Pendidikan

Cara terbaik meminta maaf

4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
07:00
15 FEB 2017
Ilustrasi
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Rimanews

Rimanews – Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, akan tetapi tidak setiap orang mengetahui cara terbaik untuk meminta maaf.  

Yang sering mencegah kita untuk memperbaiki hubungan dengan meminta maaf secara tulus adalah rasa malu dan gengsi. Padahal, Psikolog AS John Bradshaw mengingatkan, membuat kesalahan harus dibedakan dengan menjadi salah. Tidak mau mengakui apa yang sudah terjadi adalah tanda-tanda kelemahan, bukan kekuatan.

Dalam artikel yang ditulis di Psycologytoday dengan judul The Best Way to Apologize, John Amodeo mengatakan orang sering menyalahkan yang lain ketimbang dengan jantan mengatakan, “Saya minta maaf sudah melakukan kesalahan.”

Amodeo mengingatkan jika meminta maaf, jangan menggunakan kalimat pengandaian. Dia menyebutnya dengan “Iffy Apology.” Menggunakan kata penghubung “jika” atau “tetapi” ketika meminta maaf bukanlah permintaan maaf yang sesungguhnya.

“Saya minta maaf jika menyakitimu” hanyalah tanda bahwa penuturnya tidak menerima bahwa apa yang dilakukannya sudah menyakiti. Sebaiknya langsung meminta maaf tanpa perlu penjelasan yang didisain untuk bertahan.

“Maaf ya kamu sudah tersinggung” hanya mengindikasikan pendapat tersembunyi: “Tapi kamu seharusnya tidak usah tersinggung” atau “Kenapa sih kamu!?” kita kan tidak berniat menyinggung. Cara meminta maaf dengan kalimat tersebut dapat menjadi bukti bahwa penuturnya tidak benar-benar mau bertanggung jawab terhadap apa yang sudah dituturkannya.

Permintaan maaf yang tulus adalah tanpa embel-embel penjelasan dan konjungsi yang menunjukkan pengandaian dan kontras. Misalnya, “Saya sudah menyakitimu, saya benar-benar menyesal dan minta maaf.” Atau, “Saya sudah teledor dengan tidak mengaktifkan ponsel. Saya tak akan mengulangi lagi.”

Permintaan maaf yang tulus mensyaratkan kekuatan dan perasaan. Pasalnya, orang secara otomatis akan berhadapan dengan reaksi lawan bicara, mungkin marah atau kecewa. Pun permintaan maaf tak dapat dipaksa. “Dia harus minta maaf ke saya” adalah kalimat yang tidak bijak.

Ketika sudah mengecewakan seseorang, tariklah napas dalam-dalam dan fokus dengan diri sendiri. Cobalah rasakan bagaimana menjadi orang yang sudah Anda sakiti. Lalu ambillah tanggungjawab untuk membantunya meredakan tensi dengan berani meminta maaf secara tulus.

Terbaru
18 Maret 2017 | 20:40
Nasir: insinyur kok jadi wartawan
18 Maret 2017 | 06:45
Iklim pengaruhi bentuk hidung
15 Maret 2017 | 05:07
Kesulitan bersikap santun
11 Maret 2017 | 06:50
Kekejaman orang tua ke anak
24 Februari 2017 | 05:00
Mengapa sampai salah memilih pasangan?
23 Februari 2017 | 05:00
Memaksa guru menulis
Pendidikan
Berita Terkait
11 Maret 2017 | 06:50
Kekejaman orang tua ke anak