Buku

Menyongsong satu abad Balai Pustaka

2.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
09:28
09 FEB 2017
Reporter
Ahmad
Sumber
Rimanews

Rimanews - Balai Pustaka didirikan oleh pemerintahan Hindia Belanda dengan nama Commissie voor de Volkslectuur (Komisi untuk Bacaan Rakyat) pada tanggal 14 September 1908, kemudian pada tanggal 22 September 1917 barulah berganti nama menjadi ‘Balai Poestaka’.

Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang penerbitan dan percetakan ini kini kian meredup seiring dengan semakin memudarnya minat terhadap buku, ditambah lagi dengan adanya perubahan kebijakan Pemerintah yang mencabut hak penerbitan Buku Pelajaran dan Buku Bacaan di sekolah-sekolah pada tahun 2005. Seperti kata pepatah “Bagai kerakap tumbuh di batu, hidup segan mati tak mau”. Balai Pustaka semakin terjepit di tengah persaingan yang sangat ketat di industri penerbitan dan percetakan.

Menjelang usianya yang ke-100, Balai Pustaka tak mau hanya diam menunggu ajalnya. Berbagai program telah disiapkan untuk mengembalikan peran Balai Pustaka untuk mencerdaskan anak bangsa.

"Tahun ini kami berusia satu abad atau 100 tahun, kami memimpikan agar Balai Pustaka kembali memainkan perannya untuk mencerdaskan bangsa serta mengembalikan marwah bangsa Indonesia yang mulai terkikis karena zaman," kata Direktur Utama Balai Pustaka Saiful Bahri di Jakarta seperti dikutip bumn.go.id hari ini.

Menerbitkan kembali karya fenomenal Prof. H. Muhammad Yamin “6.000 Tahun sang Merah Putih” menjadi bukti keseriusan Balai Pustaka dalam upaya membangun generasi cerdas berbudaya dan berkarakter Pancasila. Selain itu, Balai Pustaka juga mulai merambah bisnis multimedia yang mengemas konten pendidikan dan sastra budaya dalam bentuk e-book untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses buku. Dalam perjalanannya, tekad mencerdaskan kehidupan bangsa tak akan sirna dan akan terus menjadi penyemangat Balai Pustaka untuk terus berkarya.

Balai Pustaka juga turut serta dalam program pemerintah “Gerakan Indonesia Membaca”. Tahun 2016, Balai Pustaka telah sukses mendirikan ratusan taman bacaan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Dengan kesuksesan tersebut Balai Pustaka yang menggandeng perusahaan-perusahaan BUMN dan juga instansi pemerintah dan swasta optimis untuk mendirikan 1.000 taman bacaan di Indonesia di tahun 2017 ini.

Masih dalam rangka semangat menyambut 100 tahun, Balai Pustaka mengangkat tagline “Mencerdaskan dan Mencerahkan”. 

Tagline tersebut sejalan dengan program-program yang telah dibuat termasuk peluncuran logo 100 tahun Balai Pustaka yang warna-warni. Logo tersebut menunjukkan Balai Pustaka yang penuh dengan dinamika, matang dan punya pengalaman panjang dengan brand image yang tak lekang oleh waktu.

Terbaru
Buku