Agama

Bagaimana seharusnya umat Islam berperilaku terhadap sesama manusia?

22.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:32
13 APR 2017
Dok: Dr. AR Yusuf
Editor
Dhuha Hardiansyah
Sumber
Rimanews

PENDAHULUAN:

Sebelum MANUSIA dilahirkan ke dunia; TIDAK ADA SEORANGPUN yang menghendaki dilahirkan di satu daerah TERTENTU, di satu Bangsa,di satu Negara manapun. 

Oleh karena itu pandangan kita terhadap sesama manusia dengan manusia lainnya; sudah seWAJARnya; sikap saling toleran satu sama lain-sopan-santun-saling menghormati- menghargainya.

MANUSIA YANG LAHIR DARI BERBAGAI DAERAH DAN BANGSA ITU SELURUHNYA LAHIR ATAS KEHENDAK ALLAH SEMATA-MATA; Bukan Atas Kehendak Manusia ataupun atas kehendak Ilmu-Pengetahuan.

Oleh Karena MANUSIA UMAT YANG SATU; dijadikan ALLAH dari KEDUA-IBU-BAPAK; 
JADI katakanlah: "MANUSIA SATU UMAT; UMAT MANUSIA NAMANYA.

Karena itu, BILA KITA BERPRASANGKA SAJA, DOSA-HUKUMNYA:

"Mau kamu memakan daging saudaramu yang telah mati? 

QS(49)11-12.

Satu orang kamu bunuh, sama dengan membunuh semua orang-satu orang kamu benci,sama dengan membenci semua-satu orang kamu berbuat baik, sama dangan berbuat baik kepada semua orang. 

QS(5)32.

BOLEH JADI KAMU MEMBENCI SESUATU, PADAHAL IA AMAT BAIK BAGIMU, dan BOLEH JADI KAMU MENYUKAI SESUATU, PADAHAL IA AMAT BURUK BAGIMU; ALLAH MENGETAHUI, sedang KAMU TIDAK MENGETAHUI.

QS(2)216;


Begitulah Allah memberi peringatan kepada setiap MANUSIA.

ALLAH MEMBERIKAN PERINGATAN KEPADA MANUSIA DIMANAPUN IA BERADA.

OLEH KARENA ITU HENDAKLAH:

"YANG TUA DIMULIAKAN, YANG SAMA BESAR DIHORMATI, YANG KECIL DIKASIHI."

Ingatlah bahwa: 

"Allah menjadikan MANUSIA itu SATU UMAT; TUHANNYA SATU.

Maka Allah mengutus para aulia-ambiya dalam bahasa kaumnya,supaya kaumnya mengerti dan memahami maksud Tuhan terhadap ciptaanNya.

QS(14)4.

NAMUN SUARA HATI ITU SAMA KARENA BERASAL DARI SUARA RUH YANG SAMA; itulah sebabnya "ALLAH TIDAK MELIHAT RUPAMU DAN AMALMU HANYA ALLAH MELIHAT pada HATIMU dan NIAT KAMU;  YANG BERNIAT DALAM HATI ITULAH YANG DILIHAT OLEH ALLAH"

Lalu karena Manusia "SUKA BERSELISIH", maka ALLAH MENGUTUS para Nabi- Rasul; 313 orang Rasul-Rasul; Alaihissalam-disingkat dengan a.s.

Yang DIRASULKAN ALLAH HANYA SATU -itulah MUHAMMAD RASULULAH shalallahu alaihi wasallam; SAW. 

QS(21)92, QS(23)52, QS(10)19, QS(11)118-119 dan QS(2)213.

RUH juga satu NAMAnya MUKMIN. MUKMIN itu BERSAUDARA - 
oleh karena itu,"TIDAK ADA RUH/MUKMIN YANG KAFIR".

QS(49)10.

Msnusia DIJADIKAN Allah dari PERANTARA KEDUA IBU-BAPAK; 
RUHpun JUGA DARI ALLAH.


QS(49)13:

'KAMI jadikan MANUSIA (TIDAK ADA DISEBUTKAN TERTUJU KEPADA SATU DAERAH, SATU BANGSA, SATU NEGARA MANAPUN); 
artinya manusia yang berada di seluruh dunia. 

Kami yang menjadikannya dari seorang laki-laki dan seorang perempuan; BERBANGSA-BANGSA, BERMACAM-MACAM UMAT- BERDUSUN-DUSUN; BERLAINAN BAHASA; GUNANYA UNTUK SALING KENAL-MENGENAL SATU SAMA LAIN (BUKAN UNTUK SALING MEMBENCI, SALING MENGHINA, dan SALING MERENDAHKAN-SALING BERMUSUHAN dll); akan tetapi untuk saling HORMAT-MENGHORMATI, SAYANG-MENYAYANG satu sama lain. 

Namun, "YANG MULIA DI-SISI ALLAH ADALAH ORANG TAQWA".

Orang taqwa artinya fa innaha min taqwal qulub; PERBUATAN ITU TERBIT DARI HATI YANG TAQWA; yang dalam hati itulah yang taqwa; itulah RUHANIAH yang berada pada tiap-tiap manusia; TIDAK LAKI-TIDAK PEREMPUAN, ada dalam Hati setiap manusia; YANG LAKI-PEREMPUAN itu MANUSIANYA. 

Yang berada di seluruh penjuru dunia yang tidak membedakan bangsa dan bahasanya:
"BERNAMA RUH"

Dengan Ruh itulah, Allah menyempurnakan kejadian manusia. 

Seandainya Allah TIDAK MENIUPKAN RUH KEPADA MANUSIA; maka seluruh organ yang ada pada tiap manusia TIDAK ADA DAYA UPAYA DAN TIDAK ADA NILAINYA. 

Kita tidak AKAN dapat berpikir tanpa ruh, kita tidak akan dapat melihat tanpa ruh, tidak akan dapat mendengar, tidak akan dapat mencium, berkata, merasa, dan tidak dapat menggerakkan anggota tubuh.

Karena itu RUH PERLU DIPELIHARA dengan BAIK menurut ketentuan Tuhan.

QS(32)9. 

Dengan demikian, persoalan agama sangat tertuju kepada PENYELAMATAN MANUSIA MELALUI PERAN RUHANIAH yang DIATUR OLEH TUHAN. 

Sebab ruh-lah yang berjasa mengaktifkan otak manusia sehingga kita dapat berpikir; ruh-lah yang mengaktifkan penglihatan, pendengaran, penciuman, perkataan, dan perasaan; sehingga TERWUJUD-lah apa yang kita kenal dengan "SAINS DAN TEKNOLOGI atau ILMU PENGETAHUAN".

Jadi Ruh itulah Sumber daya manusia; TANPA RUH MANUSIA TIDAK BERDAYA.

Seharusnyalah sains dan teknologi sebagai produk daripada Ruh; akan memperoleh efisiensi yang tinggi; bila dalam me-manage sesuatu, termasuk KEUANGAN akan tinggi efisiensi; bila RUHNYA DI URUS OLEH TUHAN, BUKAN oleh KEPINTARAN SAINS DAN TEKNOLOGI. 


TELAAHAN

PERINGATAN TUHAN;

BAHAN PERTIMBANGAN:

1. Allah TIDAK PERNAH MENULIS DI ATAS KERTAS.

QS(6)7;

2. MUHAMMAD SAW pun TIDAK PERNAH MENULIS DENGAN TANGAN KANANNYA; 

QS(29)48. 

Dengan MAKNA kedua firman di atas, 
dapat dimengerti, ORANG YANG MENDENGAR PERKATAAN MUHAMMAD SAW, itulah yang MENCATAT (MENULIS dan MENYUSUNNYA; 40 TAHUN DISUSUN MENJADI 1 (SATU) MUSHAF).

