Pendidikan

Ilmuwan ungkap masa inkubasi telur dinosaurus

2.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
08:30
05 JAN 2017
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Rimanews

Rimanews – Para ilmuwan menemukan fakta bahwa telur dinosaurus memerlukan masa inkubasi enam bulan sebelum menetas, lebih lama dari perkiraan para ilmuwan sebelumnya.

Dikutip dari laman The Verge, para ilmuwan meyakini telur dinosaurus memiliki masa inkubasi yang sama seperti telur burung, 11 hingga 85 hari. Teori ini berasal dari pendapat bahwa burung adalah turunan dinosaurus yang masih hidup sehingga burung diyakini mewarisinya dari pendahulunya, dinosaurus.

Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Proceeding of the National Academy of Sciences, ilmuwan menguji teori itu  dengan menganalisis gigi dari dua embrio dinosaurus yang belum menetas.

Satu embrio berasal dari dinosaurus seukuruan domba yang ditemukan di Mongolia, bernama Protoceratops. Satu lagi embrio Hypacrosaurus, dinosaurus moncong bebek yang ditemukan di Kanada.

Analisis pertumbuhan gigi kedua embrio menunjukkan Protoceratops butuh hampir tiga bulan untuk menetas, sementara Hypacrosaurus enam bulan.

Beberapa dinosaurus berukuran lebih besar dari Hypacrosaurus masa inkubasinya lebih lama.

Masa inkubasi telur yang lama berisiko bagi telur maupun dinosaurus. Dinosaurus yang harus memelihara telur selama itu akan kesulitan berpindah tempat.

Masa inkubasi yang lama juga berisiko telur dimakan predator, terutama jika ditinggal induk dalam waktu yang cukup lama. Telur juga rentan gagal menetas karena peristiwa alam, seperti banjir dan kemarau panjang.

Ketika asteroid menghantam bumi 65 juta tahun lalu yang menimbulkan perubaham iklim yang sangat cepat dan kepunahan massal, dinosaurus tidak bereproduksi secepat binatang lainnya.

Masa inkubasi yang lama mungkin turut menyumbang bagi kepunahan dinosaurus. Saat ini, ilmuwan akan meneliti apakah inkubasi lama juga berlaku pada tipe dinosaurus lainnya.

Terbaru
15 Juli 2017 | 07:00
Aksara di sekolah kita
12 Juli 2017 | 07:14
Hasrat memberi dan penghalangnya
4 Juli 2017 | 17:49
UGM temukan antibodi unggas
Pendidikan