Pendidikan

Medsos pengaruhi minat baca masyarakat

2.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
00:04
12 JAN 2017
Ilustrasi Sosial Media
Editor
Stefanus Yugo
Sumber
Antara

Rimanews - Perkembangan teknologi digital seperti media sosial menyebabkan minat baca masyarakat rendah.

"Budaya baca di saat ini terpengaruh oleh budaya medsos," kata Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jawa Barat Mahpudi di Bandung, kemarin.

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan penggunaan internet mayoritas digunakan masyarakat untuk menikmati konten media sosial. Sedangkan jumlah pengguna internet pada tahun 2016 mencapai 132,7 juta orang.

Mahpudi mengatakan, waktu masyarakat banyak tersita untuk media sosial dibandingkan membaca buku. "Sekarang trend-nya ke Facebook, WA dan lain-lain," kata dia.

Mahpudi, karena itu mengatakan, walaupun banyak beredar buku bagus dan berkualitas, minat masyarakat untuk membaca tetap saja rendah.

Rendahnya minat baca masyarakat tidak hanya terhadap buku yang dicetak tapi juga terhadap buku digital atau e-book. "e-book juga sama masih rendah karena selain lebih ribet juga secara teknologi masih belum memadai untuk di Indonesia. Jarang ada yang bertahan berjam-jam membaca e-book karena pencahayaan juga dari gadget," kata dia.

Dia menjelaskan, ada sejumlah langkah yang bisa ditempuh untuk meningkatkan minat baca masyarakat, salah satunya memperbanyak ruang baca di tempat publik seperti pusat perbelanjaan, hotel dan lain-lain.

"Bagaimana orang mau baca buku kalau orang tengok kiri, tengok kanan tidak ada bukunya," kata dia.

Langkah lainnya adalah meningkatkan kualitas buku dan untuk menghasilkan buku berkualitas harus ada standarisasi. "Jadi buku yang terbit itu harus benar-benar disukai orang," kata dia.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
24 Februari 2017 | 05:00
Mengapa sampai salah memilih pasangan?
23 Februari 2017 | 05:00
Memaksa guru menulis
19 Februari 2017 | 19:35
UI hapus ujian masuk mandiri
18 Februari 2017 | 12:30
Muhadjir kecil gemar tonton film
15 Februari 2017 | 07:00
Cara terbaik meminta maaf
11 Februari 2017 | 07:00
Bullying paling beracun dan penawarnya
7 Februari 2017 | 07:00
Membunuh masa depan orang lain
Berita Terkait