Apa-apa yang telah dijelaskan dalam firman Tuhan yang dirangkum dalam kitab Quran dan Hadits; lain tidak MEMBICARAKAN tentang BAGAIMANA mengatur KEHIDUPAN MANUSIA di atas dunia ini SECARA BERKEPATUTAN; artinya SALING HORMAT-MENGHORMATI, SAYANG MENYAYANG-RUKUN-DAMAI satu sama lain; SELAMAT DAN BERBAHAGIA DUNAI AKHIRAT.

Oleh karena itu RUH setiap manusia WAJIB DI URUS OLEH TUHAN, 

QS(17)85. 

DIMANA ALAMATNYA? 

QS(27)91, QS(3)96.

APA YANG MAU DICAPAI?  

"KEBERSIHAN HATI". 

Bila HATInya BAIK; OTOMATIS PERILAKUNYA BAIK.

BAGAIMANA CARANYA?
 
1.DZIKRI (INGAT). (bukan menyebut; menyebut perbuatan lidah; MENGINGAT itu PERBUATAN HATI), kalau disebut jauh; bila diingat dekat.

2. SHALAT. shalat juga perbuatan hati; yang berada di dalam hati itu, bernama Ruh.

QS(87)14-15. 

DIMANA MENDIRIKAN SHALAT?

QS(2)125.

BAGAIMANA HUKUMNYA BILA SHALAT TIDAK DI BAITULLAH PADA HAKEKATNYA?

QS(8)35.


Oleh SEBAB itulah amalan yang utama di dalam Agama Islam adalah SHALAT; yaitu:
"amalan yang bersifat fardhu 'ain artinya AMALAN YANG TIDAK DAPAT DIWAKILKAN KEPADA ORANG LAIN, MESTI DIRI KITA SENDIRI YANG WAJIB MENGAMALKANNYA.

Karena yang di-HISAB pertama kali adalah SHALAT; 

Hadist:

"AWWALU MAA YUHAASABU BIHIL 'ABDU INDALLAHI ASHSHALAH. 
Artinya: Awal yang dihisab itu adalah- bila baik SHALATNYA TENTU AMALAN-PERBUATAN-TINGKAH LAKUNYA PASTI BAIK,

Kenapa demikian ?


SEBAB SHALAT itu adalah TIANG AGAMA; 

Hadist:

"ASHSHALATU IMADUDDIN, FA MAN AQAMAHA FAQAD AQAMADDIN; WA MAN HADA MAHA FAQAD HADAMADDIN. 

MAKA akan cantiklah perilaku SESEORANG itu,bila Umat Islam MENGETAHUI-MENGERTI ESSENSI-SUBSTANSI SHALAT itu sendiri.

Kenapa pula demikian? 

Sebab ketika manusia hendak mengamalkannya, tidak dapat dibantu oleh orang lain dalam mempertanggung-jawabkan amalannya semasa hidup di dunia kepada Allah dan RasulNya;

QS(2)48 dan 123. 

Oleh karena itu sains dan teknologi tidak akan-TIDAK AKAN PERNAH dapat MENYELESAIKAN-MENGATUR kehidupan Ruhaniah manusia- 

WALAU BAGAIMANAPUN KEPINTARAN MANUSIA; TIDAK DAN TIDAK AKAN PERNAH BISA MENYELESAIKANNYA.

MUNGKIN SEBATAS MENGATUR BISA; TAPI BILA BERGANTI PIMPINAN- BERLAINAN PULA PERATURANNYA.(ATURANNYA). 

PADAHAL TUGAS RUH PADA SETIAP MANUSIA-TIDAK AKAN DAPAT DITAMBAH, ATAUPUN DIKURANGI USIANYA yang berada di setiap DIRI manusia di permukaan bumi ini, 

SEHARUSNYA ITU WAJIB diketahui dan DISADARI-oleh setiap manusia.

QS(7)34, QS(15)5, QS(4)78.


PERINGATAN TUHAN: 

QS(61)2-3; 

"JANGAN KAMU MENGATAKAN SESUATU YANG TIDAK KAMU KETAHUI. BESAR SEKALI BENCI ALLAH LANTARAN MEREKA MEMPERKATAKAN SESUATU PADAHAL SEBENARNYA MEREKA TIDAK MENGETAHUI APA-APA dan TIDAK MENGERTI".

Misalnya, apa itu essensi-substansi shalat? Tuhan? Kitab? Ayat? Quran? Sunnah? Iman? Taqwa? Manusia? Dan lain sebagainya, yang masih PERLU PERHATIAN YANG MENDALAM dan WAJIB KEMBALI kepada KETERANGAN YANG ADA DALAM KITAB QURAN DAN HADITS. 

Essensi Kitab: 

Peringatan Tuhan QS(2)44; ADAKAH PATUT ENGKAU MENYURUH MANUSIA BERBUAT KEBAJIKAN, ENGKAU LUPA DIRI ENGKAU SENDIRI. SEDANG ENGKAU MEMBACA KITAB TUHAN; ADAKAH TIDAK ENGKAU BERAKAL?

QS(17)14-15, QS(2)78-79, 175-176. 

Dari sanalah kita dapat menilai DIRI KITA SENDIRI; BUKAN MENUNJUK kepada ORANG LAIN; dan BUKAN - MENILAI ORANG LAIN; 

APALAH LAGI HENDAK MEMPERBAIKI DAN ATAUPUN MENGAJAR ORANG LAIN.

OLEH SEBAB ITU:

Bila kita berbicara tentang Agama; UMAT ISLAM TIDAK BOLEH BERBANTAHAN dan WAJIB KEMBALI KEPADA ALLAH dan RASULNYA melalui keterangan yang ada dalam kitab al-Quran dan Hadits.

TIDAK BOLEH KEMBALI KEPADA PENDAPAT, sebab pendapat itu berlandas kepada teks dan konteks dan kemampuan yang terbatas. Terjadi paradigma shift epistimologi. Pasti akan terjadi perbantahan yang tidak habis-habisnya. 

Sedangkan Allah menyuruh MANUSIA, bila ada perbantahan; wajib kembali kepada Allah dan RasulNya; dan PERBANTAHAN itu akan memperlemah IMAN seseorang.

QS(8)46, QS(4)59.

Itulah sebabnya: "RUHANIAH SEHARUSNYALAH DI URUS OLEH ALLAH DAN RASULNYA dan orang-orang beriman yang mendirikan shalat mengeluarkan zakat"; 

QS(21)73, QS(5)55-56. 

Kalau kita menggunakan kepintaran, DASARNYA adalah: 

DARI BUKU KE BUKU-DARI GURU KE GURU-DARI SILSILAH KE SISILAH, DARI MANUSIA KE MANUSIA, akibatnya; BERIBU MANUSIA, BERIBU PULA PENDAPATNYA.

BEGITUPUN KEHIDUPAN BERAGAMA BILA RUHNYA TIDAK DIURUS OLEH TUHAN, BERBANTAHAN, BERDEBAT TIDAK HENTI-NYA; BAHKAN SEOLAH-OLAH DIANYA SUDAH MENJADI KEPANJANGAN TANGAN TUHAN DI PERMUKAAN BUMI INI; 

SUDAH BERANI MENGKAFIRKAN ORANG LAIN-TANPA TERLEBIH DULU MEMBACA DIRI SENDIRI.

PENDAPATNYALAH YANG PALING BENAR, ORANG LAIN SALAH SEMUA.

Padahal ALLAH MENDIDIK MANUSIA MELALUI RUH dengan CARA "DARI WAHYU KE WAHYU" - BUKAN MELALUI PENDIDIKAN FORMAL, 

QS(42)51-52.
QS(53)2,3,4.

Rasa-rasanya Allah tidak pernah minta tolong kepada manusia untuk menyelesaikan PERILAKU manusia; KARENA YANG MENCIPTAKAN MANUSIA ADALAH ALLAH!

