Bisnis

Indonesia alami krisis ahli di bidang konstruksi

1.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
10:44
21 MAR 2017
Dok: Ilustrasi konstruksi.
Reporter
Ahmad
Sumber
Rimanews

Rimanews - Indonesia saat ini tengah mengalami  ‘krisis’ Insinyur Muda, mengingat masih banyak mahasiswa lulusan fakultas teknik sipil memilih melanjutkan pekerjaan dibidang lain bukan dibidangnya seperti konstruksi. 

"Hal ini tidak boleh dibiarkan. Apalagi di saat sektor konstruksi di Indonesia sedang berkembang, bersamaan dengan semakin gencarnya para pekerja asing yang masuk ke Indonesia," kata Direktur Jenderal Bina Konstruksi Yusid Toyib seperti dikutip pu.go.id,hari ini.

Saat ini Indonesia sedang gencar melakukan pembangunan fisik di sejumlah wilayah untuk meningkatkan perputaran roda ekonomi. Selain itu, pembangunan juga ada yang dijadikan solusi untuk mengurai kemacetan seperti pembangunan MRT di Jakarta.

Yusid mengatakan, ilmu yang sudah didapatkan para mahasiswa teknik sipil di bangku kuliah lebih baik diaplikasikan dalam dunia nyata sehingga tidak sia-sia. Untuk itu Kementerian PUPR terus berupaya mendorong dan memfasilitasi pengembangan sektor konstruksi dengan melaksanakan pelatihan-pelatihan guna mempersiapkan tenaga kerja konstruksi.

Salah satu upaya nyata Kementerian PUPR adalah dengan dilaksanakannya Pelatihan jarak jauh (Distance Learning). Melalui pelatihan berbasis internet, pelatihan jarak jauh ini dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. "Sehingga target 750.000 tenaga kerja bersertifikat di tahun 2019 dapat terwujud," ujar Yusid.

“Seiring dengan perkembangan teknologi, dunia digital dapat membantu kita melahirkan tenaga kerja konstruksi Indonesia, bagi mahasiswa yang telah selesai mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat konstruksi, sebagai bukti kemampuan yang dimilikinya," tambahnya.

Sponsored
The Money Fight

Bisnis