Peradaban & Sejarah

Istana Bakhchisaray, peninggalan Tatar Krimea yang kental dengan budaya Islam

6.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:08
10 JUL 2017
Istana Bakhchisaray
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Kota Bakhchisaray, 30 kilometer sebelah barat Simferopol, ibu kota Republik Krimea, tak lagi semasyhur dulu. Pada masa keemasannya, kota ini pernah menjadi pusat pemerintahan Kekhanan Krimea yang menjadi bagian dari kekhilafahan Utsmani Turki.

Meski demikian, kota ini masih menyimpan peninggalan-peninggalan berharga yang tak boleh dilewatkan jika berkunjung ke Krimea. Ada banyak hal yang bisa dilakukan di kota tersebut, salah satunya berkunjung ke Istana Bakhchisaray.

Seperti dilansir RBTH, Istana Bakhchisaray merupakan peninggalan Tatar Krimea yang kental dengan budaya Islam. Sejarah Istana Bakhchisaray dapat ditelusuri hingga 500 tahun lalu, saat Semenanjung Krimea masih menjadi bagian dari kekhilafahan Utsmani.

Masjid Big Khan, satu dari dua struktur bangunan pertama yang dibangun di Istana Bakhchisaray masih beroperasi hingga saat ini.

"Istana Bakhchisaray bukan hanya tempat tinggal untuk para Khan (sebutan raja untuk beberapa negara Islam)," kata Anna Polkanova, wakil direktur Museum Peninggalan Bakhchisaray. "Ada juga lima tempat lain yang disebut istana-istana kecil. Namun, tempat utama untuk raja Krimea adalah Istana Bakhchisarai yang dibangun atas perintah Sahib I Giray."

Selama lebih dari 200 tahun, istana tersebut menjadi pusat kegiatan politik Kekhanan Krimea. Setiap pemimpin baru membangun bangunan baru, mengabadikan nama, dan membentuk gedung yang kita dapat lihat hari ini.

Surga dunia

Banyaknya air mancur dan taman menjadi alasan mengapa istana tersebut diberi nama bakhchisaray, yang dalam bahasa Tatar Krimea berarti istana taman.

Taman di dalam Istana Bakhchisaray, yang dapat digunakan beristirahat dan menyejukkan diri, merepresentasikan ide "surga dunia".

"Istana dibangun dengan gaya arsitektur khas Krimea saat itu. Selain markas pemerintahan, ia memuat apartemen pribadi Khan dan keluarganya, perpustakaan, masjid, dan bangunan lain," kata Polkanova.

Balai Divan adalah salah satu bangunan paling impresif di istana. Di sana, isu-isu paling penting dibahas. Khan akan duduk di singgasananya, yang diselimuti kain oranye dan dengan dekorasi sulaman emas. Orang-orang kepercayaan Khan diizinkan untuk duduk di sofa rendah, dan para penasihatnya duduk di kursi yang menempel dinding. Balai tersebut saat ini masih memiliki kaca berwarna dan atap berukiran khas abad ke-16.

Arsitek ternama Tatar Krimea, Omer, juga dulu bekerja di istana. Hasil lukisannya masih bisa dilihat di Masjid Big Khan dan Gazebo Musim Panas. Di abad ke-18, Omer membangun kembali gazebo tersebut, dengan menambah satu lantai lagi untuk Peti Emas.

Terbaru
Peradaban & Sejarah