KARENA ITU ILMU PENGETAHUAN dan TEKNOLOGI TIDAK AKAN dan TIDAK AKAN PERNAH BISA sebab ILMU PENGETAHUAN TIDAK AKAN PERNAH MENJADI MANUSIA; dan MANUSIA TIDAK AKAN PERNAH MENJADI ALLAH.

BAGAIMANA CARANYA?

APAKAH ALLAH LANGSUNG TURUN KE BUMI?

Jawabnya: T I D A K.

HANYA ALLAH telah mengutus 124.313 auliya dan ambiya, dan telah habis tugas; MEMBAWA KEPADA TEMPAT DIMANA ALLAH dan RasulNya MENDIDIKNYA yaitu MELALUI RUH-Manusia, ALLAH  MENDIDIK MANUSIA dari JARAK JAUH- AGAR TERWUJUD BUDHI-AKHLAK YANG BAIK-tentu tampak dalam kehidupannya berperilaku yang baik pula. 

PERTIMBANGAN: 

RUH itu adalah NUR atau CAHAYA, dia adalah IMAN (kepercayaan ALLAH). Dengan adanya KEPERCAYAAN ALLAH itulah KITA DAPAT PERCAYA KEPADA ALLAH), RUH adalah KITAB-karena itu dapat mencatat seluruh perbuatan manusia BAIK atapun BURUK.

QS(17)14-15.


Setelah kita mengerti ESSENSI RUH itu adalah NUR-CAHAYA, maka Allah MENUNJUK pada SATU TEMPAT; DISANALAH TUHAN MENGURUS RUH, 

TUJUANNYA: 

AGAR MANUSIA memperoleh KESEMPURNAAN HIDUP-RUKUN dan DAMAI-Sopan-Santun kepada setiap manusia- 
TENTERAM-SEJUK, BAIK KELUARGA MAUPUN MASYARAKAT-BERBANGSA-BERNEGARA-SELAMAT-BERBAHAGIA DUNIA AKHIRAT. 

Tempat itulah yang kemudian dikenalkan kembali oleh Nabi Muhammad saw setelah lima abad ditinggalkan Nabi Isa as. 

TEMPAT tersebut BERNAMA BAITULLAH -BUKAN Ka'bah. Ka'bah baru dibanguan semasa Nabi Ibrahim as. 

QS(3)96 dan QS(2)127.

'Inilah mula-mula rumah yang aku nyatakan bagi manusia, berkat untuk ibadah.' Jadi setiap umat islam akan memperoleh berkah apabila dia beribadah secara hakikat di Baitullah. 

Bagaimana bentuk ibadahnya? Itulah Shalat. 

Dimana Alamat Shalat?

Jawabnya: di "BAITULLAH" tentu pada HAKIKAT-artinya dari jarak jauh karena Ruh itu NUR-CAHAYA. Itulah sebab ketika adzan Hayya 'alashshalah; kita menjawab la hawla wala quwwata illa billah; BUKAN ANA HADZA SHALAH.

QS(2)125.

Siapa yang shalat? 

adalah MUKMIN.

Mukmin itu NAMA RUH; abdi fil qalbil mu'miniin-hambaku dalam hati mereka NAMANYA MUKMIN.

Sifat Mukmin SIDDIQ AMANAH TABLIGH FATHANAH. Dia-lah kebenaran dari Tuhannya. QS(2)147.

Mukmin itulah yang SHALAT; BUKAN MANUSIA. 

QS(23)1-5.


APA SYARATNYA? WAJIB IKUT RASUL;

QS(24)56. 


Kenapa WAJIB IKUT RASUL?

SEBAB RASUL ITU SAKSI,

QS(48)8-9.

KENAPA DEMIKIAN?

SEBAB: Orang yang berjanji dengan engkau hai Muhammad, SESUNGGUHNYA BERJANJI DENGAN ALLAH; 

QS(48)10. JANJI ITU DISEBUT AKIDAH.

Ucapannya ASYHADU ANLA ILLA HA ILLA ALLAH; WA ASYHADU ANLA MUHAMMADAR RASULULLAH. 

Bentuk ikatannya adalah SHALAT.

QS(90)1-3; AKU bersumpah kata Allah bahwa Engkau hai MUHAMNAD TETAP di dalam (Baitullah) -
(TENTU BUKAN FISIK; KALAU FISIK SUDAH WAFAT; ada MAKAMnya/Kuburnya di Madinah berasal dari AMINAH DAN ABDULLAH).

Namun YANG kita PERBINCANGKAN- yang kita BICARAKAN adalah MUHAMMAD YANG DI-SHALAWAT OLEH ALLAH dan Malaikat; BUKAN MUHAMMAD KETURUNAN ABDULLAH DAN AMINAH; QS(33)40.

QS(33)56.

JANJI itulah IKATAN BATHIN (Ruh) UMAT ISLAM DENGAN hati MUHAMMAD SAW alamatnya di  BAITULLAH, WUJUDNYA "SHALAT"!

Hadits Bukhari 401:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ هَلْ تَرَوْنَ قِبْلَتِي هَا هُنَا فَوَاللَّهِ مَا يَخْفَى عَلَيَّ خُشُوعُكُمْ وَلَا رُكُوعُكُمْ إِنِّي لَأَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي

Terjemahan:

Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Yusuf] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Malik] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 

"Apakah engkau perhatikan kemana KIBLATMU? 

Demi Allah, tidak lepas dari penglihatanku cara-caramu khusyuk dan rukuk. Sesungguhnya khusyuk dan rukukmu di belakangku ku lihat (ADA KAMU DI BAITULLAH APA TIDAK).


Hadits Muslim 643:

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ هَلْ تَرَوْنَ قِبْلَتِي هَا هُنَا فَوَاللَّهِ مَا يَخْفَى عَلَيَّ رُكُوعُكُمْ وَلَا سُجُودُكُمْ إِنِّي لَأَرَاكُمْ وَرَاءَ ظَهْرِي

Terjemahan:

Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] dari [Malik bin Anas] dari [Abu az-Zinad] dari [al-A'raj] dari [Abu Hurairah ra] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,  

"Apakah engkau perhatikan kemana kiblatmu? 

Demi Allah, tidak lepas dari penglihatanku cara-caramu rukuk dan sujud. Sesungguhnya rukuk dan sujudmu di belakangku ku lihat (ADA KAMU DI BAITULLAH APA TIDAK).


Hadits Ahmad bin Hanbal 7681:

قَالَ قَرَأْتُ عَلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ : مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ هَلْ تَرَوْنَ قِبْلَتِي هَاهُنَا فَوَاللَّهِ مَا يَخْفَى عَلَيَّ خُشُوعُكُمْ وَلَا رُكُوعُكُمْ إِنِّي لَأَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي

Berkata; aku telah membacakan di hadapan [Abdurrahman]; [Malik] berkata; dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] berkata; bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  

"Apakah engkau perhatikan kemana kiblatmu? Demi Allah, tidak lepas dari penglihatanku cara-caramu khusyuk dan rukuk. Sesungguhnya khusyuk dan rukukmu di belakangku ku lihat (ADA KAMU DI BAITULLAH APA TIDAK).


TUJUAN MENDIRIKAN SHALAT; belum mengerjakan shalat, GUNANYA agar setiap manusia-UMAT ISLAM DAPAT MENCEGAH PERBUATAN KEJI DAN MUNGKAR yang DITIMBULKAN OLEH BISIKAN SYETAN SEBANGSA JIN DAN MANUSIA.
Yang dapat kita kenal malalui SIFATnya masing-masing- SYETAN-MANUSIA dan JIN.

Sifat syetan:

QS(26)221 sd 226,

Sifat Manusia:

QS(100)6, QS(70)19 dan 20.

Sifat Jin,

QS(25)43,44.

