Bisnis

Honda masih belum untung di bisnis pesawat

3.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
11:23
29 MAR 2017
Dok: Pesawat Honda
Editor
Ahmad
Sumber
Antara

Rimanews - Perusahaan otomotif asal Jepang, Honda Motor Co. membutuhkan waktu relatif lama guna menutup biaya pengembangan sekaligus membukukan profit dari bisnis produksi pesawat terbang.

Chief engineer HondaJet, Michimasa Fujino (56), pun harus menunggu lebih lama guna menyaksikan bisnis pesawat Honda itu mampu meraih keuntungan sejak dibangun pada tiga dekade yang lalu.

Honda menolak menyebutkan biaya pembuatan pesawat terbang yang telah dikembangkan sejak 1986. Namun Richard Aboulafia, wakil presiden analisis perusahaan konsultan kedirgantaraan Teal Group, menaksir proyek itu menghabiskan uang sekitar US$ 1 miliar sejak tahun 2000.

Dilansir dari Reuters, Senin, tantangan pengembangan itu bertambah setelah adanya keterlambatan pengiriman hingga lima tahun, serta biaya besar pengembangan mesin jet itu sendiri.

Produsen sedan global Honda Civic itu pun bertaruh sekitar US$ 4,5 juta untuk pesawat jet pribadi berkapasitas enam bangku penumpang. Pesawat itu merupakan yang pertama dikembangkan perusahaan mobil sejak Perang Dunia II.

Pesawat yang mulai dikirimkan pada akhir 2015 juga dibanderol lebih mahal dibandingkan kompetitornya di segmen pesawat jet ringan.

"Kesalahan terbesar orang ketika masuk ke bisnis pesawat adalah (berpikir) bahwa pengeluaran besar sudah berakhir setelah memulai mengirimkan pesawat," kata Aboulafia dilansir dari I, Senin.

"Tapi yang sangat sering terjadi, justru meningkat," kata dia mengutip data pemasaran dan kenaikan biaya produksi.

Fujino, CEO Honda Aircraft Company, mengatakan perusahaannya membutuhkan waktu lima tahun untuk merasakan keuntungan. Namun Aboulafia menilai akan lebih lama.

"Jika mereka, secara ajaib, bisa menghasilkan US$ 1 juta dari keuntungan setiap pesawat, setidaknya mereka perlu menjual 1.000 pesawat, setelah membangun (100 unit pertama atau lebih) pesawat yang belum menguntungkan," katanya.

Proyek ini memang bergantung dari dana yang dikucurkan Honda. Laba bersih mereka pada tahun finansial 2016 sekitar 3 miliar dolar AS, atau tiga kali lipat lebih besar dari Textron, produsen jet Cessna Citation M2.

Honda mengatakan proyek ini memang memiliki manfaat tak langsung, antara lain memoles citra di pasar mobil Amerika Utara serta memanfaatkan teknologi pembuatan jet untuk memproduksi mobil di masa depan.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
20 April 2017 | 10:30
Rini sebut Indonesia akan digdaya
5 April 2017 | 07:12
Stok sembako aman hingga Juli
4 April 2017 | 09:42
Pembangunan Gili Mas dipercepat
30 Maret 2017 | 10:02
Harga minyak dunia kembali naik
Bisnis