Pendidikan

3 Kalimat Ini Dapat Jadi Alat Ukur Kenarsisan

2.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:00
17 DES 2016
ilustrasi
Penulis
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Rimanews

Rimanews – Patologi kepribadian narsisistik adalah salah satu dari 10 masalah kepribadian yang disebut dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, yang menjadi acuan para psikiater di dunia.

Orang yang narsis cenderung menyandarkan identitas diri pada pujian dan sanjungan orang. Para peneliti memperkirakan kurang satu persen dari total populasi mengidap gangguan kepribadian narsisistik secara akut, akan tetapi dua sampai 16 persen orang yang mendatangi terapi kepribadian mengidap gangguan ini.

Pada tahap lebih ringan, spesies yang menempatkan sanjungan orang sebagai basis penilaian atas diri tentu lebih banyak lagi. Untuk mengenali secara gejala narsisisme dalam diri seseorang, ada beragam cara. Akan tetapi, secara verbal tiga ungkapan berikut akan sangat membantu Anda untuk mengenali sejauh mana kenarsisan lawan bicara.

1. “Saya paling sulit mengingat nama orang”

Banyak orang tidak mudah mengingat nama orang, apalagi orang-orang rendahan yang dirasa tidak penting. Namun, beberapa orang justru mengucapkan secara lisan atau tertulis (seperti di status FB) kalimat di atas dengan tanpa merasa bersalah sedikit pun. Padahal, kesulitan mengingat nama orang adalah gejala kenarsisan.

Orang narsis akan fokus pada diri sendiri: kehebatan, kepintaran, keahlian bahkan nama sendiri. “Diana gitu loh!,” contoh pemilik nama Diana mengagungkan namanya karena merasa telah melakukan hal besar.

Nama adalah identitas paling jelas dan melekat pada diri setiap orang. Mengingat nama orang lain dengan tepat adalah sebuah penghormatan. Orang-orang narsis sulit melakukan ini karena merasa yang harus dihormati adalah dirinya sendiri.

2. “Kamu adalah suami terbaik di dunia”

Kata suami bisa diganti apa pun sesuai kebutuhan. Intinya, orang-orang narsis suka memuji secara berlebihan. Orang narsis bisa sangat kharismatik dan persuasif. Ketika tertarik dengan Anda (lebih untuk kepentingan besar mereka), mereka akan membuat Anda sangat spesial dan sangat dekat.

Dengan mengatakan kamu adalah suami terbaik di dunia, si narsis ingin membuat suaminya takluk dan memperlakukannya bak seorang putri. Jika kalimat tersebut diungkapkan ke orang lain (seperti di Facebook), dia ingin memamerkan kepada dunia bahwa dia adalah orang paling bahagia di dunia karena memiliki suami terbaik, di saat ada kenyataan banyak suami yang tidak baik.

Akan tetapi, sekali Anda mengecewakan (atau lebih tepatnya apa yang dia inginkan tidak terpenuhi), mereka akan segera mencampakkan Anda. Orang narsis bisa sangat sosial dan ramah, asalkan keinginan mereka terpenuhi. “Sekali mengecewakan, habis sama saya,” ini adalah ungkapan paling khas dari orang dengan kenarsisan akut.

3. “Kalau tidak ada saya, ,,,”

Orang narsis selalu mencitrakan diri sebagai sosok yang superior, dan mereka sangat menjaga citra ini. Mereka selalu ingin memastikan bahwa dirinya selalu tampak keren, beken, elit dan golongan VVIP.

Dengan cara tersebut, orang narsis sekaligus kerap menganggap sepele orang lain. Mereka selalu merasa orang lain tidak lebih cerdas, pengalaman dan penting. "Masa saya terus? Kalau tidak ada saya, berantakan semua urusan, dong!" contoh kalimat dari seorang bos yang narsis.

Orang narsis yakin bahwa diriya adalah manusia pilihan dan suka berperilaku arogan karena mencoba menjembatani antara kenyataan dan citra yang ada di kepalanya.

Orang narsis sering menggunakan kalimat di atas dalam narasi mereka untuk meyakinkan pendengar, terutama untuk menarik perhatian jangka pendek. Orang-orang narsis adalah jawara dalam membuat kesan pertama, karena selalu melihat peluang orang yang di hadapannya dapat dijadikan batu loncatan. Akan tetapi, orang narsis sulit bisa membangun hubungan jangka panjang. 

Terbaru
18 Maret 2017 | 20:40
Nasir: insinyur kok jadi wartawan
18 Maret 2017 | 06:45
Iklim pengaruhi bentuk hidung
15 Maret 2017 | 05:07
Kesulitan bersikap santun
11 Maret 2017 | 06:50
Kekejaman orang tua ke anak