Peradaban & Sejarah

Konflik tak kunjung usai, Ganjar tahan dana Rp5 miliar untuk Keraton Surakarta

6.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:35
17 APR 2017
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (kiri)
Editor
Dhuha Hardiansyah
Sumber
Antara

Rimanews – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terpaksa tidak menyalurkan dana hibah dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp5 miliar per tahun kepada Keraton Kasunanan Surakarta karena konflik internal keluarga kerajaan tersebut. 

"Sejak terjadi konflik, kami memang tidak memberikan dana hibah (terkait dengan dualisme kepemimpinan di Keraton Kasunanan Surakarta). Kalau nanti kita salah gimana? Ini soal administrasi," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Senin (17/04/2017).

Oleh karena itu, dia mengimbau keluarga Keraton Kasunanan Surakarta berembuk dan mengedepankan musyawarah-mufakat guna menyelesaikan konflik internal agar penyelesaiannya tidak berlarut-larut.

"Menurut saya, alangkah baiknya dari keluarga bisa duduk bareng, berembuk, buat kesepakatan," katanya,

Menurut dia, Keraton Kasunanan Surakarta memiliki kesepakatan yang bisa menjadi pedoman dalam penyelesaian konflik internal.

"Kalau paugeran-paugeran yang menjadi ugeman itu bisa dipegang bareng-bareng itu akan enak, kalau tidak ya buat kesepakatan baru mumpung para kasepuhan di sana masih ada," ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan itu menilai, konflik internal yang terjadi sekarang menjadi sesuatu yang negatif bagi Keraton Kasunanan Surakarta.

"Saya kira (rembukan) harus menjadi langkah terbaik, karena kalau tidak, konflik ini akan dibaca sebagai sesuatu yang tidak mengenakkan, apalagi di Jawa Tengah," katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kata dia, akan memfasilitasi semua upaya yang bertujuan menyelesaikan konflik internal di Keraton Kasunanan Surakarta supaya tidak berkepanjangan.

“Intinya kami siap memfasilitasi, mengenai persoalan hukum itu biar penegak hukum yang menyelesaikannya," ujarnya.

Terbaru
Peradaban & Sejarah