Investasi

Pemerintah fokus pada infrastruktur di KEK

3.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
21:47
17 FEB 2017
Salah satu panorama alam di KEK Tanjung Lesung
Reporter
Ahmad
Sumber
Rimanews

Rimanews - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) melakukan percepatan pembangunan infrastruktur dalam mendukung pengembangan 12 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Tanah Air.

"Ada juga dukungan sumber daya air, seperti pembangunan 65 waduk, pembangunan jaringan irigasi baru untuk pengairan 1 juta hektare persawahan, rehabilitasi jaringan irigasi untuk pengairan 3 juta hektare persawahan, pembangunan sarana pengendali banjir, pembangunan pengaman pantai, serta peningkatan pengelolaan air baku," kata Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur dan Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Rido Matari Ikhwan seperti dikutip pu.go.id, hari ini.

Saat ini Pemerintah Pusat telah menetapkan 12 KEK, yakni KEK Lhokseumawe di Kota Lhokseumawe, KEK Sei Mangke di Kab. Simalungun, KEK Tanjung Kelayang di Kab. Belitung, KEK Tanjung Api-Api di Kab. Musi Banyuasin, KEK Tanjung Lesung di Kab. Pandeglang, KEK Mandalika di Kab. Lombok Tengah, KEK Maloy di Kota Bontang, KEK Bitung di Kota Bitung, KEK Palu di Kota Palu, KEK Morotai di Kab. Pulau Morotai, KEK Sorong di Kab.Sorong, serta KEK Merauke di Kab. Merauke.

Rido menjelaskan, percepatan pembangunan infrastruktur nasional yang dilakukan mulai dari dukungan jalan. Diantaranya, pembangunan jalan untuk 24 pelabuhan baru, pelabuhan penyeberangan, jaringan jalan perkotaan, pembangunan jalan lingkar perkotaan, kawasan industri prioritas, kawasan  pariwisata prioritas, 15 bandara baru serta intermoda jalur kereta api.

Dalam pengembangan KEK, lanjutnya, investasi swasta menjadi utama. Sehingga, dalam pengembangannya pemerintah terlebih dahulu harus mencari investor yang berminat dan nyata memberikan kepastian untuk berinvestasi.

"Misalnya lokasinya yang strategis, ketersediaan infrastruktur dan tenaga kerja, serta komitmen dukungan dari pemerintah pusat dan daerah," ujarnya.

Terbaru
Investasi