Pendidikan

Jejak Orang Tua dalam Kesehatan Jiwa Anak

2.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:00
17 DES 2016
Ilustrasi
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Rimanews

OPINI - Vivilia, katakanlah, adalah nama seorang perempuan yang berjuang dengan "kesakitan"-nya. Dia lahir dari keluarga yang lengkap secara fisik; ayah dan ibunya masih hidup sampai saat dia memutuskan menikahi laki-laki yang dia impikan jadi suaminya. 

Apa yang dijalaninya dalam pernikahan tidak seindah dalam akhir dongeng Cinderella yang berakhir dengan "live happily ever after".

Banyak tantangan psikologis yang dihadapinya. Dia kerap merasa selalu disalahkan, tuntutan yang terlalu berat ditujukan baginya, tidak dicintai pasangannya, tidak diterima oleh  keluarga mertuanya, dan kemalangan selalu menimpa dia.

Apa yang dia rasakan seringkali bukan yang sebenarnya terjadi. Kenyataannya,  dalam renungan yang waras, dia menyadari bahwa suaminya mencintainya dan keluarga mertua juga menyanginya. Akan tetapi, perasaan semacam "ditolak" kerap menjadi hantu yang menjelma menjadi rasa tidak berharga. 

Vivila sadar betul bahwa dia tumbuh dengan disfungsi dalam keluarganya. Fungsi Ibu dalam struktur masyarakat tradisional adalah sebagai penerap moral positif, yaitu supaya anak-anak tahu melakukan perbuatan benar karena adanya reward (pujian). Adapun Ayah adalah sebagai penerap moral negatif; artinya, tahu tidak boleh melakukan perbuatan salah karena adanya punishment (sanksi).

Vivilia kecil sering mendapat kekerasan baik fisik dan verbal dari kedua orang tuanya. Alhasil, dia tumbuh menjadi anak yang pemalu, hiper sensitif, tidak percaya diri, sering merasa kesepian, gangguan mood, sering merasakan kecemburuan dan kecurigaan dalam bergaul secara berlebihan.

Untungnya, Vivilia sadar dengan "kekurangan" yang ada dalam dirinya. Sejak usia belia, dia menyadari bahwa ada yang salah darinya. Perasaan semacam trauma dan rasa sakit yang tidak bisa diidentifikasi sering membuatnya mengalami kesedihan yang dalam.  Perasaan itu membuatnya perlu mencari jati diri. 

Singkat cerita, Vivilia pergi merantau ke luar kota untuk mencari jawaban hidupnya. Dalam perjalanan dia menyadari bahwa penderitaannya adalah karena posisi sentral ibu dan bapak dalam keluarganya mengalami disfungsi.

Kisah Vivilia itu mengajarkan kepada kita bahwa tindakan orang tua sangat berpengaruh terhadap kesehatan jiwa dan kebahagiaan anak sampai seumur hidup. Maka, para keluarga muda, banyak-banyaklah belajar tentang bagaimana menjadi orang tua, agar fungsi keluarga berjalan dengan baik. 

Sudah banyak kerusakan lingkungan diakibatkan oleh kebodohan para orang tua kita. 

Keluarga disfungsi akan melahirkan anak yang disfungsi, lalu bangsa yang disfungsi dan negara yang disfungsi. Disfungsi di sini artinya fungsi yang seharusnya dilakukan ibu-bapak yaitu memberikan afirmasi positif dan negatif terhadap perbuatan baik dan buruk anak terganggu atau tidak lengkap.

Kebutuhan diafirmasi bisa dalam bentuk, misalnya, seseorang anak dipuji karena menolong orang tuanya mencucui piring atau dia diberi sanksi ketika berbohong. Afirmasi seperti itu akan memberikan efek psikologis yang sangat krusial dalam kehidupannya, dalam bentuk perasaan diterima dan perasaan puas dalam hidupnya. Selain itu, anak dengan latar belakang disfungsi akan merasa kesulitan melakukan interaksi sosialnya, termasuk dalam relasi asmara dan rumahtangganya.

Sebagai makhluk sosial, kebutuhan seseorang untuk diafirmasi oleh lingkungannya adalah kebutuhan dasar, menurut hierarki kebutuhan dasar yang sangat terkenal dari Abraham Maslow (1908-1970).

Anak dengan disfungsi moral positif akan selalu merasa disalahkan orang-orang di sekitarnya, dan anak dengan disfungsi moral negatif akan merasa bahwa dia selalu benar. Hal tersebut akan memberikan efek dirinya sulit menerima kesalahan atau kelebihan yang ada pada orang lain.

Anak semacam ini biasanya mengalami alienasi dan keterputusan dari koneksi orang-orang di dekatnya, dia merasa "tidak aman", tidak percaya pada apa pun, pada simptom yang lebih parah, dia juga tidak percaya Tuhan. 

Penulis: Fikriyah Rasyidi, ibu rumah tangga dan praktisi pendidikan anak

Terbaru
12 Januari 2017 | 11:59
SPP SMA/SMK tak lagi gratis
12 Januari 2017 | 05:25
Bullying dan disfungsi sekolah
6 Januari 2017 | 11:01
Hampir seluruh Jawa siap gelar UNBK
19 Desember 2016 | 19:11
Jokowi Putuskan UN Tetap Berjalan
18 Desember 2016 | 14:00
6 Sifat Dasar Manusia
Pendidikan
Berita Terkait