Pendidikan

Kak Seto minta guru berhenti gunakan kekerasan dalam mendidik

4.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
20:20
07 MAR 2017
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Antara

Rimanews - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto meminta para guru sekolah maupun orang tua berhenti menggunakan kekerasan atas nama pendidikan supaya anak dapat tumbuh kembang secara baik tanpa pengalaman kekerasan.

"Jadi mohon dalam mendidik jangan ada dengan cara-cara kekerasan, saat ini yang terjadi di masyarakat masih cukup tinggi tingkat kekerasan dalam mendidik anak," kata Kak Seto usai acara seminar Parents Gathering With Kak Seto di Pendopo Kabupaten Garut, Jawa Barat, hari ini.

Ia menuturkan, kegiatan pendidikan anak itu merupakan bagian dari kampanye LPAI di seluruh daerah di Indonesia, termasuk dilakukan di beberapa tempat di Jawa Barat.

Acara yang diselenggarakan di Pendopo Garut itu diikuti para guru perwakilan mulai tingkat PAUD, TK, SD, SMP dan SMA se-Garut.

Kak Seto menyampaikan tentang cara mendidik anak dengan mengutamakan tiga aspek yakni kognitif atau kesadaran secara logika, aspek afektif atau rasa cinta yang lebih tulus kepada anak dan ketiga aspek psikomotorik atau peran guru yang lebih gesit dan terampil.

Ia menjelaskan, para pendidik dapat terampil dalam mengajar anak dengan cara mendongeng, menggambar atau bermain sulap supaya anak merasa gembira dalam belajar.

"Tidak tertekan, tidak stres sehingga anak-anak mempunyai motivasi yang tinggi dalam belajar," katanya.

Ia mengatakan, materi lain dalam kegiatan itu tentang membangun kesadaran hukum bahwa anak-anak dilindungi Undang-Undang.

"Kita juga memberikan materi tentang kesadaran hukum, dalam hal ini anak-anak perlu dilindungi di Indonesia melalui Undang-undang Perlindungan Anak," katanya.

Ia berharap, perlindungan anak tidak hanya dilakukan oleh lembaga khusus maupun kepolisian, tetapi bersama-sama dengan seluruh lapisan masyarakat.

Menurut dia, perlu dibentuknya satuan tugas perlindungan anak di tingkat RT/RW sebagai langkah antisipasi dan penanganan cepat bagi anak-anak yang mendapatkan perlakuan tidak wajar.

"Sehingga dengan adanya pembentukan Satgas Perlindungan Anak di tingkat RT/RW maka diharapkan tidak ada kekerasan lagi terhadap anak," katanya.

Terbaru
18 Maret 2017 | 20:40
Nasir: insinyur kok jadi wartawan
18 Maret 2017 | 06:45
Iklim pengaruhi bentuk hidung
15 Maret 2017 | 05:07
Kesulitan bersikap santun
11 Maret 2017 | 06:50
Kekejaman orang tua ke anak
Pendidikan