Agama

Menag: Nyepi jangan hanya jadi ritual

4.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
05:31
28 MAR 2017
Dok. Lukman Hakim Saifuddin
Editor
Sumber
Rimanews

Rimanews - Perayaan Nyepi jangan hanya menjadi ritual semata, tapi harus dijadikan momentum menyelami jejak sejarah lahirnya kearifan-kearifan masa lalu para pendiri bangsa, termasuk para mahakawi melalui karya sastranya, kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Dalam sambutannya pada upacara Tawur Agung Kesanga Nasional di pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, seperti dikutip dari laman Kemenag kemarin, Lukman berharap Tawur Agung Kesanga tidak hanya dimaknai sebagai upacara Bhuta Yadnya, tetapi juga diambil maknanya sebagai penuntun moralitas dalam memperkuat bhakti dan sradha.

Hari Raya Nyepi tahun 2017, tahun Caka 1939, akan jatuh pada hari ini. Saat Nyepi, umat akan menjalani Catur Brata Penyepian, yaitu amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja) amati lelanguan (tidak bersenang-senang) dan amati lelungan (tidak bepergian).

"Melalui pengorbanan berupa caru kepada alam semesta, upacara Tawur Agung Kesanga diharapkan memberikan spirit baru bagi umat Hindu untuk memberikan penghargaan kepada alam, sekaligus pada saat bersamaan menghargai setiap pemberian alam untuk dijadikan media berkarma yang baik dalam kehidupan," kata Lukman.

Upacara Tawur Kesanga Nasional, Panca Kelud Yamaraja Dirhayusa Bumi tahun ini mengusung tema "Jadikan Catur Brata Penyepian Memperkuat Toleransi Kebhinnekaan Berbangsa dan Bernegara Demi Keutuhan NKRI".

Lukman menilai, tema tersebut relevan dengan upaya bersama memantapkan toleransi dan kerukunan antarumat beragama serta kedamaian antarsesama umat manusia. Tema ini bahkan sangat tepat dikumandangkan secara luas sebagai tameng kokoh mengantisipasi banyaknya peristiwa intoleransi yang menciderai harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Saya sangat berharap, tema besar perayaan Nyepi tahun ini benar-benar menjadi buku manual yang tidak hanya bersifat filosofis tetapi juga konkret untuk mewujudkan toleransi dan kerukunan umat beragam," kata Lukman.

Kesadaran moral seperti itu, menurut Lukman, akan menjadi langkah awal yang baik bagi umat Hindu untuk mempersiapkan diri, baik sebelum maupun setelah hari raya Nyepi.

Wakil Gubernur Yogyakarta, Sri Paduka Paku Alam X menegaskan dalam kegiatan keagamaan seperti Nyepi, umat dapat dipetik mutiara kehidupan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. "Tawur Agung Kesanga penting untuk menyeimbangkan dan melepaskan sifat-sifat serakah manusia," kata Paku Alam.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
22 Juni 2017 | 07:00
Orang sukses pasti mudik
20 Juni 2017 | 06:24
Menjemput taubat
17 Juni 2017 | 19:29
Keutamaan Ramadhan
29 Mei 2017 | 10:59
Romansa Ramadhan
28 Mei 2017 | 18:03
Buka puasa ala warga Istanbul
26 Mei 2017 | 17:16
MUI pantau tayangan Ramadhan
Agama