Pendidikan

Pengelolaan Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan menjadi Ide Utama Seminar SCI 2017

3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
09:46
21 MAR 2017
Dari Kiri ke Kanan) Rachmad Imron, pendiri Studio Game Digital Happiness, Perry Ismanggil, Co-Founder dari Teluu, dan Eric Sasono, kritikus film, berbincang sambil dipandu oleh Dr. Arief Gusnanto sebagai moderator dalam acara Strategic Contribution Indonesia 2016 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Leeds pada bulan Maret 2016 di Maurice Keyworth Building, University of Leeds.
Editor
Deandra Saraswati
Sumber
Rimanews

Rimanews – Seminar 5th Strategic Contribution for Indonesia (SCI) yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia Leeds di Inggris akan kembali diselenggarakan pada Sabtu, 22 April 2017 di Gedung Michael Sadler University of Leeds.  

“Memasuki tahun kelimanya, SCI 2017 akan mengangkat tema Sustainable Cities and Communities: The Nexus of Community, Research, Government in Reforming cities dengan tujuan utama ialah menghasilkan dokumen rekomendasi dari diskusi interaktif antar pembicara dengan peserta acara yang nantinya diberikan kepada pihak – pihak terkait di Indonesia,” ujar Annisa Hasbi selaku Ketua Pelaksana acara SCI 2017.  

Pembicara yang dinilai sebagai pakar di bidang sustainability seperti Ibu Tri Rismaharini selaku Walikota Surabaya, Bapak Ahmad Herwayan sebagai Gubernur Provinsi Jawa Barat akan hadir. Selain itu, Ibu Lucinda Yeadon selaku Deputy Leader and Executive Member for Environment and Sustainability of Leeds City Council menjadi pakar yang akan memberikan pengalamannya dalam strategi pengelolaan kota serta komunitas yang berkelanjutan dan Dimas Wisnu Adrianto sebagai mahasiswa asal Indonesia yang memfokuskan riset Doktoratnya di bidang pengelolaan kota berbasis berkelanjutan.  

“Mereka telah mengkonfirmasi kedatangannya untuk hadir di acara SCI 2017 mendatang. Kredibilitas mereka yang nyata menjadi nilai tambah acara sehingga dapat memberikan inspirasi mengenai strategi yang tepat dalam pengelolaan kota serta komunitas yang berkelanjutan,” tambah Anissa Hasbi.  
Animo mahasiswa Indonesia serta masyarakat yang berada di Inggris menjadi salah satu motivasi utama untuk acara SCI 2017 rutin diadakan. Setelah berhasil mengangkat tema ekonomi kreatif pada tahun sebelumnya, panitia berniat untuk terus bisa memberikan kontribusi nyata yang bisa diaplikasikan oleh pihak – pihak terkait.   

“Diharapkan SCI 2017 bisa dijadikan wadah diskusi interaktif agar dokumen rekomendasi yang dihasilkan kaya akan masukan yang bisa diaplikasikan di Indonesia,” tambah Raka Tantra Pamungkas sebagai penanggung jawab bidang Eksternal SCI 2017. (PR)

Terbaru
15 Juli 2017 | 07:00
Aksara di sekolah kita
12 Juli 2017 | 07:14
Hasrat memberi dan penghalangnya
4 Juli 2017 | 17:49
UGM temukan antibodi unggas