SIFAT tersebut YANG DIKENAL dengan PENYAKIT HATI-perbuatan yang sia-sia yang bathil; yang membuat kehidupan manusia itu tidak menentu, tidak tahu arah; galau- TIDAK MENGETAHUI untuk apa MANUSIA dijadikan oleh Allah, bagaimana semestinya HIDUP bersikap-berperilaku YANG BAIK di permukaan bumi ini.

Bisikan syetan sebangsa jin dan manusia inilah yang menyebabkan manusia melakukan perbuatan KEJI dan MUNGKAR-PERBUATAN YANG SIA-SIA dan TIDAK MENJAGA KEHORMATAN DIRI. 

Mereka serupa itu bersikap emosional, PENDUSTA-PEMBOHONG-korupsi-mudah tersinggung, syakwa sangka, pemarah, bengis, pembunuh, merampok, memperkosa dsbnya, yang disimpulkan sebagai perbuatan KEJI dan MUNGKAR.

Oleh sebab itu tiada paksaan dalam agama; sebelum nyata kebenaran di dalam kesesatan. Yang benar itu adalah ruh/mukmin sedangkan yang sesat itu adalah bisikan syetan sebangsa jin dan manusia. QS(2)256.

Bisikan syetan sebangsa jin dan manusia itulah yang menimbulkan kejahatan hati dan kejahatan diri; dari situlah sumbernya segala persoalan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat pada umumnya. 

Khutbah yang disampaikan Rasulullah SAW di Arafah pada kesempatan Haji Wada':

"Alhamdulillahi nahmaduhu wanas ta'iinuhu wanastaghfiruhu wanatuubu ilaihi, wana'uuzu billahi min syuduuri anfusinaa wamin sayyi aati a'maalina, man yahdihiillahu falaa mudhillalah, waman yudhlil falaa Haadiyalah, wa ashadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syarikalah, wa ashadu anna muhammadan 'abduhu wa rosuuluh."

Artinya: Segala PUJI bagi Allah, kami memujikan. Kami mohon ampun dan kami mohon taubat kepadaMU, kami MOHON PERLINDUNGAN KEPADAMU dari KEJAHATAN HATI DAN SEGALA KEJELEKAN PERBUATAN KAMI. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tiadalah dia dapat disesatkan oleh orang lain; barangsiapa disesatkan Allah maka tiada ada orang yang dapat menunjukinya."

 

 

Kesimpulan:

1. Kita wajib kembali kepada tujuan dilahirkannya Muhammad Rasulullah saw seperti yang disampaikan dalam hadits: 

Aku dibangkitkan untuk memperbaiki: 
akhlaq itu bathin; budi itu zahir, panca indera yang lima.

innama buistu liutammima makarimal akhlaq;

melalui dua pusaka abadi Quran dan Sunnah"; taraktu fiikum amraini maa in tamassaktum bihima lan tadhillu 'abadan Kitabullaahi wa Sunnaturrasulihi,

2. Dengan mendirikan shalat melalui Quran dapat mencabut segala penyakit hati; 

QS(17)82. 

Essensi dari Quran itu wajib kita mengetahui,

Quran itu hati Muhammad; 

QS(2)97, 

Quran itu perkataan pesuruhKu yang mulia; 

QS(69)40, 

Quran itulah yang dapat memisahkan antara perbuatan keji dan mungkar yang ditimbulkan oleh bisikan syetan sebangsa jin dan manusia,

QS(86)13,

Tidaklah menyentuh Quran melainkan orang yang telah bersuci:

QS(56)75-79,

Bagaimana orang mensucikan hatinya? 
QS(87)14-15.

Quran itu adalah petunjuk-HUDA,

QS(27)77,

Apabila diturunkan ke dalam bahasa A'jam maka akan berbahasa A'jam; QS(26)192-195,198.

Allahlah yang memelihara Quran (BUKAN KITAB QURAN).
QS(15)9, 

Melalui Quran itulah setiap manusia Umat Islam akan memperoleh BARAKAH dari Allah dan RasulNya, sehingga Umat Islam akan mempetoleh rahmat.

QS(3)96,

Bentuk rahmat itu tidak lain mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada terang benderang; yang gelap itu adalah personalitas manusia yang dibentuk oleh bisikan syetan sebangsa jin dan manusia yg terang itu adalah RUH.

QS(33)43,


3. Oleh karena itu, kita wajib kembali kepada dua pusaka abadi QURAN dan SUNNAHNya (BUKAN TULISAN);
4. Mereka yang mendirikan shalat mengikut Rasul di Baitullah pada hakikat; itulah yang kembali kepada dua pusaka abadi Quran dan SunnahNya. Di sanalah dia meyakini bertemu dengan Tuhannya dan disanalah dikembalikan; QS(2)45-46.

5. Benarlah islam itu agama rahmatan lil 'alamin; rahmat bagi alam insan atau Ruh; BUKAN ALAM SEMESTA; QS(21)107.


Demikian disampaikan sebagai bahan pertimbangan guna memperoleh makna yang sesungguhnya. Wass wr wb.


AR Yusuf
Pembina JmI
12-4-2017

 

Rujukan:

QS(49)11-12: "Ya ayyuhal ladz'iina aamanuu laa yaskhar qaumum min qaumin 'asaa ay yakuunuu khairam minhum wa laa nisaaum min nisan-in 'asas ay yakunna khairamminhunna wa laa talmizuu anfusakum wa laa tanaabazuu bil alqaabi bi'sal ismul fusuuqu ba'dal iimaani wa mal lam yatub fa ulaa-ika humuzh zhaalimuun. Yaa ayyuhal ladziina aamanuj tabibuu katsiiram minazh zhanni inna ba'dhazhzhanni itsmuw wa laa tajassasuu wa laa yaghtab ba'dhukum ba'dhan a yuhibbu ahadukum ay ya'kula lahma akhiihi maitan fa karihtumuuhu wat taqullaaha innallaaha tawwaabur rahiim."

Artinya: "(11) Hai sekalian orang-orang yang beriman, JANGANLAH SATU KAUM MENGOLOK-OLOKKAN KAUM YANG LAIN, BOLEH JADI MEREKA (kaum yang mengolok-olokkan itu) LEBIH BAIK DARI MEREKA (YANG MEPEROLOK-OLOKKAN), dan jangan (pula) perempuan-perempuan mengolok-olokkan perempuan-perempuan (yang lain), boleh jadi perempuan-perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang memperolok-olokkan), dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri, dan JANGANLAH KAMU PANGGIL-MEMANGGIL DENGAN GELAR-GELAR YANG BURUK, seburuk-buruk Nama (panggilan) ialah PANGGILAN FASIK SESUDAH BERIMAN. Dan BARANGSIAPA yang TIDAK BERTAUBAT, maka mereka itulah ORANG YANG ZALIM. 

(12) Hai orang-orang yang beriman, JAUHILAH KEBANYAKAN PRASANGKA, sesungguhnya SEBAHAGIAN PRASANGKA itu adalah DOSA. Dan JANGANLAH KAMU MENCARI KEBURUKAN orang dan JANGANLAH sebahagian kamu MENGGUNJING atas sebahagian yang lain. Adakah DI ANATARA KAMU MEMAKAN BANGKAI SAUDARA KAMU SENDIRI yang mati? Maka kamu membencikannya. Dan BERTAQWALAH KEPADA ALLAH. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."

QS(5)32: "Min ajli dzaalika katabnaa 'alaa banii israa-iila annahuu man qatala nafsam bi ghairi nafsin au fasaadin fil ardhi fa ka annamaa qatalan naasa jamii'aw wa man ahyaahaa fa ka annamaa ahyan naasa jamii'aw wa la qad jaa-at-hum rusulunaa bii bayyinaati tsumma inna katsiiram  minhum ba'da dzaalika fil ardhi la musrifuun".

