Seni & Sastra

Nasehat untuk penguasa dalam puisi Raja Ali Haji

1.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
09:24
08 JUN 2017
Raja Ali Haji
Penulis
Dhuha Hardiansyah
Sumber
Rimanews

OPINI - Bicara tentang sastra Islam Indonesia, atau Nusantara, mustahil melewatkan nama Raja Ali Haji (RAH). Sejumlah Professor menggelarinya sebagai Aristoteles Melayu. Nama lengkapnya adalah Raja Ali al-hajj Fisabillillah bin Opu Daeng Celak alias Engku Haji Ali ibni Engku Haji Ahmad Riau. Dia dilahirkan pada tahun 1808 M dipusat kesultanan Riau-Lingga di pulau Penyengat.

Untuk mengenal secuil dari sebukit karya agung RAH, kami mengutip sebuah penggalan puisi kaya nasehat yang dinukil dari syair panjang berjudul "Syair Nasehat Kepada Anak," bait ke 12 hingga 15.

Syair ini berisi peringatan kepada calon penguasa supaya memegang amanah dengan baik dan memperhatikan sikap. Makna “petisi” itu dapat dirasakan dari pemilihan kata yang menyandingkan kekuasaan dengan moralitas ideal di awal pembukaan syair sebagai seruan moral, serta di bagian tengah syair. Dalam konteks kekinian, sentilan ini dapat dijadikan referensi untuk setiap calon dan para pemangku negeri.

Ayuhai anakanda muda remaja

Jika anakanda mengerjakan raja

Hati yang betul hendaklah disahaja

Serta rajin pada bekerja

 

Mengerjakan gubernemen janganlah malas

Zahir dan batin janganlah culas

Jernihkan hati hendaklah ikhlas

Seperti air di dalam gelas

 

Jika anakanda menjadi besar

Tutur dan kata janganlah kasar

Janganlah seperti orang sasar

Banyaklah orang menaruh gusar

 

Pada bait terakhir kutipan di atas, semua pemimpin patut memperhatikan. Kata-kata kasar terbukti hanya mengundang kerugian, tak hanya bagi pemimpin itu sendiri tetapi masyarakat secara umum. Peringatan Raja Ali Haji tersebut terbukti pada kasus baru-baru ini di ibu kota Jakarta, yang pemimpinnya harus lengser karena tidak menjaga lisannya.

Semakin besar jabatan, hendaknya orang semakin bijak dan halus kata-katanya. Pasalnya, ucapan orang besar memiliki kekuatan, sesuai dengan jabatan yang disandangnya. Orang yang harus membentak, marah-marah, berkata kasar adalah mereka yang tidak yakin bahwa kata-katanya cukup memiliki daya. 

KATA KUNCI : , ,
Terbaru
Seni & Sastra