Bisnis

Terminal Pulogebang masih banyak kekurangan

1.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
01:09
10 JAN 2017
Dok: Terminal Pulogebang
Editor
Febrianto
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono mengatakan, masih ada kekurangan di Terminal Terpadu Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, yang perlu dibenahi. Kekurangan tersebut lebih disebabkan masalah anggaran.

"Anggaran pemeliharaan ada di Disnas Perhubungan (Dishub). Tapi, karena ini APBD baru, belum ada yang tandatangani. Jadi sekarang ya seadanya dulu," kata Sumarsono, hari ini.

Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur mulai beroperasi pada 20 Desember 2016. Secara bertahap sejak dibuka, akan dilakukan pemindahan pengoperasian bus-bus dari terminal Pulo Gadung, Jakarta Timur. 

Bus-bus dengan tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur wajib masuk terminal Pulogebang. Karena terbilang masih baru beroperasi, Sumarsono mengakui masih banyak fasilitas yang harus diadakan secepatnya.

Beberapa kekurangan yang masih harus diperbaiki di Terminal Terpadu Pulogebang diantaranya, penambahan tenaga keamanan dan kebersihan. Kemudian, pendingin ruangan belum seluruhnya menyala atau siap dioperasikan.

Selain itu, lanjut Sumarsono, fasilitas IT yang ada juga perlu dilengkapi. Termasuk rambu lalu lintas juga perlu dirapikan baik yang ada di  area dalam maupun di luar terminal. Sehingga, sopir bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan mobil pribadi tidak kebingungan.

"Kebersihan toilet juga harus menjadi perhatian. Hanya, memang saat ini tenaga kerjanya masih kurang," tandasnya, seperti dikutip dari laman Pemprov DKI Jakarta.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
17 Februari 2017 | 11:52
Freeport ancam hentikan produksi
15 Februari 2017 | 22:04
Merauke ingin bentuk BUMD Perikanan
14 Februari 2017 | 14:01
Jembatan Kelok Sembilan kian atraktif
13 Februari 2017 | 12:44
Harga cabai rawit merah belum stabil
13 Februari 2017 | 10:48
Kebutuhan kayu sengon meningkat
10 Februari 2017 | 23:47
KUR harus tepat ke pengusaha kecil
10 Februari 2017 | 14:49
Perhutani benahi industri kayu lapis
10 Februari 2017 | 13:36
"Freeport perlu copot Chappy Hakim"