Artinya: "Karena itu Kami tetapkan kepada Bani israil bahwa YANG MEMBUNUH SEORANG MANUSIA bukan karena hukuman pembunuhan, atau karena membuat bencana di bumi, maka SEAKAN-AKAN DIA TELAH MEMBUNUH MANUSIA SELURUHNYA. Dan barangsiapa yang MEMELIHARA KEHIDUPAN SEORANG MANUSIA, maka seolah-olah DIA telah MEMELIHARA KEHIDUPAN MANUSIA SELURUHNYA. Dan sesungguhnya TELAH DATANG RASUL-RASUL KAMI kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan, kemudian sesungguhnya banyak di antara mereka sesudah itu melampaui batas di bumi."

QS(2)216: "Kutiba 'alaikumul qitaalu wahuwa kurhun lakum wa'asa an takrahuu syai-an wahuwa khairun lakum wa'asa an tuhibbuu syai-an wahuwa syarrun lakum wallahu ya'lamu wa-antum laa ta'lamuun(a)."

Artinya: "Diwajibkan atas kamu berperang (PERSNG MELAWAN HAWA NAFSU), padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. BOLEH JADI KAMU MEMBENCI SESUATU, PADAHAL IA AMAT BAIK BAGIMU, dan BOLEH JADI KAMU MENYUKAI SESUATU, PADAHAL IA AMAT BURUK BAGIMU; ALLAH MENGETAHUI, sedang KAMU TIDAK MENGETAHUI."

QS(14)4: "Wamaa arsalnaa min rasuulin ilaa bilisaani qaumihi liyubai-yina lahum fayudhillullahu man yasyaa-u wayahdii man yasyaa-u wahuwal 'aziizul hakiim(u)."

Artinya: "Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Rabb Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana."

QS(21)92: "Inna hadzihii ummatukum ummataw waahidataw wa ana rabbukum fa'buduun."
Artinya: "Sesungguhnya Manusia itu Umat yang satu, dan AKULAH TUHANMU, maka SEMBAHLAH AKU."

QS(23)52: "Wa inna haadzihii ummatukum ummataw waahidataw wa ana rabbukum fat taquun."
Artinya: "Dan Sesungguhnya  MANUSIA UMAT YANG SATU, DAN AKU ADALAH TUHAN KAMU, maka bertaqwalah kepadaKu."

QS(10)19: "Wa maa kaanan naasu illaa ummataw waahidatan fakh talafuu wa lau laa kalimatun sabaqat mir rabbika la qudhiya bainahum fii maa fiihi yakhtalifuun."

Artinya: "Sungguh MANUSIA itu dahulunya adalah SATU UMAT kemudian MEREKA BERSELISIH, dan kalau tidak karena telah terdahulu ketentuan dari Tuhanmu, niscaya diputuskan perkara dalam hal yang MEREKA PERSELISIHKAN itu."

QS(11)118-119: 

"Wa lau syaa-a rabbuka la ja'alan naasa ummataw waahidataw wa laa yazaaluuna mukhtalifiin. Illaa mar rahima rabbuka wa li dzaalika khalaqahum wa tammat kalimatu rabbika la amla-anna jahannama minal jinnati wan naasi ajma'iin."

Artinya: "Dan jika Tuhanmu menghendaki, niscaya DIA menjadikan MANUSIA SATU UMAT, tetapi mereka senantiasa BERSELISIH, Kecuali orang-orang yang memperoleh rahmat dari Tuhanmu dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Dan telah sempurnalah Kalimat Tuhanmu, sungguh Aku akan penuhi jahannam itu dengan Jin dan manusia."

QS(2)213: "Kaanan naasu ummataw waahidatan fa ba'atsallaahun nabiyyiina mubasysyiriina wa mundziriina wa anzala ma'ahumul kitaaba bil haqqi li yahkuma bainan naasi fii makh talafuu fiihi wa makh talafa fiihi illal ladziina uutuuhu mim ba'di maa jaa at-humul bayyinaatu baghyam bainahum fa hadallaahul Iadziina aamanuu li makh talafuu fiihi minal haqqi bi idznihii wallaahu yahdii may yasyaa-u ilaa shiraathim mustaqiim."

Artinya: "Manusia adalah UMAT YANG SATU, lalu Allah mengutus para nabi pembawa berita gembira dan pembawa peringatan. Dan ALLAH MENURUNKAN BERSAMA MEREKA KITAB DENGAN BENAR supaya dapat memberi keputusan bagi manusia DALAM PERKARA YANG MEREKA PERSELISIHKAN. Tidak-lah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata Karena dengki di antara mereka. Maka Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang beriman dalam perkara yang mereka perselisihkan itu ke jalan yang benar dengan izin-Nya. Dan Allah memberi petunjuk orang yang dikehendakiNya ke jalan yang lurus."

QS(49)10: "Innamaal mu'minuuna ikhwatun fa-ashlihuu baina akhawaikum waattaquullaha la'allakum turhamuun(a)."

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu, dan bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat."

QS(49)13: “Yaa ayyuhan naasu innaa khalaqnaakum min dzakariw wa untsaa wa ja’alnaakum syu’uubaw wa qabaa-ila li ta’aarafuu inna akramakum ‘indallaahi atqaakum innallaaha ‘aliimun khabiir.” 

Artinya: “Hai sekalian manusia, sesungguhnya Kami MENCIPTAKAN KAMU DARI SEORANG LAKI-LAKI DAN SEORANG PEREMPUAN, dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya SEMULIA-MULIA kamu DI SISI ALLAH ialah yang lebih TAQWA di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti."

QS(32)9: “Tsumma sawwahu wa nafakha fiihi mir ruuhihii wa ja’ala lakumus sam’a wal abshaara wal af idata qaliilam maa tasykuruun." 

Artinya: “Aku SEMPURNAKAN KEJADIAN MANUSIA, AKU TIUPKAN RUH, AKU BERIKAN PENDENGARAN, PENGLIHATAN DAN HATI. NAMUN SEDIKIT SEKALI MANUSIA BERTERIMA KASIH."

QS(6)7: "Wa lau nazzalnaa 'alaika kitaaban fii qirthaasin fa lamasuuhu bi aidiihim la qaalal ladziina kafaruu in haadzaa illaa sihrum mubiin."

Artinya: "Dan kalau Kami TURUNKAN KEPADA MEREKA TULISAN DI ATAS KERTAS, lalu mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka, maka orang-orang kafir itu berkata, "Ini tidak lain adalah SIHIR YANG NYATA."

QS(29)48: "Wa maa kunta tatluu min qablihii min kitaabiw wa laa takhuthuhuu bi yaamiinika idzal lar taabal mubthiluun."

Artinya: "Dan Muhammad TIDAK PERNAH MEMBACA KITAB SEBELUMNYA DAN ENGKAU TIDAK PERNAH MENULIS DENGAN TANGAN KANANMU. Jikalau demikian niscaya makin ragulah orang-orang yang membatalkan itu."

QS(17)85: "Wayasaluunaka 'anirruuhi qulirruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum minal 'ilmi ilaa qaliilaa."

Artinya: "Dan kalau ada orang bertanya kepadamu tentang Ruh, katakan RUH ITU URUSAN TUHANMU, dan tiada yang mendapat pengetahuan itu melainkan sedikit sekali."

QS(27)91: "Innamaa umirtu an a'buda rabba haadzijil baldatil ladzii harramahaa wa lahuu kulli syai-iw wa umirtu an akuuna minal muslimiin." 

Artinya: "Aku TERPERINTAH MENYEMBAH TUHAN di negeri yang terhormat (BAITULLAH), segala sesuatu kepunyaan Allah, AKU MASUK ORANG ISLAM DI TEMPAT INI."

QS(87)14-15: "Qad aflaha man tazakka. Wa dzakarasma rabbihii fa shallaa."
Artinya: "Beruntunglah ORANG YANG MENSUCIKAN DIRInya yaitu DENGAN MENGINGAT DAN SHALAT."

