Investasi

Jokowi pesan sertifikat tanah jangan buat beli motor

3.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
21:24
28 DES 2016
Reporter
Ahmad
Sumber
Rimanews

Rimanews - Dalam rangkaian kunjungannya ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (28/12) siang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan 1.144 sertifikat tanah program strategis tahun 2016 kepada masyarakat setempat. Presiden berpesan agar sertifikat tersebut dapat dimanfaatkan untuk menambah modal usaha rakyat.

"Diagunkan dan investasi ke bank silakan. Tapi dikalkulasi yang betul. Jangan dipakai buat beli motor atau TV. Harus dipakai untuk kegiatan yang produktif,” kata Presiden seperti dikutip setkab, hari ini.

Ke-1144 sertifikat tanah yang dibagikan itu terdiri atas: Kabupaten Belu 655 sertifikat, Kabupaten Malaka 397 sertifikat, Kabupaten Timor Tengah Utara 201 sertifikat, Kabupaten Timor Tengah Selatan 100 sertifikat, Kabupaten Kupang 42 sertifikat, dan Kota Kupang 110 sertifikat.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi meminta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) dapat menyelesaikan 1 juta sertifikat di tahun 2016. Untuk tahun-tahun berikutnya, Presiden memerintahkan untuk meningkatkan jumlah sertifikat yang dapat dibagikan.

"Tahun depan saya minta 5 kali lipat jadi 5 juta. Tahun depannya lagi 7 juta. Depannya lagi 9 juta. Karena dari 110 juta yang harusnya pegang bidang, hanya 46 juta yang pegang bidang. Ini masih kurang dari 50 persen," ucap Presiden.

Presiden juga menginstruksikan untuk lebih memperhatikan pengurusan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) di daerah-daerah melalui pemberian pemotongan harga atau bahkan penggratisan biaya.

"Bisa diberikan diskon, gratiskan, karena saya sudah perintahkan di pusat untuk dipercepat dan saya minta enggak ada lagi pungli-punglian," imbuhnya.

Terbaru
20 Januari 2017 | 22:47
87 persen buruh belum memiliki rumah
24 Desember 2016 | 10:49
Bali butuh bandara tambahan
Investasi
Berita Terkait
3 Januari 2017 | 06:05
Jokowi dan sarung kotak-kotak