Pendidikan

Muhadjir minta kasus SMA Taruna maut tak digeneralisasi

5.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
10:50
02 APR 2017
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Antara

Rimanews - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta masyarakat tidak menggeneralisasi tewasnya pelajar SMA Taruna Nusantara dengan beranggapan bahwa kualitas semua sekolah asrama tidak bagus.

"Kejadian itu tidak bisa dipakai untuk memukul rata bahwa sekolah asrama berada dalam kondisi tidak bagus," kata Muhadjir di Kendari, hari ini.

Menurut dia, kasus tersebut juga tidak bisa dianggap sebagai status darurat pendidikan terkait kejadian kekerasan yang terjadi di tingkat siswa.

"Saya kira itu cukup jauh. Karena kejadian itu baru sekali semenjak 27 tahun sekolah itu berdiri," katanya.

Dia mengakui bahwa guru tidak bisa memantau dan mengawas kegiatan anak didik selama 24 jam di asrama. Muhadjir yang juga mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut, mengemukakan saat ini program sekolah berasrama, khususnya untuk tingkat SMA, sedang dipersiapkan menjadi program prioritas pemerintah di bidang pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad juga mengatakan bahwa kasus pembunuhan teman seasrama di SMA Taruna Nusantara Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, merupakan kasus yang khusus.

"Ini special case tidak bisa digeneralisasi untuk semua sekolah berasrama," kata dia.

Hamid juga mengaku kaget ketika mengetahui kabar pembunuhan teman seasrama hanya karena persoalan yang sepele.

Siswa SMA Taruna Nusantara tewas dibunuh oleh teman seasramanya dengan senjata tajam pada Jumat (31/3). Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengungkapkan motif pelaku pembunuhan ialah karena sakit hati kepada korban.

Terbaru
10 April 2017 | 13:45
DPR harap UN berjalan lancar
Pendidikan