Investasi

Jokowi sebut proyek listrik 35 GW bukan target tapi kebutuhan

3.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
22:17
05 JAN 2017
Reporter
Ahmad
Sumber
Rimanews

Rimanews - Presiden Jokowi menyebut program pengadaan listrik 35 ribu megawatt atau 35 gigawatt bukanlah sebuah target melainkan kebutuhan energi listrik. 

"Kalau kelebihan saya kira menurut saya tidak ada masalah, tetapi asal tidak kelebihan yang terlalu banyak karena apapun ini akan membuat pemborosan di PLN karena apapun itu harus kita bayar  sehingga cost of money nya menjadi tinggi," kata Presiden Jokowi seperti dikutip setkab.go.id, hari ini.

Proyek listrik 35 ribu Megawatt adalah salah satu proyek unggulan pemerintah untuk meningkatkan rasio elektrisitas menjadi 97 persen dari seluruh Indonesia. Sementara saat ini, rasio elektrisitas Indonesia baru mencapai 88 persen. Terhitung puluhan juta penduduk masih belum dapat mengakses layanan listrik.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah berusaha menambah kapasitas listrik menjadi 7 ribu megawatt per tahun termasuk membangun 200 pembangkit listrik. Dalam menggarap proyek ini, PLN diberi tugas untuk membangun sekitar 10 ribu megawatt, sementara sisanya diberikan kepada swasta.

Saat ini memang konsusmsi listrik per kapita  Indonesia masih rendah dibandingkan negara di Asian lainnya, yaitu hanya 917 Kwh di tahun 2015, sementara di Vietnam sudah 1.795 Kwh, di Singapura bahkan sudah 9.146 Kwh.

Namun kalau kita ingin tumbuh lebih cepat lagi, menurut Presiden, dengan membangun lebih merata lagi di seluruh pelosok tanah air maka kebutuhan konsumsi listrik juga akan makin meningkat.

Untuk itu, Presiden Jokowi yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Dewan Energi Nasional (DEN) dapat memberikan solusi dari dua hal itu.

Terbaru
Investasi