Agama

Masjid Raya An-Nur Pekanbaru datangkan imam Palestina

2.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
18:14
31 MEI 2017
MASJID AN-NUR PEKANBARU
Editor
Andika Pratama
Sumber
Antara

Rimanews - Pengurus Masjid Raya An-Nur di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, mengundang seorang imam asal Palestina untuk menjadi imam shalat tarawih selama bulan suci Ramadhan 1438 H.

"Nama Imam Palestina ini adalah Syeikh Abdurrahman Syahin. Masih muda, umurnya 26 tahun sudah hafiz atau penghafal Alquran dan juga seorang arsitek," kata Ketua Umum Badan Kesejahteraan Masjid Raya Annur, Faisal Qomar Karim, di Pekanbaru, Rabu (31/5/2017)

Faisal menjelaskan, ini adalah pertama kalinya pengurus Masjid Raya Annur Pekanbaru mengundang Imam Palestina untuk bulan Ramadhan. Kehadiran Imam Palestina itu diundang melalui lembaga Sahabat Al-Aqsha, sebuah jaringan silaturahmi keluarga-keluarga Indonesia yang sukarela membantu perjuangan warga Muslim di Palestina. 

Selama di Pekanbaru, lanjutnya, imam tersebut juga berkeliling ke sejumlah daerah untuk mengumpulkan donasi.

"Kita mengundang Imam Palestina bukan karena di Pekanbaru tidak ada hafiz Alquran yang bisa jadi imam, melainkan sebagai bukti mengikat tali persaudaraan dengan saudara kita yang Muslim di Palestina," ujarnya.

Shalat tarawih di Masjid Raya Annur berlangsung 20 rakaat dan ditambah tiga rakaat shalat witir. Setiap malam, imam membaca surat Alquran dalam shalat tarawih sebanyak satu juz. Menurut dia, sejak awal pelaksanaan shalat tarawih pada minggu pertama Ramadhan ini dipenuhi oleh jamaah hingga mencapai sekitar 800 orang.

"Namun, tidak semua jamaah kuat mengikuti sampai 20 rakaat shalat tarawih, yang tahan sampai akhir sekitar 3-4 baris saf. Satu saf itu diisi 100 orang, sehingga diperkirakan jamaah sampai akhir sekitar 300 sampai 400 orang," katanya.

Faisal mengatakan, dalam pelaksanannya Imam Palestina tersebut juga dibantu oleh imam tetap di masjid milik Pemprov Riau itu. Imam Palestina memimpin di 10 rakaat pertama, dan sisanya dilanjutkan oleh Imam Shofiyurrohman Al-Murtadho.

"Karena cukup melelahkan juga untuk 20 rakaat membaca satu juz Alquran, karena itu kita gantian menjadi imam," kata Shofiyurrohman.

Shofiryurrohman merupakan hafiz lulusan dari Kafila International Islamic School di Jakarta. Ia sudah dua tahun berada di Pekanbaru, dan melanjutkan pendidikan di fakultas kedokteran Universitas Abdurrab.

Terbaru
26 Juni 2017 | 07:05
Pengemis berkedok agama
25 Juni 2017 | 07:01
Pengayaan nurani di Hari Fitri
24 Juni 2017 | 06:03
Jalan tengah dalam beragama
22 Juni 2017 | 07:00
Orang sukses pasti mudik
20 Juni 2017 | 06:24
Menjemput taubat
17 Juni 2017 | 19:29
Keutamaan Ramadhan