Bisnis

Bisnis properti akan tumbuh wajar

1.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
21:16
16 MAR 2017
Dok: Acara Indonesia Expo
Reporter
Ahmad
Sumber
Rimanews

Rimanews - Kalangan pengembang berulangkali menyatakan tahun 2017 menjadi timing kebangkitan bisnis properti dan akan berlangsung lebih riil dan wajar sesuai dengan nilai pasar. 

Meningkatnya bisnis properti tahun ini dipicu membaiknya kondisi makro ekonomi dan regulasi yang lebih propasar.

"Pelonggaran batasan kredit atau loan to value (LTV), tren penurunan suku bunga kredit, kebijakan uang muka ringan, ini memberikan angin segar bagi bisnis properti dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujar Bambang Tri, Direktur Coldwell Banker Commercial Indonesia seperti dikutip perumnas.co.id, hari ini.

Keadaan tersebut membuat para pemilik dana lebih optimis dan confident untuk berinvestasi di sektor properti. Stabilitas politik dan program tax amnesty dalam jangka menengah dan panjang juga akan berpengaruh positif. 

Kendati belum terlalu signifikan saat ini merupakan momentum untuk mulai berinvestasi properti. Indikasi lain yang cukup menarik adalah cukup banyak perusahaan asing khususnya Jepang mencari hunian dan ruang perkantoran dalam jumlah cukup besar.

Bambang mengemukakan kalangan pengembang sebaiknya merespon perkembangan ini dengan merancang produk sesuai kebutuhan pasar. Karena itu diperlukan inovasi, kreatifitas, dan target pasar yang tepat. 
"Timing-nya bagus untuk memulai investasi karena kondisinya masih bottom sehingga kemungkinan kenaikan harganya lebih besar. Pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah juga akan mendorong sektor properti ikut terdongkrak," imbuhnya.