Investasi

Malaysia berinvestasi Rp 55 triliun untuk infrastruktur di Indonesia

5.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
08:45
27 APR 2017
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo
Reporter
Andika Pratama
Sumber
Rimanews

Rimanews - Malaysia berkomitmen berinvestasi di Indonesia sebesar Rp 55 triliun. Investasi tersebut akan diarahkan untuk sejumlah sektor infrastruktur, diantaranya elektrifikasi, jalan tol, pelabuhan, dan properti. 

"Komitmen tersebut disampaikan saat saya bertemu dengan para pengusaha dalam forum Indonesia Malaysia Business Networking beberapa waktu lalu. Kami memediasi business to business meeting. Bahkan CEO (Chief Executive Officer) beberapa perusahaan Malaysia juga turun langsung. Ini harus ditindaklanjuti secara positif,” ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo dalam rilis yang diterima Rimanews, hari ini.

Sejumlah keseriusan proyek investasi tersebut, lanjut Menteri Eko, diantaranya dilakukan oleh perusahaan YTL Corporation Berhad yang berkontribusi membangun PLTU Tanjung Jati B, di Jepara, Jawa Tengah, dengan nilai US$ 3,2 milyar. Selain itu, perusahaan Tenaga Nasional Berhad (TNB) Malaysia yang bergerak di bidang infrastruktur listrik juga tertarik meneruskan proyek PLTU Peranap di Riau yang sempat terhenti.

"Ini sangat strategis karena akan dapat mengaliri listrik untuk dua wilayah, sebagian Indonesia, khususnya Sumatera dan sebagian lagi Malaysia. Memang ada sedikit kendala kecil. Kami akan jembatani dan komunikasikan langsung dengan Bukit Asam dan PLN," sambungnya.

Menteri Eko menjelaskan, Forum Indonesia Malaysia Business Networking merupakan inisiatif dan tindaklanjut dari perintah Presiden Joko Widodo yang menunjuk dirinya sebagai Pejabat Penghubung Investasi untuk Malaysia. Forum bisnis yang digelar pada 20-21 April lalu di Kuala Lumpur, Malaysia, mempertemukan 14 perusahaan Indonesia dengan 12 perusahaan Malaysia.

"Indonesia membutuhkan Rp 5.000 triliun investasi untuk lima tahun ke depan. Sedangkan pemerintah kemampuannya hanya Rp 1.500 triliun per tahun. Kita harus mengajak para investor dalam dan luar negeri untuk berpartisipasi dalam pembangunan di Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato Seri Zahrain Mohamed Hashim, mengapresiasi inisiatif dan langkah proaktif dari Mendes PDTT Eko Sandjojo. Menurutnya, pertemuan bisnis tersebut akan memberi dampak positif bagi dunia bisnis dan investasi antar dua negara.

"Kami percaya hubungan Indonesia dan Malaysia akan semakin baik. Kepercayaan diri para pengusaha juga pasti meningkat. Terlebih kita tahu kalau Pak Eko memiliki latar belakang di bidang usaha. Saya juga sudah berjanji kepada beliau untuk berpartisipasi membangun daerah," kata Dato Seri Zahrain.

Keseriusan dari komitmen tersebut akan ditindaklanjuti dengan adanya pertemuan bilateral antar perusahaan. Rencananya, delegasi bisnis Malaysia akan berkunjung ke Indonesia pada awal Mei mendatang. 

Terbaru
Investasi