Pendidikan

Mendikbud sesalkan konvoi kelulusan SMA yang rusuh di Klaten

5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:52
04 MEI 2017
Dok. Sejumlah pelajar SMA/SMK, yang membuat kerusuhan saat melakukan konvoi kelulusan, ditahan di Polres Klaten, Jawa Tengah, Selasa (02/05). Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Antara

Rimanews - Konvoi kelulusan siswa SMA/SMK di Klaten, Jawa Tengah, yang berujung pada pengrusakan dan penganiayaan disesali Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, yang berharap kejadian serupa tak terulang.

"Saya berkunjung ke Klaten untuk mengecek langsung kejadian apa benar seperti yang diinformasikan di media sosial itu, yang katanya sampai ada korban jiwa," kata Muhadjir di sela kunjungannya di SMA Negeri 1 Klaten, hari ini, dikutip dari Antaranews.

Namun, kata Mendikbud setelah berkunjung ke sekolah-sekolah yang siswanya terlibat seperti yang diberitakan media sosial ternyata tidak sebanyak yang dilaporkan itu.

"Kendati demikian, Mendikbud menyesalkan dan ikut prihatin kejadian yang menimpa korban terutama anak siswa SMA Negeri 1 Klaten, ada empat siswa terluka semoga segera pulih, terutama mereka ada pengalaman trauma," ujar Muhadjir.

Dia juga mengimbau kejadian tersebut agar tidak terulang kembali, baik di Klaten maupun kota lain.

Mendikbud mengklaim, kejadiannya tidak seseram yang diberitakan karena banyak foto-foto yang dimuat di media sosial tidak terjadi di Klaten.

"Saya sangat menyesalkan mereka-mereka yang melakukan tindakan itu, tidak terpuji membuat masyarakat resah. Apalagi dalam kondisi sekarang ini, kita harus saling bertanggung jawab. Mestinya, justru ikut mendinginkan masalah jangan memancing persoalan," jelasnya.

Mendikbud mengimbau masyarakat atau para pembaca, terutama netizen, lebih kritis dan cermat, terutama mereka yang memegang kewenangan mengambil keputusan agar tidak salah menetapkan atau harus mengetahui terlebih dahulu di lapangan untuk bisa mengambil kesimpulan untuk langkah berikutnya.

Selain itu, Mendikbud juga mengimbau seluruh sekolah dimana saja berada terutama kepala sekolah dan para pendidik untuk betul-betul memperhatikan para siswanya terutama yang baru saja menyelesaikan studinya atau lulus sekolah, karena nanti akan ada jedah waktu saat masuk ke sekolah baru merupakan hari-hari yang sangat rawan.

"Para siswa yang sedang euforia kelulusan sekolah supaya guru-guru ikut bertanggung jawab. Jadi jika ada kejadian seperti ini, meski di luar sekolah saya minta pertanggung jawaban para guru terutama kepala sekolah. Anak-anak dipantau jangan sampai terhanyut eforia yang berlebihan," ujar Mendikbud.

Plt Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan Pemkab Klaten memang merasa kecolongan atas kejadian konvoi para siswa yang sedang eforia atas kelulusannya pada Selasa (02/05).

"Saya berharap kejadian itu, ke depan tidak terulang kembali," kata Sri Mulyani.

Kepala Sekolah SMAN 1 Klaten Kawit Sudiyono mengatakan ada empat siswanya kelas 11 semuanya tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera menjadi korban penganiayaan oleh rombongan pelajar SMA dan SMK yang sedang berkonvoi merayakan hari pengumuman kelulusan di depan sekolahnya.

Menurut Kawit para siswanya tersebut sedang jajan di pedagang makanan di warung depan sekolahnya secara tiba-tiba mereka diserang rombongan konvoi itu. Keempat siswa yang korban luka-luka yakni Naufal Fatoni, Cabndra Yuwan, dan Saiful.

Wakil Kepala Polres Klaten Kompol Hari Sutanto saat dikonfirmasi soal kejadian rombongan siswa melakukan konvoi kelulusan sekolah, membenarkan. Namun, kejadian itu, tidak sampai ada korban jiwa seperti diberitakan di media sosial.

Terbaru
Pendidikan