Bisnis

Bekraf belajar industri film dengan Prancis

2.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
08:08
30 MAR 2017
Dok: Presiden Hollande bersama Jokowi
Reporter
Ahmad
Sumber
Antara

Rimanews - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan belajar manajemen industri perfilman dari Pusat Perfilman dan Animasi Prancis (CNC) melalui nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani di sela-sela kunjungan Presiden Prancis Francois Hollande dan delegasinya ke Jakarta, Rabu.

CNC adalah lembaga di bawah Kementerian Kebudayaan dan Komunikasi Prancis yang membantu pembiayaan perfilman negara tersebut dengan memberikan subsidi yang dipungut dari pajak-pajak kegiatan perfilman.

"Itu yang sedang kami pelajari agar Indonesia bisa melakukan hal yang sama karena selama ini kita belum pernah memberikan insentif-insentif yang sifatnya budaya," kata Kepala Bekraf Triawan Munaf dalam acara "Creative Economy and Cultural Industries in a Digital World".

Upaya memberlakukan insentif dalam bidang kebudayaan dan industri kreatif masih dalam tahap konsolidasi antara Bekraf dengan kementerian terkait terutama Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian.

Dengan mengurangi pajak, diharapkan para pelaku ekonomi kreatif lebih banyak berkarya dan memperbesar kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional, selain juga membantu mempromosikan keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia ke dunia.

Saat ini, ekonomi kreatif telah menyumbang Rp852 triliun terhadap PDB Tanah Air. Melalui kerja sama dengan berbagai negara termasuk Prancis, Bekraf berharap kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB yang masih di bawah 10 persen akan dapat diakselerasi pertumbuhannya.

"Saya yakin ekonomi kreatif ke depannya bisa menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia," tutur Triawan.

Selain pertukaran ilmu dalam manajemen industri perfilman, MoU Bekraf dan CNC juga memfasilitasi program kolaborasi produksi antara seniman Indonesia dan Prancis seperti yang dilakukan sutradara Mouly Surya dan produser Isabelle Glachant dalam penggarapan film "Marlina the Murderer in Four Acts".

Proses produksi film yang dibintangi aktris Marsha Timothy itu dilakukan di Indonesia dan Prancis dengan subsidi dari Kementerian Komunikasi dan Kebudayaan serta Kementerian Luar Negeri Prancis melalui CNC.

Kerja sama antara Bekraf dan CNC akan mengutamakan pada pengembangan kemampuan para sineas dalam gaya pengisahan dan penulisan naskah, karena Prancis terkenal dengan karya-karya film yang memiliki nilai seni tinggi serta makna yang dalam.

"Dengan begitu kita bisa belajar bagaimana agar film lebih punya makna bagi kehidupan manusia dan bukan sekadar untuk hiburan," ungkap Triawan.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
20 April 2017 | 10:30
Rini sebut Indonesia akan digdaya
5 April 2017 | 07:12
Stok sembako aman hingga Juli
4 April 2017 | 09:42
Pembangunan Gili Mas dipercepat
30 Maret 2017 | 10:02
Harga minyak dunia kembali naik