Bisnis

Kadin: tak menyuap tak dapat pekerjaan

6.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:40
04 APR 2017
Wakil ketua Umum Bidang Hubungan Antar Lembaga Kamar dagang dan Industri (Kadin), Bambang Soesatyo
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Wakil ketua Umum Bidang Hubungan Antar Lembaga Kamar dagang dan Industri (Kadin), Bambang Soesatyo ‎mengeluhkan pungutan liar yang ditarik oleh oknum pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, saking maraknya pungli, sulit mendapatkan tender jika tanpa menyuap.

Kadin siap jika harus menaikkan biaya pengurusan izin berusaha. Selain itu, ia juga menginginkan pemerintah bisa memberikan jaminan kepastian keamanan kepada pengusaha.

"Kami ingin biaya tinggi karena pungutan dan sumbangan bisa kita kurangi. Kami ingin dunia usaha dilindungi dari situasi sulit. Tidak menyuap tidak dapat pekerjaan," ujarnya di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, hari ini.

Bambang menilai, dengan menggandeng KPK, pengusaha bisa lebih kuat dan ruang gerak oknum nakal bisa terkurung.

"Dengan format yang akan kita bangun, ini akan jadi warning pada Pemda untuk tidak lagi menggunakan praktik tersebut," tambahnya.

Bambang berharap dengan adanya kerjasama tersebut, oknum culas dari pemerintah yang menghambat pengusaha dalam berdagang bisa teratasi.

"Kita ingin urusan perizinan murah dan mudah. Kita ingin setiap tagihan proyek segera dibayar tidak ditunda-tunda. Kita ingin tender terbuka dan fair. Itulah yang kita harapkan kerja sama," tambahnya

Bambang menyampaikan saat ini di organisasinya ada 542 kantor Kadin yang tersebar di seluruh indonesia. Banyaknya Pilkada berpotensi menyebabkan anggotanya akan menjadi sapi perahan pejabat di daerah.

"Anggota kami terpaksa harus membantu, Sumbangna ini yang sering kali memberatkan kami di dunia usaha," keluhnya

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
19 Mei 2017 | 11:59
Djarot resmikan Jakmart
10 Mei 2017 | 18:17
Freeport PHK 178 karyawan