Bisnis

Rumah Desain Smesco pamerkan tas kulit ular dan biawak

5.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
20:19
10 APR 2017
Tas kulit reptil dipamerkan di Rumah Desain Smesco (Foto: Kementerian Koperasi dan UKM)
Reporter
Dede Suryana
Sumber
Rimanews

Rimanews - Rumah Desain di gedung Smesco turut memamerkan produk-produk ekslusif, salah satunya koleksi tas kulit reptil etnik dari label Scano Exotic Indonesia.

"Produk-produk tas Scano Exotic dibuat khusus untuk memenuhi kebutuhan perempuan yang menyukai tas berkualitas," ujar Anto Suroto, owner Scano Exotic.

Dia menjelaskan, tenant-nya memamerkan beragam tas kulit dengan model unik dan etnik karena menggunakan kulit reptil sebagai bahan baku. Kulit reptil dipilih karena memiliki tekstur yang baik dan tahan lama. "Sebanyak 70 persen produk Scano Exotic berasal dari kulit ular, 20 persen dari biawak, dan sisanya campuran," sambung Anto.

Untuk menghasilkan produk tas kulit berkualitas tinggi, Anto mengaku, pernah belajar secara otodidak hingga ke Jepang dan beberapa negara di Eropa-Amerika. Menyoal kulit ular yang dipakai bahan baku, Anto mengaku memiliki izin resmi dari pemerintah dan telah mengantongi sertifikat Convention International Trade In Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) yang merupakan izin perdagangan antarnegara berkaitan dengan flora dan fauna.

Selain menggunakan kulit reptil, produk-produk Scano juga dibuat melalui proses pengolahan yang diawasi dan pewarnaan berliku. "Setiap motif kulitnya berbeda antara satu barang dengan barang lainnya. Jadi, barangnya tidak akan sama seperti yang digunakan orang lain," kata Anto.

Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) Ahmad Zabadi mengatakan, galeri tersebut memang dimanfaatkan sebagai "rumahnya desainer". Para desainer dan perajin atau pelaku UKM binaan LLP-KUKM pun kian kreatif berinovasi, berkarya, dan berpromosi.

Rumah Desain, kata Zabadi, menawarkan produk fashion termasuk busana muslim dan produk kulit. Di antaranya, sepatu, tas, dan aksesoris dari bahan kult. "Jadi, beda dengan yang ditawarkan di Galeri Indonesia Wow (GIW)," katanya.

Menurut Zabadi, pengunjung juga akan diberi pelatihan lewat program personal stylist. Nantinya, pengunjung akan diberikan tips cara memadukan busana terbaru. Galeri baru tersebut akan berbeda dengan pusat belanja lainnya. 
"Tentunya menjadi terobosan baru. Kami juga memberikan servis bagaimana merancang busana. Bahkan, memberikan pelatihan membuat sepatu serta tas hingga bisa menembus pasar global," tutup Zabadi.

Terbaru
19 Mei 2017 | 11:59
Djarot resmikan Jakmart
10 Mei 2017 | 18:17
Freeport PHK 178 karyawan
Bisnis