Peradaban & Sejarah

Patung kuno misterius pukau para arkeolog

1.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
20:16
14 FEB 2017
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Antara

Rimanews - Sebuah patung kuno yang masih misterius memukau para arkeolog di Yunani. Meskipun dari bentuknya mirip burung, tapi  mereka belum sepakat patung apa itu sebenarnya dan dari mana asalnya.

"Teka-teki 7.000 tahun", sebutan National Archaeological Museum untuk patung itu, dipamerkan di Athena hingga 26 Maret.

Patung itu menjadi peninggalan purbakala terakhir yang dipamerkan dalam "The Unseen Museum", pameran sekitar 200 ribu benda antik mulai dari patung hingga perhiasan yang tidak setiap hari dipajang.

Patung batu granit setinggi 36 centimeter dari akhir zaman Neolitikum punya hidung runcing dan leher panjang serta perut bulat, punggung datar dan kaki silinder gemuk pendek.

"Itu bisa saja menggambarkan figur mirip manusia dengan wajah seperti burung, atau entitas serupa burung yang tidak ada hubungannya dengan manusia tapi dengan ideologi dan simbol masyarakat Neolitikum," kata Katya Manteli, arkeolog di museum itu, kepada Reuters.

Para ahli belum yakin dari mana benda itu berasal karena merupakan koleksi pribadi. Mereka hanya berasumsi patung itu berasal dari Yunani bagian utara, Thessaly atau Macedonia.

Tidak seperti kebanyakan peninggalan Neolitikum lainnya yang dibuat dari batu halus, patung itu dibuat dari batu yang keras meski saat itu perkakas logam belum ada.

Dan meski ukurannya terlalu pendek untuk menggambarkan figur manusia, namun patung itu lebih besar dibandingkan dengan kebanyakan patung Neolitikum, yang tingginya jarang melebihi 35 centimeter.

"Melihat teknik dan ukurannya, ini benda langka dan unik dari periode Neolitikum di Yunani," kata Manteli.

Arkeolog juga belum memahami jenis kelamin sosok yang digambarkan dalam patung itu, apakah karena kemampuan terbatas pada zaman itu atau pematung memang membuat sosok aseksual.

Para arkeolog meyakini fakta bahwa patung itu dipoles menunjukkan bahwa itu bentuk akhir, meskipun mereka berpendapat bahwa kalau pematung memiliki perkakas yang layak mungkin dia akan membuat bentuk yang lebih spesifik.

"Ya, itu bisa jadi sosok orang hamil, tapi tidak ada dada, yang umum digunakan pada zaman Neolitikum untuk menggambarkan tubuh perempuan. Di sisi lain, itu juga tidak memiliki organ laki-laki, jadi itu menggambarkan figur aseksual," kata Manteli.

"Ada aspek misterius yang membuatnya menarik," imbuhnya.

Terbaru
24 Februari 2017 | 19:26
"Pernikahan gaib bukan budaya Dayak"
Peradaban & Sejarah
Berita Terkait
24 Februari 2017 | 05:00
Mengapa sampai salah memilih pasangan?