Bisnis

Harga gas di Indonesia harus kompetitif

1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:52
16 FEB 2017
Ilustrasi gas LPG milik Indonesia
Reporter
Muhammad Adam Isnan
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pemerintah meyakini bahwa harga gas bumi dalam negeri harus bisa bersaing dengan sejumlah kompetitor lain sehingga bisa mendapatkan harga ekonomis bagi masyarakat luas. 

"Semangatnya adalah harga gas kita itu harus kompetitif dan harga gas bukan US$ 12 tapi kalau bisa di angka US$ 3," kata Kepala Divisi Komersialisasi Gas Bumi SKK Migas, Sampe L Purba di Jakarta hari ini.

Menurut data Kementerian Perindustrian, harga gas bumi di Singapura hanya sekitar US$ 4,5 per juta British thermal unit (MMBTU), Malaysia US$ 4,47 per MMBTU, dan Filipina US$ 5,43 per MMBTU. Sedangkan Indonesia berkisar US$ 5 sampai US$ 8per MMBTU.

Menurut Sampe, salah satu hal yang menyebabkan harga gas di Indonesia lebih mahal karena biaya eksploitasi di Tanah Air yang memang masih mahal. Selain itu, fasilitas pembangunan infrastruktur gas juga masih memerlukan biaya yang tidak sedikit. "Apalagi kalau LNG ada pengapalan dan transmisi distribusi," ujar Sampe.

Namun, Sampe menjamin sampai saat ini, semua pihak berusaha keras agar harga gas memenuhi nilai ekonomis dan juga kemampuan beli dari sisi konsumen. "Supaya bisa efisien, mungkin bisa juga efisiensi yang dilakukan di sisi hulu," kata papar Sampe.

Tapi Sampe juga mengingatkan agar tidak terjadi kesalahpahaman bahwa komponen gas yang dijadikan penyebab kenaikan harga gas padahal hanya berkisar 10-20 persen saja. "Kalau itu dituduh sebagai penyebab harga gas tidak kompetitif itu tidak masuk akal," ujar Sampe.

Terbaru
24 Februari 2017 | 21:41
Pemerintah fokus biayai usaha mikro
23 Februari 2017 | 11:23
Jokowi peringatkan Freeport
23 Februari 2017 | 08:07
Banjir pengaruhi kenaikan inflasi
22 Februari 2017 | 23:32
551 rumah di Sragen akan dapat bantuan
21 Februari 2017 | 21:17
Produksi CPO global anjlok 3,6 persen
21 Februari 2017 | 13:43
Bulog serap beras lokal hingga 135 ton
20 Februari 2017 | 22:17
Tegal akan bangun pelabuhan terpadu
20 Februari 2017 | 21:17
Waduk di Kudus rampung tahun depan
20 Februari 2017 | 20:33
Era digital bikin banyak pengangguran
20 Februari 2017 | 14:07
Freeport bantah hentikan produksi
Berita Terkait