Bisnis

Pengusaha Muslim Diajak Gabung Koperasi 212

13.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:30
17 DES 2016
Acara Musyawarah Formatur Mitra Usaha 212 di Masjid Al Ittihad Jl. Tebet Mas Indah
Reporter
Imam Bashori
Sumber
Rimanews

Rimanews - Aksi 212 yang dipelopori Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) memicu munculnya pembentukan koperasi syariah 212 yang digagas oleh Ketua Barisan Putra Putri Indonesia (BARA) Eka Gumilar. Dengan dibentuknya koperasi tersebut, Eka Gumilar mengharapkan bisa mengetuk hati para pengusaha dan pemimpin umat untuk menyambut gagasannya, agar bisa berdiri koperasi 212 yang bisa membantu banyak rakyat Muslim. 

"Agar roda ekonomi bergerak dan berujung Indonesia menjadi bangsa yang kuat," ungkap Eka Gumilar saat acara Musyawarah Formatur Mitra Usaha 212 di Masjid Al Ittihad Jl. Tebet Mas Indah 1, RT: 08/02. Tebet Barat Jakarta Selatan, Sabtu (17/12/2016).

Menurutnya, saat ini ekonomi masih dikuasai segelintir konglomerat, sehingga perlu adanya upaya pemerataan kesejahteraan agar tidak ada kesenjangan yang terlalu jauh. Kata dia, kekuatan ekonomi yang dikuasai asing juga harus dikurangi, karena ini membuat kehormatan bangsa dipertaruhkan. 

"Faktanya mereka yang merasa kuat secara modal dan ekonomi akan ikut mempengaruhi setiap kebijakan pemerintahan, sehingga kadang pemerintah terkesan kurang prorakyat kecil. Karena itu umat Islam harus bersatu, jangan terkotak kotak. Mulailah dengan hal sederhana, insya Allah akan besar dan menjadi solusi mensejahterakan umat," bebernya.

Di tempat yang sama pimpinan GNPF MUI Bachtiar Nasir mengatakan pembentukan koperasi syariah 212 perlu didukung agar umat bisa sejahtera tidak mengandalkan bantuan dari pihak luar. 

"Ekonomi kita sudah dikuasai oleh asing. Umat Islam harus bangkit, baik secara moral maupun ekonomi. Kita jangan dijajah lagi secara ekonomi. Potensi umat Islam sangat besar sayang sekali jika tidak kita manfaatkan. Aksi 212 merupakan bukti bahwa umat Islam bisa bersatu jika kita memang menginginkannya," tandasnya.

 

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
20 Januari 2017 | 22:33
Ekspor rambut palsu meningkat
20 Januari 2017 | 22:21
Harga karet turun drastis
19 Januari 2017 | 21:17
Kopi Indonesia bidik pasar Nigeria
19 Januari 2017 | 15:24
Harga minyak dunia turun akibat AS
19 Januari 2017 | 15:03
Harga sawit kembali naik
19 Januari 2017 | 13:25
33 perusahaan sawit di Riau ilegal
16 Januari 2017 | 19:27
Ekspor Desember naik 1,9 persen
16 Januari 2017 | 15:03
Bos Samsung ditahan dalam kasus suap
13 Januari 2017 | 11:26
Penggunaan semen terus menurun
12 Januari 2017 | 19:02
Mentan ajak ibu-ibu menanam cabai
Berita Terkait