."

WALAU BAGAIMANA KITA MENGINDAHKAN ATAU MEMBENARKANNYA, KITA TETAP DAPAT MENGETAHUI SEPERTI APA NIAT ITU, APAKAH KAMU ITU BERPURA-PURA ATAU TIDAK.

ITULAH SEBABNYA MAN ARAFA NASFAHU FAQAD ARAFA ROBBAHU HARUS DIPAHAMI, ARTINYA BARANG SIAPA KENAL DIRINYA, SESUNGGUHNYA KENAL AKAN TUHANNYA.

KAMU MENYURUH ORANG BERBUAT BAIK, tapi PERBUATANNYA TIDAK COCOK DENGAN APA YANG DI-IKRAR DAN DI AMALKAN.

Firman Tuhan QS(94) ayat 7-8: "Fa idzaa faraghta fan shab. Wa ilaa rabbika far ghab."

Artinya: "Maka apabila engkau telah selesai bertabligh, berbuatlah dengan sungguh-sungguh, mulai dengan diri sendiri, contoh mencontohkan KEPADA ALLAH HENDAKNYA ENGKAU BERHARAP."

HADITS: IBDA' BINAFSIKUM, Artinya MULAI DARI DIRI SENDIRI, DAN HENDAKNYA SALING CONTOH MENCONTOHKAN.

Hal. 7

YANG DIKEHENDAKI adalah berpegang teguhlah semuanya hai manusia kepada kepercayaan Tuhan yang termaktub di dalam hati (yang tersimpan dalam hati) sebab dia TIDAK PERNAH DUSTA, apa yang dibuatnya, apa yang dikatakannya dia TIDAK PERNAH BOHONG, TIDAK MAU MENYINGGUNG PERASAAN ORANG LAIN,  BAHKAN SEBELUM ORANG LAIN TERSINGGUNG, KITA LEBIH DAHULU TERSINGGUNG, YANG MEMBUAT KITA MENJADI GELISAH.

Oleh sebab itu, KALAU MANUSIA MAU BENAR, TURUT KATA APA YANG DALAM HATI, TURUT PERINTAHNYA, BAGI DIRI MASING-MASING.

MAKA OLEH SEBAB ITU BATAS ANTARA ISLAM DENGAN KAFIR ADALAH SHOLAT, "Inna bainar rojuli islam wa bainas syirki wal kufri tarkas sholati". Artinya: "BATAS ANTARA ISLAM DENGAN KAFIR ADALAH SHOLAT."

AGAMA ITU ADALAH NASEHAT;

BERWASIATLAH (SALING NASEHAT MENASEHATI) KAMU DENGAN KESABARAN DAN BERWASIATLAH KAMU DENGAAN YANG BENAR.

Firman Tuhan QS(103): "Illal ladziina aamanuu wa 'amilushshaaalihaati wa tawaashau bil haqqi wa tawaashau bish shabr."

Hendaklah UMAT ISLAM YANG BERIMAN DAN BERTAQWA KEPADA ALLAH, JURU DAKWAH BEGITUPUN PARA ULAMA, hendaklah benar-benar mengetahui apa itu QUR'AN , apa itu AYAT, apa itu KITAB; supaya betul-betul DAPAT BERPEGANG KEPADA DUA PUSAKA ABADI QUR'AN DAN SUNNAH (HADITS). BUKAN BERPEGANG KEPADA KATA-KATA, BUKAN BERPEGANG KEPADA TULISAN, BERPEGANGLAH KEPADA APA YANG DITERANGKAN DALAM TULISAN YANG ADA DI DALAM KITAB YANG DITULIS OLEH TANGAN MANUSIA.

Firman Tuhan QS(18)1: "Alhamdu lillaahil ladzii anzala 'alaa 'abdihil kitaba wa lam yaj'al lahuu 'iwajaa."

Artinya: "Segala PUJI BAGI ALLAH yang TELAH MENURUNKAN KITAB dan TIADA TERDAPAT DI DALAMNYA PERLAWANAN ATAU BENGKOK."

Seandainya terjadi perlawanan atau bengkok dalam hati-nya tentulah akan terjadi pendustaan, pembohongan.

Tuhan MENGHENDAKI kepada ORANG YANG BERIMAN DAN BERTAQWA SERTA PARA ULAMA, dapat mewujudkannya: "Hendaknya BERTOLONG-TOLONGLAH KAMU DENGAN JALAN KEBAJIKAN DAN TAQWA, DAN JANGAN BERTOLONG-TOLONG DENGAN JALAN KEJAHATAN DAN DOSA.

Kalau memang kita seorang YANG BERIMAN DAN BERTAQWA DAN SEORANG ULAMA, SEMESTINYA LURUS; TIDAK BOLEH BENGKOK HATINYA.

QS(5)2: ".....wa ta'aawanuu 'alal birri wat taqwaa wa laa ta'aawanuu 'alal itsmi wal 'udwaani wat taqullaaha innallaaha syadiidul 'iqaab".

