Investasi

Indonesia tawarkan investasi manufaktur ke Afghanistan

6.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:15
06 APR 2017
Ilustrasi
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Antara

Rimanews - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menawarkan kerja sama investasi di bidang industri manufaktur kepada sejumlah pengusaha asal Afghanistan saat Dialog Bisnis Indonesia-Afghanistan.

"Sektor industri manufaktur dan jasa menjadi kunci dalam pertumbuhan Indonesia yang berkontribusi lebih dari 30 persen dari total GDP (produk domestik bruto) pada 2016," kata Airlangga dalam sambutannya saat dialog di Hotel Shangrila, Jakarta, hari ini, dikutip dari Antaranews.

Menurut Airlangga, kerja sama industri manufaktur non-migas yang berpotensi untuk ditingkatkan antara lain makanan dan minuman, bahan kimia serta farmasi.

Indonesia, jelas Airlangga, termasuk salah satu dari 10 negara industri manufaktur terbaik di dunia.

Industri manufaktur masih akan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

Selain itu, Menperin menyebutkan nilai kerja sama perdagangan maupun investasi antara kedua negara masih tergolong kecil.

Menurut data Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), total volume perdagangan bilateral pada 2016 tercatat menurun dari 2015, yaitu US$ 16,25 juta atau setara Rp 216,72 miliar dari sebelumnya US$ 36,6 juta.

"Di masa-masa yang akan datang, kita dapat memperkuat kerja sama perdagangan maupun investasi karena Afghanistan merupakan mitra perdagangan Indonesia di Asia Tengah," kata Airlangga.

Ia pun menyebutkan sejumlah kerja sama yang dapat dilakukan yaitu di sektor pertanian, pembangunan infrastruktur, eksplorasi pertambangan, tekstil, bahan bangunan, motor roda dua hingga kapal laut dan pesawat terbang.

"Indonesia dapat memproduksi model-model yang sesuai dengan kebutuhan Afghanistan," kata Airlangga.

Dia juga mengajak pengusaha Afghanistan untuk memanfaatkan peluang investasi yang terbuka begitu besar di Indonesia seperti di bidang logistik dan infrastruktur.

"Melalui dialog bisnis ini, dunia usaha baik dari Afghanistan dan Indonesia dapat saling memahami potensi kerja sama dan dapat meningkatkannya sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua negara," kata Airlangga.

Dialog bisnis tersebut dihadiri oleh Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir, Ketua Kadin Rosan Roeslani serta Dubes Afghanistan untuk Indonesia Roya Rahmani dan Dubes Indonesia untuk Afghanistan Arief Rahman.

Presiden Ashraf Ghani melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia selama dua hari sejak Rabu (5/4).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo bersama Presiden Ashraf telah menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kedua negara yang terdiri dari lima sektor yaitu pendidikan, pertanian, statistik, kebijakan fiskal dan reformasi administrasi publik.

Jokowi juga menilai sektor perdagangan bilateral masih sangat berpotensi untuk ditingkatkan.

Dia mengarahkan agar sejumlah MoU tersebut dapat segera diimplementasikan. 

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
28 April 2017 | 17:49
Luhut: isu Freeport dipelintir
14 April 2017 | 09:15
Harga minyak dunia merangkak naik
4 April 2017 | 11:01
IHSG menguat 4,87 poin
Investasi