Pendidikan

Ketika penderita disleksia yang tak bisa bedakan “p” dan “b” harus SMS minta jemput

2.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
07:12
14 FEB 2017
Ilustrasi
Penulis
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Rimanews

OPINI – Berdasarkan data dari American Dyslexia Association, 1 dari 10 orang diperkirakan menderita disleksia. Akan tetapi, tak banyak pengidap disleksia menyadarinya—dari 40 juta disleksik di AS, hanya 2 juta yang mengetahuinya.

Disleksia (dyslexia) adalah gangguan pemelajaran bahasa, terutama baca-tulis, seperti lemah dalam membaca, menyusun kata, kefasihan membaca lisan dan mengeja. Disleksia bisa terjadi pada siapa saja, termasuk orang jenius sekalipun. Albert Einstein (1879 –1955) adalah contoh salah satu jenius yang mengidap disleksia; bahkan, lebih dari 50% pegawai badan antariksa AS (NASA) diklaim pengidap disleksia.

Bagi penderita seperti Caca (26), disleksia terkadang membuatnya salah tingkah, terutama ketika dia harus mengetik teks SMS dengan cepat-cepat. Perempuan lulusan salah satu universitas negeri terkemuka di Jakarta ini kesulitan membedakan antara huruf “b” dan “p”.  

“Pernah aku SMS minta jemput, tapi yang kutulis jembut. Idih, malu banget,” kenangnya sambil tersipu.

Akan tetapi, jika huruf kapital “B”, dia bisa membedakannya dengan “P”. Jadi, ini lumayan membantunya.

Kesulitan lain yang dialami Caca yakni membaca huruf vokal yang sama secara berurutan, terutama yang lebih dari dua deret, misalnya kata masalah (3 deret vokal yang sama)—yang benar-benar menjadi masalah bagi Caca untuk dibaca.

Untuk mengatasinya, perempuan yang hobi menyanyi ini harus bekerja keras dengan cara mentautkannya dengan konteks sebelum dan setelah kata yang sulit dicerna tersebut muncul dalam sebuah teks.

Caca yang baru merasa bisa membaca secara efektif saat kelas lima SD ini mengaku hanya mengalami kerancuan memahami deretan huruf latin, termasuk bahasa Inggris. Oleh karena itu, dia harus berjuang lebih keras ketika mengambil jurusan pendidikan bahasa Inggris saat kuliah.

“Kalau Arab nggak. Saat belajar ngaji dulu, biasa aja kayak yang lain,” bebernya.   

Sebagaimana banyak penderita yang lain, Caca baru tahu apa yang dialaminya sebagai disleksia baru ketika dia belajar di universitas.

“Kadang-kadang saya juga kesulitan menerima instruksi secara berurutan. Ini terkadang membuat saya dianggap kurang cepat menangkap informasi. Untungnya, saya bekerja dengan teman-teman yang enak sekarang,” jelasnya.

Menurut The International Dyslexia Association, orang tua yang menderita disleksia cenderung mewariskan gejala tersebut ke anak-anaknya. Namun, hal ini tidak perlu dicemaskan, sebab dengan penanganan yang memadai, penderita disleksia dapat belajar dengan sukses.

Orlando Bloom, Whoopi Goldberg, Stephen Spielberg, Kiera Knightley, dan Patrick Dempsey ada beberapa contoh penderita disleksia yang sukses di bidangnya.

Seorang disleksik mungkin harus berjuang dengan ketrampilan menyusun, perencanaan dan prioritas, mengingat waktu, atau konsenstrasi saat ada kebisingan. Akan tetapi, disleksik bisa jadi sangat unggul di bidang seni, ilmu komputer, mentautkan ide dan berpikir out of the box, matematika, fisika, musik, penjualan dan olah raga.

Sayangnya, 80% orang menganggap disleksia dengan keterbelakangan—ini sama sekali tidak benar. Disleksia tidak terkait erat dengan IQ, seperti kasus Einstein yang ber-IQ 160.

“Kreativitas adalah kunci untuk setiap anak dengan disleksia—atau bagi siapa saja. Lalu Anda dapat berpikir out of the box. Ajarkan kepada mereka bahwa apa pun bisa diraih,” kata pesohor Orlando Bloom.

Jadi, jangan buru-buru memvonis anak yang terlambat membaca, menulis atau memahami instruksi dengan kebodohan. Bisa jadi anak tersebut mengalami disleksia. Pengetahuan tentang gejala disleksia sejak dini akan sangat memudahkan penderita untuk tidak hanya belajar tetapi juga mendapatkan kepercayaan diri.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
24 Februari 2017 | 05:00
Mengapa sampai salah memilih pasangan?
23 Februari 2017 | 05:00
Memaksa guru menulis
19 Februari 2017 | 19:35
UI hapus ujian masuk mandiri
18 Februari 2017 | 12:30
Muhadjir kecil gemar tonton film
15 Februari 2017 | 07:00
Cara terbaik meminta maaf
11 Februari 2017 | 07:00
Bullying paling beracun dan penawarnya
7 Februari 2017 | 07:00
Membunuh masa depan orang lain
Pendidikan
Berita Terkait
21 Februari 2017 | 20:10
Banjir rendam 35 sekolah di Bekasi