Oleh sebab itu RENDAHKANLAH SAYAPMU, BERHINA DIRI DAN JANGAN SOMBONG KEPADA ORANG YANG BERIMAN.

Firman Tuhan QS(15)88: "...wakh fidh janaahaka lil mu'miniin."

KALAU KITA SOMBONG, SIAPA LAGI YANG MENUNJUKI KITA?

Karena itu bersabarlah: "KARENA ORANG SABAR SERTA ALLAH, ORANG TAQWA MENDAPAT PETUNJUK."

Firman Tuhan QS(9)11: "Fa in taabuu wa aqaamush shalaata wa aatawuz zakaata fa ikhwaanukkum fid diini wa nufashshilul aayaati li qaumiy ya'lamuun."

Artinya: "Mereka yang berTAUBAT, MENDIRIKAN SHOLAT, MENGELUARKAN ZAKAT (DALAM SHOLAT), maka mereka adalah SAUDARA KANDUNG DALAM AGAMA. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mau berfikir."

OLEH SEBAB ITULAH SYAK WASANGKA ITU DOSA, MAUKAH KAMU MEMAKAN BANGKAI SAUDARAMU YANG TELAH MATI?

Firman Tuhan QS(49)11-12: "Ya ayyuhal ladz'iina aamanuu laa yaskhar qaumum min qaumin 'asaa ay yakuunuu khairam minhum wa laa nisaaum min nisan-in 'asas ay yakunna khairamminhunna wa laa talmizuu anfusakum wa laa tanaabazuu bil alqaabi bi'sal ismul fusuuqu ba'dal iimaani wa mal lam yatub fa ulaa-ika humuzh zhaalimuun. Yaa ayyuhal ladziina aamanuj tabibuu katsiiram minazh zhanni inna ba'dhazhzhanni itsmuw wa laa tajassasuu wa laa yaghtab ba'dhukum ba'dhan a yuhibbu ahadukum ay ya'kula lahma akhiihi maitan fa karihtumuuhu wat taqullaaha innallaaha tawwaabur rahiim."

Artinya: "Hai sekalian orang-orang yang beriman, janganlah satu kaum mengolok-olokkan kaum yang Iain, boleh jadi mereka (kaum yang mengolok-olokkan itu) lebih baik dari mereka (yang memperolok-olokkan), dan jangan (pula) perempuan-perempuan mengolok-olokkan perempuan-perempuan (yang lain), boleh jadi perempuan-perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang memperolok-olokkan), dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri, dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk, seburuk-buruk Nama (panggilan) ialah panggilan fasik sesudah beriman. Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kamu mencari keburukan orang dan janganlah sebahagian kamu menggunjing atas sebahagian yang lain. Adakah di antara kamu suka memakan daging saudaranya yang mati? Maka kamu membencikannya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."

Firman Tuhan QS(5)32: "Min ajli dzaalika katabnaa 'alaa banii israa-iila annahuu man qatala nafsam bi ghairi nafsin au fasaadin fil ardhi fa ka annamaa qatalan naasa jamii'aw wa man ahyaahaa fa ka annamaa ahyan naasa jamii'aw wa la qad jaa-at-hum rusulunaa bii bayyinaati tsumma inna katsiiram  minhum ba'da dzaalika fil ardhi la musrifuun.@

Artinya: "Karena itu Kami tetapkan kepada Bani israil bahwa yang membunuh seorang manusia bukan karena hukuman pembunuhan, atau karena membuat bencana di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupap manusia seluruhnya. Dan sesungguhnya telah datang rasul-rasul Kami kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan, kemudian sesungguhnya banyak di antara mereka sesudah itu melampaui batas di bumi."

Hal. 8

V.

Nyatalah amalan-amalan yang kita perbuat selama ini: "SEBENARNYA BANYAK BERTENTANGAN DENGAN QURAN DAN SUNNAH (HADITS)".

KENYATAAN, KITA BANYAK BERTOLONG-TOLONG DENGAN JALAN KEJAHATAN DAN DOSA, PADAHAL YANG DISURUH BERTOLONG-TOLONGLAH DENGAN JALAN KEBAJIKAN DAN TAQWA.

KITA DISURUH MENGHENTIKAN SESUATU YANG DILARANG, TAPI PADA KENYATAANNYA KITA MENGHENTIKAN BARANG YANG DISURUH, MEMPERBUAT BARANG YANG DILARANG.

YANG TERJADI: "AMAR MUNKAR NAHI MA'RUF", MENGERJAKAN BARANG YANG DILARANG, MENGHENTIKAN BARANG YANG DISURUH.

Islam sesama islam SALING TUDUH MENUDUH dan SALING SALAH MENYALAH.

Oleh sebab itu,

JANGANLAH KITA HENDAK MEMPERBAIKI ORANG LAIN, TETAPI DIRI KITA SENDIRI YANG WAJIB DIBETULKAN LEBIH DULU, MENJADI CONTOH-MENCONTOHKAN SATU SAMA LAIN.

