Bisnis

Freeport ancam hentikan produksi

2.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
11:52
17 FEB 2017
Sebuah bus pekerja meninggalkan areal pertambangan Grasberg PT Freeport,Mimika, Papua (Foto:Wahyu Putro/Antara)
Reporter
Ahmad
Sumber
Reuters

Rimanews - Kisruh yang terjadi di tubuh perusahaan tambang raksasa PT Freeport Indonesia kian memanas setelah pemerintah memutuskan melarang anak perusahaan PT Freeport yakni Freeport McMoran Inc. untuk mengekspor konsentrat. 

Sejumlah pekerja dikabarkan akan menggelar aksi demonstrasi hingga mogok kerja sampai tuntutan mereka supaya ekspor kembali dibuka benar-benar dikabulkan. 

"Semuanya telah berhenti sepenuhnya. Hanya tinggal aktivitas perawatan saja sekarang," kata Ketua Serikat Pekerja Freeport Indonesia, Virgo Solossa seperti dilansir Reuters, hari ini.

Selama ini Freeport mengirim produksi 40% konsentratnya ke smelter di Gresik dan mengekspor 60% produksi berdasarkan aturan yang berlaku. Namun sejak tanggal 12 Januari 2017, Freeport tidak bisa lagi mengekspor konsentratnya. 

Izin ekspor mineral olahan beberapa jenis, antara lain tembaga, bijih besi, dan pasir besi, yang dimiliki Freeport sesuai PP nomor 1 tahun 2014 atas perubahan PP No 23 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, otomatis tidak berlaku lagi. 

Izin perpanjangan ekspor itu habis seiring pemerintah mengeluarkan PP nomor 1 tahun 2017 atas perubahan PP nomor 23 tahun 2010. Dengan tidak ada izin ekspor, PT Freeport Indonesia hanya bisa mengeluarkan 40% ore yang diproduksinya ke smelter di Gresik. Sisanya, yang seharusnya diekspor, terpaksa ditimbun di gudang. Ditambah kondisi penyimpanan tambang Grasberg disebutkan telah penuh.

Penghentian berkepanjangan tambang tembaga terbesar kedua di dunia itu diyakini akan memberikan kerugian besar, ketika harga tembaga mendekati posisi tertinggi dalam 21 bulan.

Freeport mengaku tambang Grasberg harus memangkas produksi sebesar 60 persen dari konsentrat yang dihasilkan per bulan jika larangan ekspor terus berlaku. 

Terbaru
20 April 2017 | 10:30
Rini sebut Indonesia akan digdaya
5 April 2017 | 07:12
Stok sembako aman hingga Juli
4 April 2017 | 09:42
Pembangunan Gili Mas dipercepat
30 Maret 2017 | 10:02
Harga minyak dunia kembali naik
Bisnis