Pendidikan

Muhammadiyah beli kampus di Malaysia

4.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
09:50
08 MAR 2017
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Rimanews

Rimanews - Muhammadiyah membeli saham mayoritas salah satu perguruan tinggi milik Malaysia, yakni Asia E University di Kuala Lumpur senilai Rp 150 milyar.

Muhammadiyah mengakuisisi saham mayoritas Asia E University melalui konsorsium yang terdiri dari 12 perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM), yakni UM Yogyakarta, UM Surakarta, UM Surabaya, UM Malang, UM Jakarta, UM Semarang, UM Sumatera Utara, UM Palembang, UM Purwokerto, UM Makassar, Universitas Ahmad Dahlan, dan UM Prof Dr Hamka.

"Pembelian mayoritas saham Asia E University Malaysia oleh 12 PTM ini telah ditunjuk PP Muhammadiyah menjadi pemegang saham sesuai surat tugas No.04/TGS/I.A/2017 dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah tertanggal 2 Februari 2017," kata Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, kemarin.

Dikutip dari laman milik Muhammadiyah, PWMU.com, ormas itu mendirikan universitas dengan cara membeli karena lebih mudah daripada mendirikan dari awal. Sebagai pemegang saham mayoritas, pimpinan perguruan tinggi nanti dipilih dari kalangan Muhammadiyah yang ada di Malaysia yang akan ditunjuk oleh Pimpinan Pusat.

Kampus Asia e University, yang berdiri pada 2006, itu pun diubah menjadi University Consorsium Muhammadiyah Malaysia (UCMM).

Suko kemudian menjelaskan alasan memilih akusisi PT di Malaysia. Pertama, karena mudahnya proses pendirian PT dibanding negara-negara lain. Alasan lain, banyak PT di Negeri Jiran itu yang sudah masuk kategori "world class university".

"Kebanyakan laboratorium PT di Malaysia sudah siap untuk pengembangan S3," kata dia.

Dia mengungkapkan, proses akusisi ini sudah berjalan hampir dua tahun sejak pencanangan progran internasionalisasi dari PP Muhammadiyah.

"Akusisi bukan semata-mata demi bisnis, melainkan juga pengembangan sumber daya manusia (SDM). Muhammadiyah menarget dalam tiga tahun ke depan ada 1000 dosen dengan gelar doktor di PT Muhammadiyah," kata dia.

Dengan adanya PT di Malaysia, lanjut dia, akan memudahkan Muhammadiyah memenuhi target tersebut. Bila terpenuhi, dapat menunjang peningkatan akreditasi institusi perguruan tinggi (AIPT).

"Muhammadiyah menarget, PTM dengan AIPT B dapat menjadi A pada 2020 mendatang. Salah satu penilaian AIPT adalah ada dua doktor di satu prodi," ujarnya.

Meskipun diakuisi Muhammadiyah, UCMM tetap mengikuti kurikulum di Malaysia. Proses penerimaan mahasiswa baru juga mengikuti jadwal di Malaysia. "Kami juga sudah cek soal ijazah di sana kepada Kemenristekdikti. Ijazahnya diakui dan tidak ada masalah," katanya.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
Pendidikan