Bisnis

Harga karet naik dampak dari banjir Thailand

1.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
10:51
10 JAN 2017
Reporter
Ahmad
Sumber
Rimanews

Rimanews - Harga karet dunia diprediksi akan mengalami kenaikan sebagai dampak dari bencana banjir yang menerpa wilayah Thailand selatan dua hari lalu. 

Bencana banjir itu juga menyebabkan sekitar setengah perkebunan karet di wilayah Thailand terendam banjir dengan demikian pasokan karet ke seluruh wilayah akan terganggu. Thailand merupakan eksportir karet terbesar di dunia. Sekitar 387.000 ha lahan pertanian mengalami kerusakan, termasuk di dalamnya 4,6% perkebunan karet.

Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Thailand memaparkan, 12 provinsi mengalami hujan lebat dan terkena banjir. Termasuk di dalamnya sejumlah wilayah perkebunan dan pariwisata.

Persoalan cuaca memang bisa menjadi kendala untuk komoditi karet. Selain masalah cuaca, secara fundamental pasar komoditas membaik akibat tren pengurangan suplai yang dimulai pada 2016. 

Adanya kesepakatan antara International Tripartite Rubber Council (ITRC), yakni kelompok negara penghasil karet yang terdiri dari pemerintah Thailand, Malaysia, dan Indonesia memangkas kapasitas ekspor atau Agreed Export Tonnage Scheme (AETS) mulai Maret-Desember 2016 juga memberikan dampak positif terhadap harga.

Di bawah perjanjian AETS, tiga negara yang memasok 60% kebutuhan karet global akan memotong total ekspornya sebanyak 700.000 ton.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
17 Februari 2017 | 11:52
Freeport ancam hentikan produksi
15 Februari 2017 | 22:04
Merauke ingin bentuk BUMD Perikanan
14 Februari 2017 | 14:01
Jembatan Kelok Sembilan kian atraktif
13 Februari 2017 | 12:44
Harga cabai rawit merah belum stabil
13 Februari 2017 | 10:48
Kebutuhan kayu sengon meningkat
10 Februari 2017 | 23:47
KUR harus tepat ke pengusaha kecil
10 Februari 2017 | 14:49
Perhutani benahi industri kayu lapis
10 Februari 2017 | 13:36
"Freeport perlu copot Chappy Hakim"