Investasi

Swasta mulai banyak dilibatkan bangun infrastruktur pembangunan

4.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
13:32
22 FEB 2017
Salah satu pembangunan infrastruktur jalan pemerintah
Reporter
Ahmad
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pemerintah sudah mulai banyak melibatkan swasta dalam pengerjaan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur jalan terutama untuk memberikan jaminan pendanaan proyek yang sedang berjalan. 

"Dibutuhkan sokongan dana dari APBN maupun diluar APBN, serta skema yang pantas untuk pembiayaan infrastruktur non APBN dan juga dukungan dari pihak  swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis H Sumadilaga seperti dikutip pu.go.id, hari ini.

Yang terbaru pemerintah bekerjasama dengan swasta dalam pembangunan empat ruas jalan tol yakni Jakarta-Cikampek II Elevated (36 km) nilai investasi Rp 14,7 triliun, Krian-Legundi-Bunder-Manyar (38 km) nilai investasi Rp 9 triliun, Cileunyi-Sumedang-Dawuan (60 km) nilai investasi Rp 8,2 triliun dan Serang-Panimbang (84 km) nilai investasi Rp 5,3 triliun.

Disamping pembiayaan, tambahnya tantangan lainnya adalah berkaitan dengan pembebasan tanah. Namun sudah semakin membaik dengan adanya pembiayaan dana talangan untuk jalan tol untuk pembebasan tanah. "Pihak investor memberikan dana talangan terlebih dahulu menggunakan dana investasi milik investor yang nantinya akan diganti oelh Pemerintah," ungkap Danis.

Dikesempatan yang sama, Pengamat Ekonomi Indef Ahmad Heri Firdaus menyampaikan bahwa permasalahan keterbatasan dana untuk pembebasan lahan adalah masalah klasik. Namun saat ini pemerintah sudah melaksanakan reformulasi regulasi untuk mempermudah pengadaan tanah untuk menarik minat swasta agar mau terlibat.

Diharapkan pemerintah membuat kebijakan atau regulasi yang tepat agar taget tersebut tercapai, dan juga melihat peluang-peluang dari BUMN, sektor swasta, dan asing karena APBN dan APBD memiliki keterbatasan. “Banyak dana nganggur jangka panjang yang dikelola BUMN seperti dana pensiun atau BPJS Ketenagakerjaan yang sebenarnya bisa diinvestasikan ke bidang infrastruktur,” jelas Heri.

Selain itu, jika swasta terlibat, maka pemerintah bisa fokus kepada pembangunan infrastruktur lain yang lebih mendasar yang biasanya tidak menarik minat investasi swasta. 

Sponsored
The Money Fight

Terbaru
Investasi