QS(8)35: "Wa ma kaana shalaatuhum 'indal baiti illa mukaa-aw wa tashdiyatan fa dzuuqul 'adzaaba bi maa kuntum takfuruun."

Artinya: "Dan TIDAKLAH SHALAT MEREKA itu DI BAITULLAH PADA HAKIKATNYA, lain tidak hanya sebagai BERSIUL-SIUL dan BERTEPUK TANGAN, ATAU BERMAIN-MAIN saja; rasai SIKSA oleh KARENA MEREKA itu KAFIR."

QS(2)48: "Waattaquu yauman laa tajzii nafsun 'an nafsin syai-an walaa yuqbalu minhaa syafaa'atun walaa yu'khadzu minhaa 'adlun walaa hum yunsharuun(a)."

Artinya: "Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) SESEORANG TIDAK DAPAT MEMBELA ORANG LAIN, WALAU SEDIKITPUN; dan tidak diterima syafaat dan tebusan darinya, dan TIDAKLAH MEREKA AKAN DITOLONG."

QS(2)123: "Waattaquu yauman laa tajzii nafsun 'an nafsin syai-an walaa yuqbalu minhaa 'adlun walaa tanfa'uhaa syafaa'atun walaa hum yunsharuun(a)."

Artinya: "Dan TAKUTLAH KAMU KEPADA SUARU HARI (Hari Kiamat), di waktu SESEORANG TIDAK DAPAT MENGGANTIKAN SESEORANG LAIN SEDIKITPUN, dan TIDAK AKAN DITERIMA SUATU TEBUSAN DARINYA, dan TIDAK AKAN MEMBERI MANFAAT SESUATU SYAFAAT KEPADANYA, dan TIDAK (pula) MEREKA AKAN DITOLONG." 

QS(15)5: "Maa tasbiqu min ummatin ajalahaa wa ma yasta'khiruun."

Artinya: "TIDAK ADA SATU UMAT YANG DAPAT MENDAHULUI AJALNYA dan TIDAK DAPAT MENGUNDURKANNYA."

QS(4)78: "Ainamaa takuunuu yudrikkumul mautu walau kuntum fii buruujim musyayyadatiw wa in tushibhum hasanatuy yaquuluu haadzihii min 'indillaahi wa in tushibhum sayyi-atuy yaquuluu haadzihii min 'indika qul kullum min 'indillaahi fa maali haa-ulaa-il qaumi laa yakaaduuna yafqahuuna hadiitsaa."

Artinya: "DI MANA SAJA KAMU berada, niscaya MAUT akan MENJEMPUT KAMU WALAUPUN KAMU berada DALAM BENTENG yang tinggi lagi kokoh. Dan jika mereka memperoleh kebaikan mereka berkata, "ini dari sisi Allah", dan jika mereka ditimpa suatu bencana, mereka berkata, Ini dari Engkau. Katakanlah, "Semuanya dari sisi Allah. Maka mengapa orang-orang (munafik) hampir-hampir tidak dapat memahami perkataan sedikit pun?"

QS(7)34: "Wa li kulli ummatin ajalun fa idzaa jaa-a ajaluhum laa yasta'khiruuna saa'ataw wa laa yastaqdimuun."

Artinya: "Dan TIAP-TIAP UMAT MEMPUNYAI AJAL maka APABILA TELAH DATANG AJALnya mereka TIDAK DAPAT MENGUNDURKAN-nya BARANG SESAATpun dan TIDAK (pula) DAPAT MEMAJUKANNYA."

QS(61)2-3: "Yaa ayyuhal ladziina aamanuu lima taquuluuna maa laa taf'aluun. Kabura maqtan 'indallahi an taquuluu maa laa taf'aluun."

Artinya: "Hai orang-orang beriman, kenapa kamu memperkatakan sesuatu YANG TIDAK KAMU KETAHUI? BESAR SEKALI BENCI ALLAH lantaran mereka memperkatakan sesuatu, HUKUMNYA TIDAK DIPERBUAT."

QS(2)44: "A ta'muruunan naasa bil birri wa tansauna anfusakum wan antum tatluunal kitaaba a fa laa ta'qiluun."

Artinya: "Kenapa engkau menyuruh MANUSIA berbuat kebajikan, engkau LUPA DIRI engkau sendiri, sedang engkau membaca KITAB Tuhan, adakah tidak engkau BERAKAL?"

QS(17)14-15: "Iqra' kitaabaka kafaa bi nafsikal yauma 'alaika hasiibaa. Manih tadaa yahhtadii li nafsihii wa man dhalla fa yadhillu 'alaihaa wa laa taziru waaziratuw wizra ukhraa wa maa kunnaa mu'adzdzibiina hattaa nab'atsa rasuula."

Artinya: "Bacalah KITAB yang ADA PADA TUBUHMU, CUKUP ENGKAU SENDIRI YANG MEMBACANYA PADA HARI INI, MENGHITUNG AMALANMU SENDIRI. Barangsiapa yang mengikuti petunjuk, sesungguhnya petunjuk itu bagi dirinya, dan barangsiapa yang tersesat, maka sesungguhnya kesesatan itu atas dirinya. Dan tidaklah seseorang yang berdosa akan memikul dosa orang lain. Dan Kami utus Rasul."

QS(2)78-79:
Ayat 78 : "Wa minhum ummiyyuuna laa ya'lamu maa yusiruuna wa mn yu'linuun."

Artinya: "Dan DI ANTARA MEREKA ADA YANG BUTA HURUF TENTANG KITAB melainkan ANGAN-ANGAN SAJA; dan tiadalah mereka (mengetahui) melainkan MENGIRA-NGIRA."

Ayat 79: "Fa wailul lil ladziina yaktubuunal kitaaba bi aidiihim tsumma yaquuluuna haadzaa min 'indillaahi li yasytaruu bihii tsamanan qaliilan fa wailul lahum mim maa katabat aidiihim wa wailul lahum mim maa yaksibuun."

Artinya: "MAKA KECELAKAAN BESARLAH bagi orang-orang yang MENULIS KITAB DENGAN TANGAN MEREKA SENDIRI, lalu dikatakannya, "ini dari Allah," karena mereka hendak MEMPEROLEH KEUNTUNGAN SEDIKIT. Maka KECELAKAAN BESARLAH bagi mereka, karena apa yang ditulis oleh tangan mereka itu, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, karena apa yang mereka kerjakan."

QS(2)175-176:
Ayat 175: "Ulaa-ikal ladziinasy tarawudh dhalaalata bil hudaa wal 'adzaaba bil maghfirati fa maa ashbaruhum 'alan naar."
 
Artinya: "MEREKA ITULAH ORANG-ORANG YANG MEMBELI SESAT DENGAN PETUNJUK, MEMBELI SIKSA DENGAN AMPUN. Alangkah ajaibnya mereka itu SABAR MASUK NERAKA."

Ayat 176: "Dzaalika i annallaaha nazzalal kitaaba bil haqqi wa innal ladziinakh talafuu fil kitaabi la fii syiqaaqim ba'iid."
 
Artinya: "Yang demikian itu DISEBABKAN sesungguhnya Allah telah menurunkan KITAB YANG SEBENARNYA dan bahwa orang-orang yang BERSELISIH PAHAM TENTANG KITAB itu benar-benar dalam KESESATAN YANG NYATA."

QS(8)46: "Wa athii'ullaaha wa rasuulahuu wa laa tanaaza'uu fa tafsyaluu wa tadzhaba riihukum wash biruu inndlaaha ma'ash shaabiriin."

Artinya: "IKUT OLEHMU AKAN ALLAH DAN IKUT OLEHMU AKAN RASUL. Kalau memang benar kamu mengikut Allah dan Mengikut Rasul, JANGAN KAMU BERBANTAH-BANTAHAN, NANTI KAMU MENJADI LEMAH DAN HILANG KEKUATANMU, DAN BERSABARLAH, sesungguhnya Allah beserta orang yang sabar."

