Buku

Menjelajah Dunia Musik Untuk Kebaikan Hidup

2.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
02:00
25 JUL 2014
Cover buku "Dunia Musik, Sains Musik untuk Kebaikan Hidup" I ist
Penulis

Bagi sebagian orang musik sering dianggap sebagai sesuatu yang abstrak. Eya Grimonia, seorang violinis muda berumur 18 tahun ini ingin menjelaskan bahwa musik juga bisa difahami dari sisi non abstrak. Artinya, musik bisa dipaparkan secara ilmiah, bisa dibahas dari sisi sains, dan dijelaskan secara matematis.

Dalam buku ini kita diajak memasuki dunia musik, mengenali sejarah musik barat dan timur dan juga nusantara. Kita juga diajak mengenali peranan otak dalam musik. Dan juga kisah pengalaman bermusik sejak usia empat tahun dari musisi belia yang menulis buku ini.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa musik bisa mempengaruhi pertumbuhan makhluk hidup. Para ilmuan melakukan percobaan terhadap hewan dan tumbuhan menghasilkan kesimpulan bahwa jenis musik yang paling mampu mempengaruhi hewan dan tumbuhan secara positif adalah musik klasik.

Musik merupakan elemen suara yang sangat penting bagi kehidupan. Dan faktanya seluruh elemen di dunia ini adalah musik. Di Minnesota didesain sebuah ruangan yang kedap suara hingga 99% suara dari luar ruangan tidak terdengar. Setelah diujicobakan, tak ada satupun orang yang bisa bertahan lebih dari 45 menit di ruangan tersebut tanpa menjadi gila. Penelitian tersebut menjelaskan pemahaman bahwa begitu pentingnya elemen suara dalam hidup kita sehingga dapat kita ambil slogan “No Musik=No Life”.

Musik bisa menjadi bahasa universal yang bisa diterjemahkan ke setiap lingkungan budaya yang berbeda sekalipun. Musim sudah ada sejak zaman purba, buktinya adalah lukisan-lukisan dalam gua yang ditinggalkan oleh manusia purba, dan juga ukiran-ukiran huruf Heiroglyph dari mesir yang menggambarkan bahwa sejak zaman dahulu manusia sudah membuat alat musik dan menciptakan musik. Dalam buku ini dijabarkan secra rinci pengetahuan seputar evolusi musik dari masa ke masa.

Diawali dengan penjabaran tentang musik klasik yang lahir sekitar tahun 500 sampai dengan abad 21. Yang mana makna sebenarnya bukanlah musik dari zaman klasik atau kuno melainkan musik yang mempunyai nilai atau mutu yang diakui secara luas, dan menjadi tolak ukur kesempurnaan yang tinggi.

Kemudian dilanjutkan dengan  pengelompokan musik menurut jamannya. Dari abad pertengahan, renaissance (1400-1700M), Baroque Period (1600-1750M), Classical Period, romantic period hingga musik abad dua puluh, yang mana pada zaman serba digital ini menjadi komposer bisa dilakukan dengan mudah. Banyak aplikasi atau software yang bisa dipakai untuk merekam, membuat template suara alat musik tertentu dan mengkonversinya menjadi suara alat musik lain. Not bisa dicatat dan digabung-gabungkan dengan sangat mudah. Bisa dikatakan hanya dengan smartphone seseorang sudah bisa menjadi komposer.

Pilihan musik yang tepat bisa meningkatkan optimisme, anti depresan pengantar tidur yang nyenyak dan lain-lain. Semuanya bisa dijelaskan dengan teori sains yang dijabarkan dalam buku ini.

Dalam sharing pengalaman penulis, pembaca diajak mencermati pentingnya profesionalisme, komitmen dan konsistensi. Sebab dalam bermusik harus menguasai 2 aspek yaitu tekhnik dan musikalitas. Musikal senada dengan bakat alami sedangkan tekhnik adalah pendidikan musik yang sesuai menurut teori dan anatomi tubuh masing-masing musisi.

Indonesia sebagai negeri dengan beragam budaya menjadi sumber inspirasi tiada habis bagi dunia. Termasuk dalam musik. Buku yang layak dibaca bagi yang berminat mendalami tentang musik dan ingin memberikan sumbangsih bagi Indonesia agar tampil menjadi bangsa yang maju dan bermartabat dalam bidang musik.(*)

_________________________________

Judul Buku: Dunia Musik, Sains Musik untuk Kebaikan Hidup

Penulis: Eya Grimonia

Penerbit: Nuansa Cendikia

Terbit: Cetakan Pertama 2014

Jumlah Halaman: 140 Halaman

Ukuran kertas: 15,5 x 23,5 cm

ISBN : 978-602-7768-50-5

Peresensi : Aris Sayyidatul Ilmi, anggota FLP jombang dan Komunitas Be A Writer Indonesia

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
Buku