Investasi

Jokowi realisasikan hutan tanaman rakyat

2.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
11:39
21 DES 2016
Reporter
Ahmad
Sumber
Rimanews

Rimanews - Presiden Joko Widodo memenuhi janjinya untuk membuat hutan tanaman rakyat hingga tahun 2019. Hutan yang dialokasikan seluas 12,7 juta hektare di sejumlah wilayah di Indonesia. 

"Tapi yang memiliki hak untuk mendapatkan lahan tanah adalah sekali lagi rakyat, petani, kelompok tani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan)," kata Presiden Jokowi seperti dikutip setkab.go.id, Rabu (21/12/2016).

Pemerintah menciptakan hutan tanaman rakyat untuk memunculkan keadilan sosial bagi masyarakat yang hidup di daerah perhutanan sembari menjaga kelestarian sumber daya hutan.

Keadilan itu dimunculkan melalui perizinan pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan negara dengan skema hutan tanaman rakyat, hutan rakyat, hutan adat dan kemitraan kehutanan.

Sebagai upaya agar lahan hutan tersebut menjadi produktif, selain pemanfaatan kawasan hutan sebagai area penanaman, perhutanan sosial juga akan dikolaborasikan dengan industri pengolahan sumber daya hutan agar produk yang dihasilkan petani dapat berorientasi ekspor.

Lebih lanjut, Presiden meminta setelah penyerahan izin ini, untuk segera dibangun pabrik pengolahan kayu lapis yang nantinya akan membeli kayu hasil tanam masyarakat.

"Nanti pabriknya beli wajar tapi masyarakat sama menjualnya juga dengan harga wajar jangan minta harga tinggi. Saya harapkan akan menjadi penggerak ekonomi di Kabupaten Pulau Pisang," ucap Presiden.

Terbaru
20 Januari 2017 | 22:47
87 persen buruh belum memiliki rumah
24 Desember 2016 | 10:49
Bali butuh bandara tambahan
Investasi
Berita Terkait