Bisnis

Pertanian di Papua sudah gunakan teknologi canggih

1.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
21:47
14 FEB 2017
Mentan Amran Sulaiman saat mengunjungi Papua Nugini
Reporter
Ahmad
Sumber
Rimanews

Rimanews - Provinsi Papua sudah bisa menghasilkan beras dengan kualitas premium dan sudah diekspor ke Papua Nugini pada tahun 2017 ini, berkat penggunaan teknologi canggih dalam penerapan pertanian di bumi cenrawasih itu.

"Pertanian di Papua khususnya di Merauke telah menggunakan teknologi pertanian. Hasilnya, dulu biaya pengolahan lahan mencapai Rp 3 juta/ha, tetapi dengan adanya mekanisasi pertanian sekarang hanya Rp 1,1 juta/ha," kata Mentan Amran Sulaiman seperti dikutip pertanian.go.id hari ini.

Dampak penggunaan teknologi canggih dalam dunia pertanian di Papua saat ini membuat Indonesia untuk pertamakalinya bisa ekspor beras ke luar negeri. Saat ini Indonesia mengekspor beras ke Papua Nugini dan mengalahkan beras asal Thailand, Vietnam dan Filipina.

Gubernur Papua, Lukas Enembe dalam kesempatan tersebut bergembira karena mimpi agar Papua bisa menyokong produksi pangan nasional bisa benar-benar terwujud.

"Mudah-mudahan ekspor berkelanjutan. Puluhan tahun kita mimpikan Merauke menjadi lumbung padi nasional, tapi baru kali ini melakukan ekspor. Ini akan dilakukan secara terus menerus tiap tahun," kata Lukas.

Menurutnya, pencapaian ini atas bantuan dan dukungan penuh dari Kementerian Pertanian selama ini yang telah memberikan bantuan mekanisasi pertanian dan bersama TNI telah membuka lahan sawah baru.

"Kami bersyukur mendapat bantuan mekanisasi di Merauke. Beberapa tahun lalu TNI sudah bukan lahan baru, sehingga semakin banyak lahan sawah petani tidak banyak menganggur dan menjadi petani modern," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Merauke, Fredrikus Gebze menuturkan Indonesia harus dipersiapkan sebagai negeri gemah ripah loh jinaweh. Selama 72 tahun Indonesia baru mengekspor beras ke Papua Nugini.

Kemudian, lanjutnya, Infrastruktur dasar pertanian telah mengalami kemajuan yakni jalan usaha tani sehingga petani dapat mengangkut hasil panen. Sebab, selama 30 tahun petani penjemur padi di pinggir jalan tetapi kini sudah memiliki penjemuran dan pengering.

"Sehingga hasilnya, beras dari Merauke merupakan beras unggulan jauh dari pengawet dan pewarna. Petani hari ini derajatnya yang terhormat dan telah menggunakan alat pertanian yang canggih sehingga petani saat ini telah menjadi ahli petani," tutur Fredrikus.

Terbaru
Bisnis