Bisnis

Semen Padang lakukan ekspor perdana ke Australia

2.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
10:36
30 MAR 2017
Dok: PT Semen Padang
Reporter
Ahmad
Sumber
Rimanews

Rimanews - PT Semen Padang melakukan ekspor perdana ke Australia sebagai upaya memperluas jangkauan pasar mancanegara, mengingat ketatnya penjualan dalam negeri.

Pudjo Suseno, Direktur Komersial Semen Padang menyebutkan perseroan mendapatkan mitra untuk memasarkan produk semen di wilayah Australia mulai tahun ini.

"Pengiriman pertama ini sebanyak 22 ton dengan jenis ordinary portland cemen (OPC) tipe 1, tujuannya ke Sidney. Harapannya ke Australia bisa sampai 200.000 ton tahun ini," kata Pudjo seperti dikutip bumn.go.id, hari ini.

Menurutnya, ekspor perdana ke Australia itu akan membuka peluang Semen Padang mengisi pasar-pasar lainnya, mengingat Negeri Kangguru tersebut dikenal ketat menerapkan standar mutu bagi produk yang masuk ke wilayahnya.

Masuk pasar Australia, imbuhnya, membuktikan kualitas produksi anak usaha Semen Indonesia Grup dinilai bermutu tinggi, sehingga layak dipasarkan secara global. 

Adapun, Pudjo menargetkan ekspor tahun ini bisa melebihi 1 juta ton atau meningkat hingga tiga kali lipat dari pencapaian 2016 sebanyak 469.141 ton.

Dia menuturkan pasar ekspor menjadi prioritas perseroan, mengingat ketatnya persaingan dalam negeri. Apalagi, produksi PT Semen Padang meningkat tajam dengan beroperasinya pabrik Indarung VI berkapasitas 3 juta ton.

Mau tidak mau, kata Pudjo, perseroan memperluas ekspor untuk ekspansi jangka panjang di pasar mancanegara. Selain tetap menjamin ketersediaan pasokan untuk kebutuhan dalam negeri.

“Tahun ini juga ada permintaan untuk ekspor ke Amerika. Kami lagi penjajakan, semoga saja terealisasi,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), kinerja ekspor Semen Padang tahun lalu tumbuh 18% dari 397.446 ton menjadi 469.141 ton.Secara keseluruhan, penjualan mengalami kontraksi 2,2% menjadi 6,76 juta ton dari periode yang sama tahun sebelumnya 6,91 juta ton.

Direktur Utama Semen Padang Benny Wendry menargetkan penjualan dalam negeri dipatok tumbuh hingga 12%, meski sepanjang tahun lalu kinerja konsumsi semen domestik bisa dibilang stagnan.

“Kami memang tingkatkan target penjualan untuk mengimbangi produksi, juga perkiraan pasar yang akan membaik tahun ini,” katanya.

Benny mengungkapkan volume penjualan tahun ini ditargetkan mencapai 8,35 juta ton dari tahun sebelumnya 7,65 juta ton. Begitu pula dengan produksi semen yang dipatok naik sebesar 20% menjadi 7,43 juta ton.

Menurutnya, konsumsi semen dalam negeri tahun ini bakal tumbuh signifikan mengingat mulai pulihnya perekonomian global dengan meningkatnya harga minyak dunia dan pemulihan harga komoditas.

Perbaikan pertumbuhan ekonomi itu diyakini berdampak terhadap pembangunan infrastruktur oleh swasta maupun pemerintah, dan sejalan dengan peningkatan permintaan semen di Tanah Air.

Terbaru
20 April 2017 | 10:30
Rini sebut Indonesia akan digdaya
5 April 2017 | 07:12
Stok sembako aman hingga Juli
4 April 2017 | 09:42
Pembangunan Gili Mas dipercepat
30 Maret 2017 | 10:02
Harga minyak dunia kembali naik
Bisnis