QS(4)59: "Yaw ayyuhal ladziina aamanuu athii'ullaaha wa athii'ur rasuula wa ulil amri minkum fa in tanaaza'tum fii syai-in fa rudduuhu ilallaahi war rasuuli in kuntum tu'minuuna billaahi wal yaumil aakhiri dzaalika khairuw wa ahsanu ta'wiilaa."

Artinya: "Hai orang berIMAN IKUT OLEH KAMU AKAN ALLAH dan IKUT OLEHMU AKAN RASUL dan KEPADA YANG MEMIMPIN KAMU (MEMIMPIN IMAN-BUKAN MANUSIA); JIKA KAMU BERSELISIH dalam suatu urusan, KEMBALI-lah KEPADA ALLAH DAN RASULNYA (JANGAN KEMBALI KEPADA PENDAPAT), jika kamu benar-benar beriman terhadap Allah dan hari kemudian. Itulah yang lebih baik kesudahannya."

QS (21)73: "Wa ja'alnaahum a-immatay yahduuna bi amriina wa auhainaa ilaihim fi'lal khairaati wa iqaamash shalaati wa iitaa-azzakaati wa kaanuu lanaa 'aabidiin."

Artinya: "Dan Kami jadikan mereka sebagai pemimpin-pemimpin yang memberikan petunjuk dengan perintah Kami, dan Kami wahyukan kepada mereka untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan baik dan menegakkan sholat serta mengeluarkan zakat. Dan Mereka adalah orang-orang yang mengabdi kepada Kami."

QS(5)55: "Innamaa walii-yukumullahu warasuuluhu waal-ladziina aamanuul-ladziina yuqiimuunash-shalaata wayu'tuunazzakaata wahum raaki'uun(a)."

Artinya: "Hanya sesungguhnya PEMIMPIN KAMU ADALAH ALLAH DAN RASULNYA; serta ORANG-ORANG YANG BERIMAN; yaitu orang-orang YANG MENDIRIKAN SHALAT MENGELUARKAN ZAKAT dan mereka TUNDUK KEPADA ALLAH."

QS(5)56: "Waman yatawallallaha warasuulahu waal-ladziina aamanuu fa-inna hizballahi humul ghaalibuun(a)."

Artinya: "Dan barangsiapa menjadikan Allah dan Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, MENJADI PENOLONGNYA, maka sesungguhnya, pengikut Allah itulah yang PASTI MENANG."

QS(42)51-52:
Ayat 51: “Wa maa kaana li basyarin ay yukallimahullaahu illaa wahyan au miw waraa-I hijaabin au yursila rasuulan fa yuuhiya bi idznihii maa yasyaa-u innahu ‘aliyyun hakiim."

Artinya: "Dan tiadalah bagi seorang manusia bahwa Allah berkata-kata kepada manusia, melainkan dengan WAHYU atau dari BALIK DINDING, atau Dia mengirim UTUSAN, lalu Dia mewahyukan dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana."

Ayat 52 : “Waka dzaalika auhainaa ilaika ruuham min amrinaa maa kunta tadrii mal kitaabu wall al iimaanu walaakin ja’alnaahu nuuran nahdii bihii man nasyaa-u min ‘ibaadinaa wa innaka la tahdii ilaa shiraatim mustaqiim."
 
Artinya: "Dan demikianlah Kami WAHYUKAN KEPADA RUH dengan perintah kami. Engkau (sebelumnya) TIDAK MENGERTI APA KITAB dan APA IMAN. Tetapi, Kami menjadikan KITAB itu CAHAYA atau NUR. (jadi RUH, IMAN, KITAB itu adalah NUR atau CAHAYA). Melalui kitab itu, Kami memberikan petunjuk kepada orang-orang yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya ALLAH menunjuki kepada jalan yang lurus."

QS(53) 2,3,4: "Maa dhalla shaahibukum wa maa ghawaa. Wa maa yanthiqu 'anil hawaa. In huwa illaa wahyuy yuuhaa."
Artinya: "TIDAKLAH SESAT SAHABAT-SAHABAT itu, dan TIDAK KELIRU, Dan dia tidak menuturkan menurut hawa nafsunya, tiada lain kecuali wahyu yang diwahyukan."

QS(3)96: "Inna awwala baitiw wudhi'a lin naasi lal ladzii bi bakkata mubaarakaw wa hudal lil aalamiin."

Artinya: 
(96) Sesungguhnya inilah mula-mula RUMAH (BAITULLAH DI MAKKAH; BELUM ADA RUMAH DI PERMUKAAN BUMI INI, termasuk MASJIDIL AQSA, karena itu dibangun di zaman Nabi Sulaiman) YANG AKU NYATAKAN BAGI MANUSIA, BERKAT UNTUK IBADAH (artinya ibadah yang dilakukan oleh manusia akan MEMPUNYAI NILAI HAKEKAT, bila MENGETAHUI setiap ibadahnya, MENGHADAP KIBLAT INGATANNYA DI BAITULLAH); PETUNJUK SEISI ALAM (BUKAN BAGI ALAM, TETAPI ALAM INSAN, yaitu RUH yang bersemayam di dalam dada)."

QS(2)127: "Wa idz yarfa'u ibraahiimul qawaa'ida minal baiti wa ismaa'iilu rabbanaa tAqabbal minnaa innaka antas samii'ul 'aliim."

Artinya: "Dan ingatlah ketika Ibrahim MENINGGIKAN BAITULLAH bersama Ismail seraya berdoa, 'Ya Tuhan kami, terimalah amal kami, sesungguhnya Engkau uang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

QS(2)125: “Wa idz ja'alnal baita matsaabatal linnaasi wa amnaw wat takhidzuu mim maqaami Ibrahiima mushallaw wa' ahidnaa ilaa ibraahiima wa ismaa 'illa an thahiraa baitiya lith thaa-ifiina wal 'aakifiina warrukka'is sujuud.”

Artinya: "Dan INGATLAH KETIKA KAMI MENJADIKAN RUMAH ITU BAITULLAH (BUKAN KA'BAH), UNTUK PULANG PERGI MANUSIA DAN TEMPAT YANG AMAN. Dan AMBIL-LAH BAITULLAH ITU TEMPAT SHOLAT. Bersihkan-lah rumahKu untuk orang yang TAWAF, I'TIKAF, RUKUK DAN SUJUD."

QS(2)147: "Al-haqqu min rabbika falaa takuunanna minal mumtariin(a)."

Artinya: "KEBENARAN ITU DATANG DARI TUHANMU, maka oleh sebab itu JANGAN sekali-kali KAMU TERMASUK ORANG-ORANG YANG RAGU."

QS(23)1-5: “Qad aflahal mu'minuun. Alladziina hum fii shalaatihim khaasyi'uun. Wal ladziina hum 'anil laghwi mu'ridhuun. Wal ladziina hum liz zakaati faa'iluun. Wal ladziina hum li furuujihim haafizhuun."

Artinya:
"SUNGGUH MENANG PASTI MENANG ORANG MUKMIN DALAM SHOLAT KHUSYUK dan TAWADUK KEPADA ALLAH. Dan orang-orang yang berpaling dari perbuatan sia-sia. Dan orang-orang yang mengeluarkan zakat. Dan orang-orang yang menjaga kehormatannya."

QS(24)56: "Wa aqiimush shalaata wa aatuz zakaata wa athii'ur rasuula la'allakum turhamuun."

Artinya: "dan DIRIKANLAH SHALAT, KELUARKAN ZAKAT, IKUT RASUL, supaya kamu mendapat rahmat."

QS(48)8-9: "Innaa arsalnaaka syaahidan wamubasy-syiran wanadziiran. Litu'minuu billahi warasuulihi watu'azziruuhu watuwaqqiruuhu watusabbihuuhu bukratan wa-ashiilaa."

