Bisnis

PT Blue Bird sasar peluang bisnis bus wisata

3.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
21:33
29 MAR 2017
PT Blue Bird
Reporter
Ahmad
Sumber
Antara

Rimanews - Perusahaan taksi PT Blue Bird Tbk tengah menyasar peluang bisnis dari sisi penyewaan bus untuk wisata. 

Direktur PT Blue Bird Tbk Sigit P Djokosoetono dalam diskusi di Jakarta, mengatakan bisnis bus wisata dengan tajuk "Big Bird Jalan-Jalan" tersebut menawarkan paket wisata ke berbagai destinasi wisata di Pulau Jawa. 

"Kita siapkan full service diantar ke tempat wisata yang sudah kita kerja sama kemudian dijemput kembali," katanya.

Layanan bus wisata tersebut melayani sejumlah rute, di antaranya Jakarta-Bandung-Jakarta, Jakarta-Cirebon-Jakarta, Jakarta-Jungle Land (Bogor) - Jakarta dan Jakarta-Yogyakarta-Jakarta. 

Sigit mengatakan pengembangan bisnis tersebut baru dimulai November 2016 dan tidak tertutup kemungkinan akan diperluas jaringannya hingga ke luar Jawa.

Dia meyakini bisnis tersebut akan semakin berkembang ke depannya di tengah taksi yang mengalami persaingan sangat ketat sepanjang 2016 dan diproyeksikan akan semakin kompetitif pada tahun ini. 

Sementara itu, Kepala Hubungan Investor PT Blue Bird Tbk Michael Tene mengatakan pihaknya merambah bisnis dari sisi bus juga untuk meningkatkan utilitas atau ketergunaan armada yang hanya mencapai 70 persen sepanjang 2016. 

Michael menambahkan selain menjalankan Big Bird Jalan-Jalan, pihaknya juga terus mengembangkan bus jemputan yang bekerja sama dengan sekolah-sekolah internasional. 

"Jadi, pada hari sekolah bus kita digunakan untuk jemputan dan bagaimana ketika anak sekolah libur, bus ini masih ada utilitasnya, akhirnya ketika akhir pekan bisa digunakan untuk wisata," katanya. 

Dia menyebutkan total bus yang dimiliki Blue Bird Group, yaitu 600 bus dari total armada 33.000 unit per 31 Desember 2016, yang terdiri dari 26.000 taksi Blue Bird, 1.000 Silver Bird dan 5.000 unit mobil rental. 

Namun, dia mengatakan, untuk tahun ini belum ditentukan apakah ada penambahan rute baru atau tidak untuk bisnis bus wisata tersebut. 

"Kita baru mulai November kemarin, jadi belum ada impact tren kenaikan ataupun penambahan rute baru kita lihat dulu ini sejauh apa perkembangannya, harapannya kita pasti tumbuh terus," katanya.

Terbaru
Bisnis