Bisnis

Eksplorasi panas bumi di Gunung Ciremai aman bagi lingkungan

1.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:50
09 JAN 2017
Reporter
Ahmad
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pemerintah menjamin proses eksplorasi panas bumi di wilayah Gunung Ciremai akan aman dan tidak akan menimbulkan dampak bencana seperti kejadian sumur Lapindo.

"Mereka yang menolak karena mereka melihat film-film mengenai pemanfaatan panas bumi seperti Mataloko NTT yang kondisinya jauh dengan Ciremai, seperti lumpur panas yang keluar mirip Lapindo," kata Direktur Panas Bumi Dirjen Energi Baru Terbarukan ESDM, Yunus Saefulhak seperti dikutip esdm.go.id, hari ini.

Saat ini banyak warga sekitar Gunung Ciremai di Kuningan Jawa Barat menolak pemanfaatan WKP Gunung Ciremai menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Mereka menolak karena khawatir pembangunan akan merusak lingkungan di sekitar lokasi pabrik.

Pengembangan WKP Gunung Ciremai hanya memanfaatkan sebesar 0,08% dari seluruh WKP Gunung Ciremai yang mencapai 24.000 hektare. Dengan memanfaatakan Gunung Ciremai sebagai wilayah kerja panas bumi juga lebih menjaga lingkungan di seluruh kawasan karena pengembangan panas bumi harus menjaga kelestarian hutan karena untuk menjaga keseimbangan sistem panas bumi diperlukan perlindungan hutan yang berfungsi sebagai daerah resapan.

Yunus menjelaskan bahwa lumpur panas, sulfur kemudian ada uap atau asap dan bau belerang itu adalah tanda-tandanya manifestasi panas bumi jadi bukan mengindikasikan jika dibor akan keluar seperti lumpur Lapindo. Lapindo itu eksplorasinya minyak bumi sedangkan yang akan dilakukan di Gunung Ciremai adalah eksplorasi panas bumi. 

"Kalau migas itu adanya dibatuan sedimen yang lapisannya lemah sementara pressurenya sangat tinggi sementara kalau di geothermal sebaliknya batuannya beku, keras dan pressure-nya rendah yakni sekitar 20 bar, jadi pressure-nya tidak terlalu besar tapi lapisan yang kuat," jelas Yunus.

Untuk mengedukasi masyarakat terkait pemanfaatan panas bumi di Gunung Ciremai, pemerintah telah melakukan sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat di sekitar WKP Gunung Ciremai. 

"Kemarin sudah dilakukan beberapa kali sosialisasi, pertama kali dengan aparat pemerintah daerah waktu itu bulan November terus dilanjut bulan Desember dengan masyarakat umum dan tokoh-tokoh masyarakat," ujar Yunus.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
17 Februari 2017 | 11:52
Freeport ancam hentikan produksi
15 Februari 2017 | 22:04
Merauke ingin bentuk BUMD Perikanan
14 Februari 2017 | 14:01
Jembatan Kelok Sembilan kian atraktif
13 Februari 2017 | 12:44
Harga cabai rawit merah belum stabil
13 Februari 2017 | 10:48
Kebutuhan kayu sengon meningkat
10 Februari 2017 | 23:47
KUR harus tepat ke pengusaha kecil
10 Februari 2017 | 14:49
Perhutani benahi industri kayu lapis
10 Februari 2017 | 13:36
"Freeport perlu copot Chappy Hakim"