Artinya: "Sesungguhnya, Kami mengutus ENGKAU HAI Muhammad sebagai SAKSI, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, SUPAYA kamu BERIMAN-percaya kepada Allah dan Rasul-Nya, lagi menguatkanNya, membesarkanNya. Dan bertasbih kepada-Nya pagi dan petang."

QS(48)10: "Innal-ladziina yubaayi'uunaka innamaa yubaayi'uunallaha yadullahi fauqa aidiihim faman nakatsa fa-innamaa yankutsu 'ala nafsihi waman aufa bimaa 'aahada 'alaihullaha fasayu'tiihi ajran 'azhiiman."

Artinya: "Sesungguhnya ORANG-ORANG yang BERJANJI kepada ENGKAU HAI MUHAMMAD, SESUNGGUHNYA BERJANJI kepada Allah. Tangan Allah atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya, niscaya bahaya pelanggaran itu itu ada pada dirinya sendiri, dan barangsiapa menepati janjinya, maka Allah akan memberinya pahala yang besar."

QS(90)1-3: "Laa uqsimu bi haadzal balad. Wa anta hiilimbi haadzal balad. Wa waalidiw wamaa walad."

Artinya: "AKU BERSUMPAH, KATA ALLAH; atas negeri ini (BAITULLAH). Bahwa Engkau Muhammad TETAP DI DALAM DEMI BAPAK DAN ANAK; ANA ABUL ARWAH WA ADAM ABUL BASYARU; AKU BAPAK SEGALA RUH, KATA MUHAMMAD; ADAM BAPAK SEGALA TUBUH. 

QS(2)256: "Laa ikraaha fiiddiini qad tabai-yanarrusydu minal ghai-yi faman yakfur bith-thaaghuuti wayu'min billahi faqadiistamsaka bil 'urwatil wutsqa laaanfishaama lahaa wallahu samii'un 'aliimun." 

Artinya: "TIADA PAKSAAN DALAM AGAMA; sesungguhnya, TELAH NYATA KEBENARAN DI DALAM KESESATAN. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Taghut, dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya, ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat, yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui."

QS(33)40: “Maa kaana muhammadun abaa ahadim mir rijaalikum walaakir rasuulallaahi wa khaataman nabiyyina wa kaanallaahu bi kulli syai-in ‘aliimaa."

Artinya: “MUHAMMAD TIADALAH BAPAK-BAPAK SALAH SEORANG di antara LAKI-LAKI atau PEREMPUAN KAMU, ADALAH IA RASULULLAH, Dia BERADA DI KESUDAHAN  Nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu."

QS(33)56: "Innallaaha wa malaa-ikatahuu yushalluuna 'alan nabiyyi yaa ayyuhal ladziina aamanu shallu 'alaihi wa sallimuu tasliimaa."

Artinya: "Sesungguhnya ALLAH DAN MALAIKAT BERSALAWAT ATAS NABI (DALAM DIMENSI NUURUN 'ALAN NUUR). Hai ORANG BERIMAN BERSALAWATLAH KEPADA MUHAMMAD, dan berilah salam dengan sungguh-sungguh."

QS(17)82: "Wa nunazzilu minal qur-aani maa huwa syifaa-uw wa rahmatul lil mu'miniina wa laa yaziiduzh zhaalimiina illa khasaaraa."

Artinya: "KAMI TURUNKAN QUR'AN ITU SEBAGAI OBAT PENYAKIT HATI, ATAU NAFSU YANG MENGGODA DI DALAM HATINYA, DAN RAHMAT BAGI ORANG-ORANG YANG BERIMAN. TAPI BAGI ORANG-ORANG YANG ANIAYA MAKIN BERTAMBAH KERUGIANNYA."

QS(2)97: "Qul man kaana 'aduwwal li jibbriila fa innahuu nazzalahuu 'alaa qablika bi idznillahi mushaddiqal li maa baina yadaihi wa hudaw wa busyraa lil mu'miniin."
Artinya: "Katakanlah, "Siapakah udduw Jibril itu?, adakah tidak IA (ALLAH) menurunkan QUR'AN ke DALAM HATI Engkau Hai Muhammad dengan izin Allah; MEMBENARKAN KITAB terdahulu dan MENJADI PETUNJUK SERTA KABAR GEMBIRA."

QS(69)40: "Innahuu la qaulu rasuulin kariim."
Artinya: "Sesungguhnya Qur'an itu PERKATAAN PESURUHKU YANG MULIA."

QS(86)13: "Innahu laqaulun fashlun."
Artinya: "sesungguhnya QURAN itu PEMISAH antara hak dan bathil."

QS(27)77: "Wa-innahu lahudan warahmatul(n)-lilmu'miniin(a)."

Artinya: "Dan sesungguhnya Quran itu benar-benar menjadi PETUNJUK dan RAHMAT bagi ORANG-ORANG MUKMIN."

QS(56)75-79: 

(75) "Falaa uqsimu bimawaaqi'innujuum(i);

(76) Wa-innahu laqasamun lau ta'lamuuna 'azhiimun;

(77) Innahu laquraanun kariimun;

(78) Fii kitaabin maknuunin;

(79) Laa yamassuhu ilaal muthahharuun(a)."

Artinya: 

(75) "Maka Aku bersumpah dari tempat turunnya bintang-bintang; 

(76) Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar, kalau kamu mengetahui;

(77) Sesungguhnya QUR'AN itu MULIA;

(78) pada kitab yang terpelihara;

(79) TIDAK MENYENTUHNYA, kecuali orang-orang YANG BERSUCI." 

QS(26)192-195, 198: 

"Wa innahuu la tanziilu rabbil 'aalamiin. Nazala bihir ruuhul amiin. 'Alaa qalbika li takuuna minal mundziriin. Bi lisaanin 'arabiyyim mubiin. (198) Wa lau nazzalnaahu 'alaa ba'dhil a'jamiin."

Artinya: 

"Dan sesungguhnya QUR'AN diturunkan TUHAN SEMESTA ALAM, Dibawa oleh RUHUL AMIIN (BUKAN DJIBRIL) KE DALAM HATIMU supaya engkau termasuk orang-orang yang memberi peringatan, dengan BAHASA ARAB YANG FASIH, DAN KALAU KAMI TURUNKAN QUR'AN KEPADA ORANG 'AJAM, MAKA AKAN BERBAHASA 'AJAM."

QS(15)9: "Inna nahnu arsalna nazzalnadz dzikra wa innaa lahuu la haafizhuun."
Artinya: "Sesungguhnya Kami MENURUNKAN QUR'AN DAN KAMI yang MEMELIHARANYA."

QS(33)43: "Huwal ladzii yushallii 'alaikum wa malaaikatahuu li yukhrijakim minazh zhukumaati ilan nuuri wa kaana bil mu'miniina rahiima."

Artinya: "Dialah yang melimpahkan rahmat kepadamu dan malaikat untuk MENGELUARKAN  KAMU DARI KEGELAPAN KEPADA yang TERANG-BENDERANG. Dan Dia adalah Maha Penyayang kepada orang mukmin."

QS(21)107: "Wamaa arsalnaaka ilaa rahmatal(n)-lil'aalamiin(a)."
Artinya: "Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."

Penulis: Dr. Aswin Rose Yusuf

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
26 Juni 2017 | 07:05
Pengemis berkedok agama
25 Juni 2017 | 07:01
Pengayaan nurani di Hari Fitri
24 Juni 2017 | 06:03
Jalan tengah dalam beragama
22 Juni 2017 | 07:00
Orang sukses pasti mudik
20 Juni 2017 | 06:24
Menjemput taubat
17 Juni 2017 | 19:29
Keutamaan Ramadhan
29 Mei 2017 | 10:59
Romansa Ramadhan
Agama