Hendaklah seorang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, juru dakwah serta seorang ulama, TENTU IA TOLONG BERTOLONGAN DI JALAN KEBAJIKAN DAN TAQWA DAN TIDAK BERTOLONG-TOLONGAN DI JALAN KEJAHATAN ATAU DOSA. QS(5)2: ".....wa ta'aawanuu 'alal birri wat taqwaa wa laa ta'aawanuu 'alal itsmi wal 'udwaani wat taqullaaha innallaaha syadiidul 'iqaab".

VI.

PERTANYAANNYA, KENAPA TERJADI PERPECAHAN DAN KERESAHAN ?

Sebabnya: MANUSIA HENDAK MEREBUT KEKUASAAN DUNIA.

Yang diharapkan ALLAH adalah: "ISLAM BERSATU DENGAN KESATUAN YANG KUAT KOKOH (itu URWATUL USQA)".

Pada kenyataan yang terjadi, di waktu kita berkumpul, kenyataannya KITA BERSATU, APABILA BERPISAH, maka BERUBAH-LAH HAKEKAT DAN I'TIKAD KITA KEPADA ALLAH DAN RASULNYA.

Hendaknya kita tahu pahami bahwa Qur'an diturunkan GUNANYA untuk menjadi OBAT PENYAKIT HATI DAN RAHMAT BAGI ORANG BERIMAN. Orang yang zalim (orang yang aniaya) akan bertambah kerugiannya. Apabila berpisah "TIMBUL-lah PENYAKIT HATI".

Firman Tuhan QS(17)82: "Wa nunazzilu minal qur'aani maa huwa syifaa-uw wa rahmatul lil mu'miniina wa laa yaziiduzh zhaalimiina illaa khasaaraa". Artinya: "Dan Kami turunkan QUR'AN untuk OBAT PENYAKIT HATI dan RAHMAT bagi orang mukmin, dan bagi orang yang zalim bertambah kerugiannya."

PENYAKIT HATI ITU MEMANG SANGAT BERAT SEKALI. DIA TERSEMBUNYI, TIDAK ADA ORANG YANG MENGETAHUINYA SELAIN DIRI KITA SENDIRI.

Firman Tuhan QS(2)10: "Fii quluubihim maradhun fazaada humullaahu maradhaw wa lahum 'adzaabun aliimum bi maa kaanuu yakdzibuun."

Artinya: "Dalam hati mereka itu ada PENYAKIT, PENYAKIT SYAK WASANGKA, IRI dan DENGKI kepada orang lain TANPA SEBAB. Bukannya Allah mengurangi, bahkan menambahnya dengan SIKSA YANG PEDIH."

Ditambah oleh Nabi bahwa YANG DUSTA ITU BUKAN UMATKU.

Artinya, mereka TELAH MENGELUARKAN DIRI dari umat Muhammad.

TIDAKLAH DUSTA HATI ITU APA-APA DILIHATNYA. QS(53)11: "Ma kadzabal fu-aadu maa ra-aa."

BILA KITA PERHATIKAN DALAM SETIAP KESEMPATAN BERBICARA ATAU BERTABLIGH, SEMUA PERKATAAN BERDASARKAN DENGAN QUR'AN DAN HADITS. AKAN TETAPI APABILA DITINJAU DARI AMALANNYA DAN PERBUATANNYA BERTENTANGAN DENGAN IKRARNYA, LAIN IKRAR-LAIN PULA AMALANNYA, MAKA BERTENTANGANLAH DENGAN HATINYA.

Hal. 8

KESIMPULAN:

1. Berpegang teguhlah dengan DUA PUSAKA ABADI yaitu Quran dan SunnahNya (hadits);

2. JANGAN BERPEGANG DENGAN TULISAN. Carilah QURAN YANG PUNYA PERKATAAN, QS(69)40: "Innahuu la qaulu rasuulin kariim". Artinya: "Sesungguhnya Qur'an itu PERKATAAN PESURUHKU YANG MULIA".

3. JANGAN SUKA SALAH-MENYALAH, bertolong-tolonglah dengan JALAN KEBAJIKAN dan TAQWA dan JANGAN bertolong-tolong dengan JALAN KEJAHATAN atau DOSA;

4. Berwasiatlah dengan yang benar dan sabar;

5. SHOLAT (ALA SHOLATIN DAIMUN DAN SHOLAT LIMA WAKTU) TIDAK BOLEH DITINGGAL. SHOLAT adalah AMALAN YANG BERSIFAT FARDHU 'AIN. Artinya amalan yang TIDAK DAPAT DIGANTIKAN ORANG LAIN, WAJIB ATAS DIRINYA MASING-MASING.

Demikian disampaikan, sebagai BAHAN PERTIMBANGAN guna MEMPEROLEH KEBENARAN YANG SESUNGGUHNYA.

Wabillahi taufiq wal hidayah. Ass. Wr. Wb.

AR Yusuf

Sponsored
The Money Fight

KATA KUNCI : , ,
Agama